<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055</id><updated>2012-02-13T06:32:20.290+07:00</updated><category term='Sikap Positif II'/><category term='Berharap Kepada Allah III'/><category term='Pertolongan Allah'/><category term='Kehidupan Berkeluarga'/><category term='Ilmu'/><category term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><category term='Akhlak I'/><category term='Kehidupan Dunia dan Akhirat'/><category term='Cobaan Hidup'/><category term='Tujuan Hidup'/><category term='Pertolongan Allah II'/><category term='Sikap Positif'/><category term='Kebenaran Agama Islam'/><category term='Silaturrahim'/><category term='Berharap Kepada Allah'/><category term='Kebenaran Al Qur&apos;an'/><category term='Kehidupan Sesudah Mati'/><category term='Akhlak II'/><category term='Tipu Daya Syaitan'/><category term='Berharap Kepada Allah II'/><category term='Berbakti Kepada Orang Tua'/><category term='Mengingat Kematian'/><category term='Ilmu II'/><title type='text'>Kupersembahkan Hidupku Hanya Untuk-Mu, Ya Rabbi...!!!</title><subtitle type='html'>“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”. (QS. Al An’aam: 32).</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>248</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5847899647839145379</id><published>2012-02-05T00:06:00.002+07:00</published><updated>2012-02-05T00:06:00.744+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Al Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah III'/><title type='text'>BETAPA SERINGNYA KAMI MELUPAKAN KITAB SUCI-MU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Betapa seringnya kami melupakan kitab suci-Mu,&lt;br /&gt;Sehingga pantaslah jika dalam dada kami senantiasa dipenuhi kesempitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Betapa seringnya kami berpaling dari kitab suci-Mu,&lt;br /&gt;Sehingga pantaslah jika hidup kami senantiasa dipenuhi oleh ambisi jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Betapa seringnya kami meninggalkan kitab suci-Mu,&lt;br /&gt;Sehingga pantaslah jika hidup kami senantiasa tidak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal telah Engkau beritakan kepada kami, bahwa sesungguhnya Al Qur’an itu adalah sebuah kitab yang diturunkan kepada kami, agar tidak ada lagi kesempitan di dalam dada kami karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Engkau juga telah beritakan kepada kami, bahwa diturunkannya Al Qur’an itu, supaya menjadi pelajaran bagi kami, orang-orang yang beriman kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al A’raaf. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Ampunilah kami, atas segala kekhilafan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Bimbinglah kami…,&lt;br /&gt;Agar kami senantiasa berada dalam jalan-Mu yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Jagalah kami…,&lt;br /&gt;Agar kami senantiasa berada dalam naungan ridlo-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga hidup kami tidak dipenuhi oleh ambisi jahiliyah.&lt;br /&gt;Sehingga tidak ada lagi kesempitan di dalam dada kami&lt;br /&gt;Sehingga hal ini semua senantiasa dapat membuat hidup kami menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. Al A’raaf. 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin...,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Semoga Allah mengabulkan do’a kita} &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5847899647839145379?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5847899647839145379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/02/betapa-seringnya-kami-melupakan-kitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5847899647839145379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5847899647839145379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/02/betapa-seringnya-kami-melupakan-kitab.html' title='BETAPA SERINGNYA KAMI MELUPAKAN KITAB SUCI-MU'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6655535377387104927</id><published>2012-02-03T00:03:00.001+07:00</published><updated>2012-02-03T00:03:00.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>KELUARGA MUDA ITU IBARAT SEBATANG POHON MUDA YANG BARU DITANAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sebatang pohon muda yang baru ditanam itu secara umum kondisinya masih teramat lemah dan mudah mati, hanya dengan sedikit gangguan dari lingkungan yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap kebutuhannya akan air serta zat-zat hara tanah*, misalnya. Pada pohon muda yang baru ditanam, lupa tidak disiram beberapa hari saja, sudah bisa menyebabkannya layu. Dan jika terlambat, maka pohon muda yang baru ditanam tersebut dengan mudah bisa segera mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan adanya gangguan angin (serta gangguan lainnya). Terkena angin kecil saja, sudah bisa mengakibatkan pohon muda yang baru ditanam tersebut roboh. Dan jika tidak segera dibenahi, pohon muda yang baru ditanam tersebut (pada umumnya) dengan mudah bisa mati. Sekalipun supply air serta zat-zat hara tanah* lainnya tercukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, supaya bisa tumbuh dengan baik, maka pohon muda yang baru ditanam tersebut harus dijauhkan dari gangguan angin (serta gangguan lainnya) yang mengancam. Di sisi lain, kebutuhannya terhadap air serta zat-zat hara tanah* juga harus terpenuhi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Kondisi sebaliknya terjadi pada pohon yang sudah lama ditanam dan tumbuh menjadi pohon besar yang sudah menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan dalam di tanah. Pohon yang sudah lama ditanam dan tumbuh menjadi pohon besar, pada umumnya akan tumbuh menjadi sebatang pohon yang kokoh dan tidak mudah mati, akibat adanya gangguan dari lingkungan yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan hanya terkena hembusan angin kecil / angin sepoi-sepoi, terkena badai-pun, kemungkinan masih bisa bertahan hidup. Bahkan meskipun sudah roboh dan tidak segera dibenahi, pohon tersebut masih bisa bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kebutuhannya terhadap air serta zat-zat hara tanah* lainnya. Kalau hanya lupa tidak disiram beberapa hari saja, hal itu tidak akan berdampak sama sekali terhadap kelangsungan hidupnya. Bahkan tanpa disirami air sama sekali-pun, hal itu tak masalah (pada umumnya tidak akan menyebabkan layu dan mati). Karena dari akar-akarnya yang sudah banyak dan menancap dengan kuat dan dalam di tanah, kebutuhan akan air serta zat-zat hara tanah* lainnya sudah tercukupi tanpa adanya bantuan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tidak semua pohon menunjukkan gejala seperti uraian di atas. Sebagian diantaranya, ada juga yang tetap bisa bertahan ditengah badai yang melandanya, meskipun masih baru tumbuh / baru ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Terkait dengan hubungan antara keluarga muda yang baru terbina dengan orang tua atau mertua, maka keluarga muda yang baru terbina tersebut ibarat sebuah pohon muda yang baru ditanam. Sedangkan orang tua atau mertua, ibarat lingkungan yang melingkupinya, yang bisa memberikan siraman air maupun gangguan angin bahkan badai kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi keluarga muda yang baru terbina, pada umumnya kondisinya masih teramat lemah dan mudah goyah, hanya dengan sedikit gangguan dari lingkungan yang melingkupinya. Sehingga apabila keluarga muda yang baru terbina tersebut tinggal serumah dengan orang tua atau mertuanya, maka keluarga muda tersebut akan berada dekat sekali dengan lingkungan yang berpotensi untuk memberikan bantuan maupun gangguan kepadanya. Terlebih lagi jika orang tua atau mertuanya masih cukup muda dan segar bugar alias sehat wal afiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya…, bantuan yang diberikan (meski dalam jumlah besar) biasanya dirasakan kurang “membekas” dibandingkan dengan gangguan yang mengancam. Seperti segelas air susu putih yang dengan mudah bisa menjadi keruh, hanya karena beberapa tetes tinta hitam. Terlebih lagi jika orang tua atau mertuanya masih cukup muda dan segar bugar alias sehat wal afiat. Maka potensi untuk memberikan gangguan akan lebih besar, sehingga gangguan yang mengancam akan dirasakan sangat “membekas”. Dan hal ini bisa berdampak serius terhadap kelangsungan rumah tangga yang baru terbina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, supaya keluarga muda yang baru terbina tersebut bisa tumbuh dengan baik (seperti halnya pohon muda yang baru ditanam), maka sebaiknya juga dijauhkan dari gangguan angin (serta gangguan lainnya) yang mengancam. Artinya sangat disarankan untuk tinggal terpisah dari orang tua atau mertuanya. Tidak harus punya rumah sendiri. Mengontrak / menyewa rumah semampunya, itu sudah cukup. Terkecuali jika kondisi orang tua atau mertua sudah sepuh / sudah tua, maka tidak mengapa (bahkan ada baiknya) tinggal serumah. Ibarat angin, maka orang tua atau mertua yang sudah sepuh / sudah tua tersebut, hanya akan memberikan angin sepoi-sepoi saja, yang tidak akan berdampak serius bagi kelangsungan rumah tangga yang baru terbina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah keluarga muda tersebut tumbuh dan berkembang sebagaimana halnya pohon besar yang sudah menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan dalam di tanah (sehingga menjadi sebatang pohon yang kokoh dan tidak mudah mati akibat adanya gangguan dari lingkungan yang melingkupinya), maka tidak masalah jika harus tinggal serumah dengan orang tua atau mertua. Meskipun mereka berpotensi untuk memberikan gangguan kepadanya, namun karena sudah tumbuh dan berkembang sebagaimana halnya pohon besar yang sudah menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan dalam di tanah, maka gangguan yang ada sudah tidak berdampak serius terhadap kelangsungan rumah tangga tersebut. (Wallahu ta’ala a’lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*) Zat hara tanah ialah zat yang berguna untuk tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6655535377387104927?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6655535377387104927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/02/keluarga-muda-itu-ibarat-sebatang-pohon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6655535377387104927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6655535377387104927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/02/keluarga-muda-itu-ibarat-sebatang-pohon.html' title='KELUARGA MUDA ITU IBARAT SEBATANG POHON MUDA YANG BARU DITANAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-7372555314095669831</id><published>2012-02-01T00:08:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T00:08:00.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu II'/><title type='text'>ALLAH TELAH MENCIPTAKAN SELURUH ALAM SEMESTA INI DALAM KEADAAN YANG TERATUR DAN SEIMBANG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Tidakkah kita perhatikan betapa indah dan menakjubkannya langit dengan gugusan bintang-bintang di dalamnya? Betapa jika kita perhatikan secara berulang-ulang, gugusan bintang-bintang tersebut termasuk planet-planet beserta bulan/satelit yang mengikutinya, juga benda-benda langit lainnya, ternyata benar-benar teratur dan seimbang? Dimana masing-masing beredar menurut garis edarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah..., Allah benar-benar telah menciptakan seluruh alam semesta ini dalam keadaan yang teratur dan seimbang. Sehingga ketika manusia telah melakukan eksplorasi alam secara berlebihan, seperti: menebangi hutan-hutan secara besar-besaran, menggali bumi dalam skala besar untuk mengambil bahan tambang di dalamnya, dll., termasuk ketika manusia melaksanakan pembangunan terus menerus, dimana akan terjadi pemindahan material dari satu tempat ke tempat lain, (contoh semen yang dipakai, tanah urug yang di pindahkan sehingga menjadi bangunan dengan berat berton-ton dikota-kota besar), maka alam-pun akan memberikan reaksinya* agar keteraturan serta keseimbangan itu tetap terjaga. *) Reaksi yang diberikan alam tersebut biasanya akan dirasakan oleh manusia sebagai bencana alam. Bisa berupa banjir dimana-mana, tanah longsor, dll. (Wallahu ta’ala a’lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...!&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau, Yaa Allah! Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu-Mu benar-benar meliputi segala sesuatu. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Memelihara semuanya ini dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Demi langit yang mempunyai jalan-jalan**”, (QS. Adz Dzaariyaat. 7). **) Yang dimaksud dengan jalan-jalan ialah garis edar bintang-bintang dan planet-planet. “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. (QS. Ath Thalaaq. 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang”, (QS. Al Buruuj. 1). “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang”, (QS. Ash Shaaffaat. 6).“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al Mulk. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-7372555314095669831?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/7372555314095669831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/02/allah-telah-menciptakan-seluruh-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7372555314095669831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7372555314095669831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/02/allah-telah-menciptakan-seluruh-alam.html' title='ALLAH TELAH MENCIPTAKAN SELURUH ALAM SEMESTA INI DALAM KEADAAN YANG TERATUR DAN SEIMBANG'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5414766230925145698</id><published>2012-01-05T00:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-05T00:03:00.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah III'/><title type='text'>BISAKAH DOSA ITU DIHAPUSKAN?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat (teman alumni SMAN 1 Blitar ’89) telah bertanya: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;"Bagaimana aku harus menghapus dosaku ya Allah Yang Maha Suci...! Bisakah dosa itu dihapus Bung Imron? Sesungguhnya aku sangat takut dengan siksa-Nya...!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sekalipun banyak ayat-ayat Al Qur’an yang mengupas tentang berbagai ancaman yang mengerikan, namun ketahuilah bahwa sesungguhnya rahmat-Nya mendahului murka-Nya*. Karena Rasulullah S.A.W. telah bersabda: ”Ketika Allah telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada di atas ’arsy yang berbunyi: rahmat-Ku mendahului murka-Ku” (H. R. Bukhari, Muslim, Ibn Majah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bahkan sesungguhnya Allah lebih sayang kepada kita, melebihi sayangnya seorang ibu terhadap anaknya*. Karena ketika tiba-tiba ada seorang wanita yang teteknya telah menetes-netes air susunya, ia berlari-lari mencari bayinya. Tiba-tiba ia bertemu dengan bayinya, maka langsung diangkat ke dadanya dan ditetekinya. Lalu Rasulullah bersabda: ”Apakah kalian mengira bahwa wanita itu akan membuang anaknya itu ke dalam api?”. Jawab sahabat: ”Tidak, selama ia dapat mengelakkannya!”. Maka sabda Rasulullah: ”Allah lebih sayang pada hamba-Nya melebihi kesayangan ibu itu terhadap anaknya”. (H. R. Bukhari, Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az Zumar. 53).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;"Alhamdulillah..., tetapi setiap perbuatan sekecil apapun akan ada ganjarannya...! Berarti dosa sekecil apapun pasti ada siksanya...! Apa berarti begitu, Bung Imron?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selalu begitu, wahai saudaraku**. Perhatikan pula penjelasan Al Qur’an berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqarah. 264).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari penjelasan dua Hadits serta dua ayat Al Qur’an tersebut di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa sebesar apapun kesalahan / dosa yang kita lakukan, jika kita sempat bertaubat selama masa hidup kita di dunia ini, maka ”&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;sesungguhnya ampunan Allah adalah jauh lebih besar daripada yang kita pikirkan&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebaliknya, sebesar apapun kebaikan yang kita lakukan, jika semua amal-amal kebajikan tersebut tidak kita ikhlaskan kepada-Nya, jika kita tidak benar-benar memurnikan ketaatan kita kepada-Nya, maka semuanya hanya akan sia-sia saja. (Wallahu ta'ala a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;"Alhamdulillah...! Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya...! Aku teramat takut pada-Mu, ya Allah...! Hanya kepadaMu-lah aku menyembah, berdo’a dan memohon pertolongan...!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati”, (QS. Al Baqarah. 139).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Katakanlah: "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku". (QS. Az Zumar. 14). ”Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah. 8).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Baqarah. 127).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah*** dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan****” (QS. Al Faatihah. 5). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikian...,&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;NB.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;*) Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/sikap-optimis.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/sikap-optimis.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2009/02/benarkah-allah-maha-mendengar-lagi-maha.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2009/02/benarkah-allah-maha-mendengar-lagi-maha.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***) Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang Kebesaran Allah sebagai Tuhan yang disembah karena keyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****) Nasta’iin (minta pertolongan) diambil dari kata isti’aanah: mengharap bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5414766230925145698?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5414766230925145698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/01/bisakah-dosa-itu-dihapuskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5414766230925145698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5414766230925145698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/01/bisakah-dosa-itu-dihapuskan.html' title='BISAKAH DOSA ITU DIHAPUSKAN?'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-1863424590090040001</id><published>2012-01-03T00:01:00.002+07:00</published><updated>2012-01-03T00:01:00.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>MENYIKAPI SITUS-SITUS YANG MENGHUJAT ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat (dosen senior di ITS) telah bertanya tentang bagaimana kita menyikapi situs-situs di internet yang isinya hanya menghujat Islam / Rasulullah Muhammad SAW, pemimpin kita yang teramat kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Islam telah melarang kita kaum muslimin untuk berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka. Demikian penjelasan Al Qur'an dalam surat Al ‘Ankabuut ayat 46 yang artinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim* di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (QS. Al ‘Ankabuut. 46**).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan ”orang-orang zalim” ialah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Hanya saja yang membedakan antara kita kaum muslimin dengan Ahli Kitab (kaum Yahudi dan kaum Nasrani) adalah sebagaimana penjelasan Al Qur'an dalam surat At Taubah ayat 30 berikut ini: ”Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At Taubah. 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Al Qur’an secara tegas juga melarang kita yang beragama Islam untuk memaki sembahan-sembahan pemeluk agama lain, termasuk sembahan-sembahan mereka. “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan...” (QS. Al An’aam: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Terhadap situs-situs di internet yang isinya hanya menghujat Islam / Rasulullah Muhammad SAW (pemimpin kita yang teramat kita cintai), aku sendiri melihat bahwa itu hanyalah sikap orang-orang yang frustasi dan sudah kehabisan akal untuk memadamkan cahaya kebenaran Islam. Mereka takut akan kebangkitan Islam. Dan karena kemampuan mereka sangat terbatas, maka hanya itulah yang dapat mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya kita tidak perlu menanggapi hujatan mereka. Tidak ada gunanya menanggapi orang-orang yang frustasi seperti mereka. Hanya menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran saja tanpa ada manfaat sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)”. (QS. Al An’aam. 68)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah..., karena frustasi dan sudah kehabisan akal untuk memadamkan cahaya kebenaran Islam dan takut akan kebangkitan Islam, sementara kemampuan mereka sangat terbatas, maka hanya itulah yang dapat mereka lakukan. Yaitu dengan cara &lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;menghujat Islam dengan tanpa pengetahuan sedikitpun&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sesungguhnya hujatan yang mereka lakukan itu hanyalah dilandaskan pada nafsu belaka, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Demikian penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 109, yang artinya adalah sebagai berikut: “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Baqarah. 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS. At Taubah. 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi…,&lt;br /&gt;Kita tidak perlu menanggapi hujatan mereka. Semoga Allah senantiasa membimbing kita hingga akhir hayat kita dan mewafatkan kita dalam keadaan berserah diri kepada-Nya. Amin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali jika mereka datang dengan baik-baik dan mengajak kita diskusi tentang Islam juga dengan baik-baik dan dilandasi rasa saling menghormati, tentunya ini adalah kesempatan dakwah yang tidak boleh kita sia-siakan. Jika memang demikian keadaannya, maka sudah seharusnya bagi kita untuk menanggapinya dengan baik-baik pula. &lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Semoga Allah menjadikan kita sebagai jalan hidayah bagi orang lain.&lt;/span&gt; Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Ya Rasullullah...,&lt;br /&gt;Betapa rindunya kami umatmu yang seumur hidup kami hanya bisa mendengar dan membayangkan kisah - kisah keagunganmu. Semoga Rahmat Allah SWT selalu tercurah atasmu. Amin...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang bisa kusampaikan. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Dari saudara seiman: Imron kuswandi M.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-1863424590090040001?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/1863424590090040001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/01/menyikapi-situs-situs-yang-menghujat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1863424590090040001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1863424590090040001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/01/menyikapi-situs-situs-yang-menghujat.html' title='MENYIKAPI SITUS-SITUS YANG MENGHUJAT ISLAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8088867842987163557</id><published>2012-01-01T00:01:00.011+07:00</published><updated>2012-01-19T20:16:47.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>KITA HARUS TETAP WASPADA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Meskipun Islam adalah agama yang sangat toleran*, namun kita tetap harus senantiasa waspada, khususnya kepada para Ahli Kitab. Karena Al Qur’an juga telah memperingatkan kita, bahwa sebahagian besar diantara mereka (Ahli Kitab) benar-benar menginginkan kehancuran iman kita kaum muslimin, dimana sebahagian besar diantara mereka benar-benar menginginkan agar kita kaum muslimin dapat kembali kepada kekafiran setelah kita beriman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Baqarah. 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”. (QS. Ali ‘Imran: 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesungguhnya Allah juga telah berfirman dalam Al Qur’an: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS. At Taubah. 32).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Al Qur’an surat Ash Shaff ayat 8, Allah telah berfirman: “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”. (QS. Ash Shaff. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah!&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepada kami agar kami senantiasa dapat bersabar, tabah serta tawakal kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah!&lt;br /&gt;Jagalah kami, sehingga kami senantiasa berada di bawah naungan ridlo-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah!&lt;br /&gt;Tunjukilah kami, sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu". (HR. Ahmad, Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin…,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);" class="Apple-style-span"&gt;Jadi berhati-hatilah, wahai Saudaraku…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sesama muslim, kita harus senantiasa tolong-menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, juga dalam menegakkan agama Allah. Semoga syi’ar Islam terus memancar di semua belahan bumi ini. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. Al Maa-idah. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai sesama muslim yang terikat dalam tali persaudaraan yang kuat dalam iman dan Islam, kita juga sudah semestinya terus-menerus menjaga tali persaudaraan yang teguh diantara kita kaum muslimin, di mana-pun dan sampai kapan-pun. Karena jika tidak, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu**, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. (QS. Al Anfaal. 73). **) Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu; adalah keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa berharap kepada-Nya. ”dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita juga harus optimis bahwa semuanya pasti akan ada jalan keluarnya. Optimis bahwa semuanya pasti akan bisa teratasi. Optimis bahwa kita akan mendapatkan pertolongan-Nya! Karena meskipun mereka nampak bersatu padu, saling bekerja sama dalam upayanya untuk menghancurkan kita kaum muslimin (dalam upayanya untuk mengembalikan kita kepada kekafiran setelah kita beriman), namun sesungguhnya hati mereka benar-benar berpecah belah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti”. (QS. Al Hasyr. 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;*) Artikel terkait, silahkan klik tautan berikut ini (silahkan klik di sini):&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8088867842987163557?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8088867842987163557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/01/kita-harus-tetap-waspada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8088867842987163557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8088867842987163557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2012/01/kita-harus-tetap-waspada.html' title='KITA HARUS TETAP WASPADA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-3121800898211882982</id><published>2011-12-05T00:05:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T00:05:00.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>MEMANFAATKAN SISA UMUR YANG TINGGAL SEDIKIT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, aku mau bertanya: “Apa yang sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang sudah memasuki usia pensiun seperti aku ini? Apa harus berdzikir saja?”. Demikian pertanyaan Pak Nafil kepada Pak Fulan, sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan dari Pak Nafil tersebut, Pak Fulan berupaya untuk menanggapinya: “Teruslah berupaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, wahai saudaraku! Dengan mengisi sisa umur kita yang tinggal sedikit ini dengan segala kebaikan. Bisa dengan berdzikir, terus belajar tentang Islam + segala kebaikan lainnya. Jangan sampai engkau luangkan sedikitpun waktu yang tersisa ini untuk bersantai, apalagi sampai bermaksiat kepada-Nya. Dan jangan sampai datang ajalmu sedang engkau belum berserah diri kepada-Nya, padahal tak seorang pun tahu kapan ajalnya 'kan tiba”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa, Pak Fulan juga mengingatkan: ”Saudaraku..., Berapapun usia kita saat ini, sesungguhnya sisa umur kita tetaplah sangat sedikit. Karena kita tidak tinggal di dunia ini, melainkan hanya sebentar saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui". (QS. Al Mu’minuun. 114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Perhatikan nasehat Pak Fulan yang terakhir: ”&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Berapapun usia kita saat ini, sesungguhnya sisa umur kita tetaplah sangat sedikit. Karena kita tidak tinggal di dunia ini, melainkan hanya sebentar saja&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...,&lt;br /&gt;Berapapun usia kita saat ini, sebenarnya sisa umur kita, ternyata tetaplah sangat sedikit. Karena kita tidak tinggal di dunia ini, melainkan hanya sebentar saja. Ini artinya bahwa nasehat Pak Fulan tersebut sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada Pak Nafil yang sudah memasuki usia pensiun. Tetapi juga ditujukan kepada kita semua, berapapun usia kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari akan hal ini, maka sekali-kali jangan sia-siakan sisa umur kita yang tinggal sedikit ini dengan berbagai kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti: tidak tidur semalaman hanya karena larut dalam bermain “game” di komputer kesayangan, ‘ngobrol tak tentu arah hingga berjam-jam, dll. Apalagi sampai bermaksiat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Ingat...!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahwa berapapun usia kita saat ini, sebenarnya sisa umur kita tetaplah sangat sedikit. Sementara tidak lama lagi, kita semua akan menempuh suatu perjalanan nan amat panjang, yang harus kita lalui sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. (QS. Maryam. 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Kita semua, sudah seharusnya menyadari hal ini...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian...,&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pak Fulan dan Pak Nafil pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-3121800898211882982?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/3121800898211882982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/12/memanfaatkan-sisa-umur-yang-tinggal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3121800898211882982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3121800898211882982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/12/memanfaatkan-sisa-umur-yang-tinggal.html' title='MEMANFAATKAN SISA UMUR YANG TINGGAL SEDIKIT'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-4862918828684845672</id><published>2011-12-03T00:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T00:03:01.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>KEMATIAN, SESUATU YANG PASTI TERJADI NAMUN BEGITU BANYAK DIANTARA KITA YANG BERUPAYA UNTUK MELUPAKANNYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. Al Jumu’ah. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, ...”. (QS. An Nisaa’. 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari Al Qur’an surat Al Jumu’ah ayat 8 serta surat An Nisaa’ ayat 78 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa kematian itu adalah suatu yang pasti akan menemui kita semua. Sekalipun kita berlindung di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh atau berlindung di dalam semua tempat yang lainnya, kita tetaplah tidak akan bisa lari daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian…,&lt;br /&gt;Meskipun telah diperoleh penjelasan yang nyata, bahwa kematian itu adalah suatu yang pasti akan terjadi dan kita semua sama-sama meyakininya. Namun pada kenyataannya, begitu banyak diantara kita yang berupaya untuk melupakannya. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Perhatikanlah realita yang ada di sekeliling kita, yang ternyata benar-benar mencengangkan. Dimana begitu banyak orang-orang di sekeliling kita yang sangat mencintai kehidupan dunia ini sehingga mereka tidak segan-segan untuk menghalalkan berbagai cara / tanpa memperdulikan norma-norma agama dalam mendapatkan / mengumpulkan berbagai perhiasan duniawi / berbagai limpahan kesenangan duniawi seperti: harta yang melimpah, kesuksesan dalam berkarier, kedudukan / jabatan tertentu, dst. Seolah-olah mereka akan hidup untuk selama-lamanya, seolah-olah maut tidak akan pernah menyapanya, seolah-olah semua perbuatannya tidak akan pernah dimintai pertanggung-jawaban kepada-Nya kelak dikemudian hari. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah, bahwa ketika seseorang telah menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan / mengumpulkan berbagai perhiasan duniawi, maka pada saat itu pula dia telah melupakan kematian. Karena pada situasi seperti itu, biasanya yang bersangkutan akan merasa bahwa seolah-olah dia akan hidup untuk selama-lamanya, seolah-olah maut tidak akan pernah menyapanya, seolah-olah semua perbuatannya tidak akan pernah dimintai pertanggung-jawaban kepada-Nya kelak dikemudian hari. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sangat berbeda terjadi pada orang-orang yang senantiasa mengingat kematian. Apabila seseorang ingat akan kematian, maka tentunya dia akan lebih berhati-hati dalam mendapatkan / mengumpulkan berbagai perhiasan duniawi. Karena dia bisa merasakan bahwa hidup ini ternyata teramat singkat, dan maut itu bisa datang menjemputnya setiap saat, sementara semua perbuatannya (selama masa hidupnya di dunia yang teramat singkat ini) akan dimintai pertanggung-jawaban kepada-Nya kelak dikemudian hari, dan dia juga mengetahui bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman. 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepada kami, sehingga kami benar-benar dapat ridha dengan apa yang telah Engkau berikan kepada kami. &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Cukuplah Engkau bagi kami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Sesungguhnya kami hanya berharap kepada Engkau. Semoga Engkau berikan karunia-Mu kepada kami. Amin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/08/mengingat-kematian-iii.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/08/mengingat-kematian-iii.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-4862918828684845672?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/4862918828684845672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/12/kematian-sesuatu-yang-pasti-terjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4862918828684845672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4862918828684845672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/12/kematian-sesuatu-yang-pasti-terjadi.html' title='KEMATIAN, SESUATU YANG PASTI TERJADI NAMUN BEGITU BANYAK DIANTARA KITA YANG BERUPAYA UNTUK MELUPAKANNYA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-531660793761499227</id><published>2011-12-01T00:19:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T06:10:07.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><title type='text'>TERNYATA KITA TERCIPTA DALAM KEADAAN YANG SANGAT LEMAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Mungkin sebagian diantara kita menyangka bahwa seseorang yang memiliki kekayaan yang melimpah adalah orang yang kuat. Hal ini bisa dipahami, karena dengan kekayaannya, dia bisa berbuat apa saja. Namun ketika tiba-tiba penyakit kanker stadium akhir telah setia menemaninya, ternyata dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya menunggu ajal tiba. Pada kondisi seperti ini, ternyata harta kekayaannya yang melimpah tidak mampu membentenginya dari maut yang kian dekat menjemputnya. Jika sudah demikian, nampaklah bahwa ternyata dia hanyalah seorang manusia yang sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi pada seseorang yang sedang berada dipuncak kariernya. Dengan jabatan serta kekuasaan yang ada dalam genggamannya, seolah-olah dia bisa berbuat apa saja, sehingga orang-orang pada hormat kepadanya. Namun pada akhirnya jabatan serta kekuasaannya tersebut terpaksa harus dia tanggalkan bersamaan dengan masa pensiun yang telah menghampirinya. Dengan usia yang semakin senja serta tiadanya jabatan dan kekuasaan, menjadikan dia sebagai orang yang sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan seseorang yang sedang memegang kekuasaan sebagai pimpinan/presiden sebuah negara adidaya. Seolah-olah dia benar-benar berkuasa, sehingga dia dengan mudahnya dapat memenjarakan siapa saja yang berusaha menentangnya. Bahkan dia tak segan-segan untuk menghancurkan negara-negara lain yang lebih kecil yang dipandang menjadi ancaman. Namun pada kenyataannya, dia sesungguhnya adalah orang yang sangat lemah. Betapa tidak, kemana-mana dia harus mendapat pengawalan yang ekstra ketat karena begitu khawatir akan keselamatan jiwanya. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, nampaklah bahwa ternyata kita tercipta dalam keadaan yang sangat lemah, apapun posisi serta kondisi kita saat ini. “dan manusia dijadikan bersifat lemah”. (QS. An Nisaa’. 28). Oleh karena itu, janganlah kita menyombongkan diri ketika harta kekayaan, jabatan serta kekuasaan sedang dalam genggaman kita. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”. (QS. 17. 37). “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik”. (QS. 25. 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”, (QS. Al Mumtahanah. 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At Tahrim. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-531660793761499227?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/531660793761499227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/12/ternyata-kita-tercipta-dalam-keadaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/531660793761499227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/531660793761499227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/12/ternyata-kita-tercipta-dalam-keadaan.html' title='TERNYATA KITA TERCIPTA DALAM KEADAAN YANG SANGAT LEMAH'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2673521940012189799</id><published>2011-11-05T00:02:00.002+07:00</published><updated>2011-11-05T00:02:00.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif II'/><title type='text'>HANYA MENYAMPAIKAN AYAT-AYAT-NYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sudah menjadi kewajiban bagi setiap kita kaum muslimin untuk berdakwah / menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf serta mencegah dari yang munkar. Karena sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur’an surat Ali ’Imran ayat 104, yang artinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf* dan mencegah dari yang munkar**; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali ’Imran. 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, juga diperoleh penjelasan sebagai berikut: Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, "Sungguh, bila Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui perantara kamu maka itu lebih baik bagi kamu dari pada unta merah***." (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita semua kaum muslimin untuk berlomba-lomba menyampaikan / menyebarkan / menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf serta mencegah dari yang munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, dalam berdakwah kita tidak harus mentargetkan sedemikian rupa sehingga kita sukses membawa mereka untuk tertarik ke dalam jalan-Nya yang lurus. Karena kewajiban kita hanyalah menyampaikan ayat-ayat-Nya. Demikian penjelasan Al Qur’an dalam surat Ali ‘Imran ayat 20, yang artinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika hal ini kita kaitkan dengan penjelasan Allah dalam surat Al An’aam ayat 162, yang artinya adalah: “Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”, (QS. Al An’aam. 162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebaiknya apapun yang kita lakukan, termasuk dalam berdakwah, harus kita niatkan semuanya ini hanya karena Allah semata. Bukan karena yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Jika kita sudah berusaha secara maksimal, maka apapun hasilnya, semuanya itu sudah menjadi urusan Allah. Karena hak Allah-lah untuk memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang diberi petunjuk oleh-Nya, niscaya dia akan memilih jalan yang lurus (Islam). Demikianlah penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 142 yang artinya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.”. (Wallahu ta'ala a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Sedangkan yang dimaksud dengan munkar adalah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***) Unta merah adalah harta kekayaan yang sangat berharga dan menjadi kebanggaan orang Arab pada masa itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2673521940012189799?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2673521940012189799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/11/hanya-menyampaikan-ayat-ayat-nya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2673521940012189799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2673521940012189799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/11/hanya-menyampaikan-ayat-ayat-nya.html' title='HANYA MENYAMPAIKAN AYAT-AYAT-NYA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-7841186630394725139</id><published>2011-11-03T00:07:00.003+07:00</published><updated>2011-11-03T00:07:00.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuan Hidup'/><title type='text'>DUNIA INI MEMANG PENUH DENGAN PERMAINAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dunia ini memang penuh dengan permainan (dan senda gurau belaka). Biarlah orang lain banyak yang hanyut dalam permainan itu. Bagi kita, yang penting tetap berupaya untuk senantiasa istiqomah di jalan-Nya yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”. (QS. Al An’aam: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah* maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS. Al Ahqaaf. 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan “istiqamah” adalah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minuun. 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (QS. Ali ‘Imran. 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". (QS. Al Kahfi. 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS. Al Faatihah. 6 – 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin…,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/03/pintu-pintu-kesuksesan.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/03/pintu-pintu-kesuksesan.html&lt;/a&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-7841186630394725139?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/7841186630394725139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/11/dunia-ini-memang-penuh-dengan-permainan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7841186630394725139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7841186630394725139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/11/dunia-ini-memang-penuh-dengan-permainan.html' title='DUNIA INI MEMANG PENUH DENGAN PERMAINAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5478420517076491402</id><published>2011-11-01T00:17:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T00:17:00.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Sesudah Mati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuan Hidup'/><title type='text'>MENGHISAB DIRI SEBELUM DIHISAB ILLAHI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa uang yang kita bawa pulang (dari hasil bekerja, berdagang, dsb.) nantinya akan ditanyai dari mana asalnya uang itu dan akan dimintai pertanggung-jawaban untuk apa saja uang itu kita gunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa rumah yang saat ini kita tempati, nantinya juga akan ditanyai dari mana asalnya rumah itu kita bangun/kita peroleh dan akan dimintai pertanggung-jawaban untuk apa saja rumah itu kita gunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa pekerjaan yang saat ini menjadi profesi kita, nantinya juga akan ditanyai bagaimana caranya kita dalam memperoleh pekerjaan itu dan akan dimintai pertanggung-jawaban terhadap semua kewajiban sebagai konsekuensi logis dari pekerjaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa jabatan yang saat ini ada dalam genggaman kita, nantinya juga akan ditanyai bagaimana caranya kita dalam mendapatkan jabatan itu dan akan dimintai pertanggung-jawaban terhadap semua tanggung jawab yang melekat pada jabatan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pendengaran, penglihatan serta hati kita, semuanya itu juga akan dimintai pertanggungan-jawabannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab”. (QS. Az Zukhruf. 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (QS. Al Israa’. 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menghadapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak menghisab diri kita sendiri sebelum dihisab Illahi Rabbi pada saatnya nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dengan menghisab diri kita sendiri sebelum dihisab Allah, maka kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri untuk kemudian bertaubat kepada-Nya? Bukankah Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan** dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Baqarah. 160). **) Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan”, (QS. Asy Syuura. 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Nisaa’. 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al A’raaf. 153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, bahwa andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas diri kita dan andaikata Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, niscaya kita akan mengalami kesulitan-kesulitan yang teramat sangat. “Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan)”. (QS. An Nuur. 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mulai saat ini, hisab diri kita sendiri sebelum dihisab Allah. Segera lakukan itu, sebelum ajal menjemput kita. Jangan ditunda-tunda lagi. Karena jika ajal telah datang menjemput kita, maka Allah sudah tidak lagi mau menerima taubat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih”. (QS. Al Nisaa’. 18). Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5478420517076491402?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5478420517076491402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/11/menghisab-diri-sebelum-dihisab-illahi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5478420517076491402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5478420517076491402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/11/menghisab-diri-sebelum-dihisab-illahi.html' title='MENGHISAB DIRI SEBELUM DIHISAB ILLAHI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-7161783634519342915</id><published>2011-10-06T00:01:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T20:22:25.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><title type='text'>SIKAP SEORANG HAMBA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Seorang sahabat (dosen Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya / ITS) telah membuat pernyataan sebagai berikut: “Dari pagi sampai petang, kebanyakan manusia menyuruh Tuhan untuk menerima amal ibadahnya, memaksa Tuhan untuk berdagang dengannya karena Ia seolah butuh amal ibadahnya, bahkan menganggap Tuhan sebagai asisten pribadinya yang harus mengabulkan doa-doanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu sangat tergantung dari cara pandangnya, wahai saudaraku...!!!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hamba menyuruh Tuhannya untuk menerima amal ibadahnya atau mengharuskan Tuhannya untuk mengabulkan doa-doanya, maka tanpa dia sadari dia telah memposisikan dirinya sebagai tuan dan memposisikan Tuhannya sebagai "asisten pribadinya" sebagaimana yang saudaraku sampaikan. (Na’udzubillahi mindzalika!).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika seorang hamba menyadari akan kelemahan dirinya (sebagai makhluk yang tidak mempunyai kemampuan apapun dihadapan Allah) serta menyadari bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, sehingga karenanya dia merasa sangat memerlukan pertolongan dan ampunan dari-Nya, tentunya ini adalah sikap yang sangat mulia. Dan memang demikianlah seharusnya sikap seorang hamba kepada Tuhannya. (Wallahu a'lam).    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an surat Al A'raaf ayat 55 – 56 dan surat Al Mu’min ayat 60 serta surat Al A'raaf ayat 128, diperoleh penjelasan (yang artinya) sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdo`alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". (QS. Al A'raaf. 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al A'raaf. 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku* akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu’min. 60). *) Yang dimaksud dengan “menyembah-Ku” di sini adalah “berdo’a kepada-Ku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al A’raaf. 128).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Al Qur'an surat Al Ikhlash ayat 1 – 4, diperoleh penjelasan (yang artinya) sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.&lt;br /&gt;3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,&lt;br /&gt;4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang bisa kusampaikan. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!      &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-7161783634519342915?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/7161783634519342915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/10/sikap-seorang-hamba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7161783634519342915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7161783634519342915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/10/sikap-seorang-hamba.html' title='SIKAP SEORANG HAMBA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8938194810290940997</id><published>2011-10-03T00:01:00.006+07:00</published><updated>2011-10-03T23:10:51.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cobaan Hidup'/><title type='text'>MENGHADAPI SERBUAN KEMAKSIATAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat (single parent) telah bertanya: “Mohon saran. Anak-anak bersekolah di SD dan SMP Islam Fullday &amp;amp; pondok pesantren. Dalam waktu dekat, saya harus pindah rumah ke kota lain mendekati kantor. Jadi anak-anak juga harus pindah sekolah. Sebenarnya saya ingin anak-anak tetap sekolah di lingkungan yang islami, tapi biayanya mahal. Bagaimana solusinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Ibu untuk menyekolahkan anak-anak di SD &amp;amp; SMP Islam Fullday &amp;amp; pondok pesantren adalah keputusan yang sangat tepat, mengingat realita yang sedang kita hadapi saat ini, dimana begitu banyak terdapat perusak akhlak berbanding dengan sangat sedikitnya proses pembangunan akhlak. Sehingga tidak mengherankan jika dimana-mana dapat dengan mudahnya kita temui para pemuda/pemudi kita yang bergaul dengan bebasnya. Sungguh..., suatu kenyataan yang sangat menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya baca di Harian Surya (terbit di Surabaya), terdapat berita dimana warga Tulung Agung (sebuah kabupaten di bagian selatan Propinsi Jawa Timur) digegerkan oleh video tentang adegan layaknya suami istri yang diperankan oleh dua anak yang masih sangat belia. Yang perempuan bernama AR 14 th, siswa kelas 2 sebuah sekolah setingkat SLTP. Sedangkan pelaku laki-lakinya bernama PR 14 th, juga siswa kelas 2 sebuah SMP Negeri di Kec. Kauman, Tulung Agung. (Na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya melakukannya di balik pohon besar di sebuah hutan di Tulung Agung. Secara kebetulan ada pencari rumput yang secara tak sengaja mendengarkan adanya suara yang mencurigakan. Secara diam-diam, pencari rumput tersebut merekamnya dengan menggunakan ponsel, kemudian rekamannya beredar di kalangan warga di wilayah Kecamatan Kauman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pergaulan di tingkat mahasiswa, juga tak kalah memprihatinkan. Kebetulan saya adalah seorang dosen. Saya banyak mengamati perkembangan pergaulan mereka. Dan biasanya, saya selipkan dakwah pada saat mengajar di kelas (meskipun saya adalah dosen Fakultas Teknik). Saya hanya berupaya untuk mengimbangi serbuan kemaksiatan di kalangan generasi muda kita dengan menyebarkan kebaikan kepada mereka, semampu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Melihat serbuan kemaksiatan yang luar biasa tersebut, hal ini benar-benar sangat membahayakan anak-anak / remaja kita. Oleh karena itu, akan lebih baik jika mereka dibekali pendidikan agama yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, jangan biarkan mereka punya waktu luang yang banyak. Hal ini hanya akan memperbesar peluang mereka untuk bersentuhan dengan pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Akan lebih baik jika waktunya banyak diisi dengan berbagai kegiatan positif, khususnya yang terkait dengan proses pembangunan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam waktu dekat Ibu harus pindah rumah ke kota lain untuk mendekati kantor, sebaiknya tetap diupayakan agar mereka tetap disekolahkan di lingkungan yang islami*. Jika ternyata di kota yang baru biaya sekolah di lingkungan yang Islami mahal, mungkin ada baiknya jika anak-anak tetap bersekolah di sekolah yang lama, apalagi di sekolah yang lama juga sudah ada pondok pesantrennya. Sebagai jalan tengahnya, Ibu bisa menjenguknya tiap minggu sekali atau tiap dua minggu sekali / sebulan sekali. Memang, sebagai orang tua, kita harus sedikit berkorban demi masa depan mereka yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berdo`alah: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat." (QS. Al Mu’minuun. 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (QS. Ali ‘Imran. 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin…,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan yang bisa saya berikan. Selamat berjuang, Bu...!!! Do’aku menyertai perjuangan Ibu. Mungkin tautan di berikut ini, ada baiknya juga untuk di baca (jika berkenan membacanya, bisa klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-merusak-itu-lebih-mudah.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-merusak-itu-lebih-mudah.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Dari saudara seiman: Imron Kuswandi M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Sebenarnya bersekolah di sekolah-sekolah umum juga tak masalah, selama bisa diupayakan untuk membekali mereka dengan tambahan pendidikan agama yang cukup di luar jam sekolah. Hal ini sebagai upaya untuk menghadapi serbuan kemaksiatan yang luar biasa, yang sangat membahayakan anak-anak / remaja kita. Disamping itu, hal ini juga sebagai upaya agar mereka tidak punya waktu luang yang banyak. Karena hal ini hanya akan memperbesar peluang mereka untuk bersentuhan dengan pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Akan lebih baik jika waktunya banyak diisi dengan berbagai kegiatan positif, khususnya yang terkait dengan proses pembangunan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8938194810290940997?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8938194810290940997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/10/menghadapi-serbuan-kemaksiatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8938194810290940997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8938194810290940997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/10/menghadapi-serbuan-kemaksiatan.html' title='MENGHADAPI SERBUAN KEMAKSIATAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-7112291885160703639</id><published>2011-10-01T00:25:00.002+07:00</published><updated>2011-10-01T00:25:00.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>TERNYATA SEMUANYA AKAN LENYAP!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali ‘Imran. 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa semua yang ada di sisi kita, yaitu harta yang saat ini dalam genggaman kita, jabatan yang saat ini ada di tangan kita, juga orang-orang yang kita cintai (ibu bapak kita, saudara-saudara kita, istri kita, dst.), sesungguhnya semuanya itu pada akhirnya akan lenyap. Ibarat air hujan yang turun dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan yang ada di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering dan lenyap diterbangkan oleh angin. Begitulah gambaran kehidupan dunia, dimana pada akhirnya semuanya akan lenyap. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An Nahl. 96). ”Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Kahfi. 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ingatlah, bahwa tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan, jika kita mengetahui. ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (QS. Al ’Ankabuut. 64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-7112291885160703639?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/7112291885160703639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/10/ternyata-semuanya-akan-lenyap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7112291885160703639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7112291885160703639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/10/ternyata-semuanya-akan-lenyap.html' title='TERNYATA SEMUANYA AKAN LENYAP!'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6043227640411170312</id><published>2011-09-05T01:50:00.000+07:00</published><updated>2011-09-05T01:50:00.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cobaan Hidup'/><title type='text'>PENCEMARAN NAMA BAIK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perkembangan teknologi informasi yang ada pada saat ini, dapat mempermudah urusan kita. Dengannya, kita menjadi lebih mudah dalam menjalin tali silaturrahim dengan saudara-saudara kita yang lain yang tinggalnya berjauhan dengan tempat tinggal kita. Dapat mempermudah kita dalam berdakwah. Juga dapat mempermudah kita dalam mendapatkan informasi-informasi lainnya yang bermanfaat buat kita, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, jika kita tidak menyandarkannya kepada Al Qur'an dan Al Hadits, maka perkembangan teknologi informasi yang ada pada saat ini juga dapat mempermudah jalan menuju "neraka". Karena dengan perkembangan teknologi informasi yang ada pada saat ini, ternyata juga berdampak pada demikian mudahnya penyebaran kemaksiatan diantara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bisa juga digunakan sebagai sarana untuk menebar fitnah / untuk mencemarkan nama baik seseorang. Karena bagi mereka yang paham teknologi informasi namun tidak berpegang (mengimani dan mengikuti) Al Qur'an dan Al Hadits, mereka bisa berbuat sedemikian rupa, sehingga seseorang yang menjadi sasaran pencemaran nama baik, seolah-olah telah menebar kemaksiatan / berita negatif (fitnahan, pornografi, dll) kepada khalayak via internet, padahal yang bersangkutan benar-benar tidak pernah melakukannya. Sesungguhnya mereka itu telah dibutakan mata hatinya, sehingga memandang baik perbuatan-perbuatan mereka itu. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”, (QS. Al Hijr. 39). ”kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". (QS. Al Hijr. 40). *) Yang dimaksud dengan “mukhlis” ialah orang-orang yang diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa kita sadari, mungkin saja sebagian diantara kita telah menjadi ”korban” pencemaran nama baik sebagaimana uraian di atas, dimana orang lain telah berbuat sedemikian rupa sehingga seolah-olah kita telah menebar kemaksiatan / berita negatif (fitnahan, pornografi, dll) kepada khalayak via internet, padahal kita benar-benar tidak pernah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Jika pada saat ini kita telah menjadi ”korban” pencemaran nama baik sebagaimana uraian di atas, maka menghadapi keadaan yang demikian sulit ini, seharusnya kita tidak perlu panik. Kita juga tidak perlu larut dalam kesusahan, kesedihan maupun kegelisahan. Kembalikan semua urusan ini hanya kepada-Nya, supaya jiwa kita menjadi tenang. “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”. (QS. Al Fajr. 27-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, seharusnya hal itu juga tidak memberikan pengaruh apapun kepada kita. Bukankah seluruh hidup kita, hanya kita persembahkan untuk-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”, (QS. Al An’aam. 162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Tiada artinya pujian dari orang lain, jika pada saat yang sama ternyata kita mendapat murka dari-Nya karena kita telah keluar dari jalan-Nya yang lurus, namun kita telah memakai “topeng”, sehingga seolah-olah dihadapan orang lain kita terlihat sebagai orang-orang yang terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya; biarpun orang-orang telah menghina kita, memalingkan mukanya dari kita, mencela kita, meninggalkan kita, dst. (sebagai dampak dari pencemaran nama baik tersebut, misalnya), namun jika pada saat yang sama justru kita bisa menggapai ridho-Nya karena kita telah berjalan sesuai dengan jalan-Nya yang lurus, maka seharusnya kita tidak perlu pusing dengan sikap mereka itu...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mampu untuk memaafkan mereka, maafkanlah. Semoga kelapangan dada kita dalam menghadapi keadaan yang demikian sulit ini, dapat dilihat oleh Allah sebagai amal kebajikan sehingga dapat menambah ketakwaan kita kepada-Nya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kita tidak mampu untuk memaafkan mereka, maka kembalikan semua urusan ini hanya kepada-Nya. Yakinlah, bahwa Allah akan memberikan keputusan terbaik diantara kita. Karena Allah adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS. Al Mumtahanah. 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sekali lagi, bahwa berdasarkan penjelasan Allah dalam surat Al An’aam ayat 162, aktivitas / kegiatan apapun yang kita lakukan, semuanya harus kita niatkan hanya karena Allah semata. Sehingga jika ada orang lain yang ingin menghancurkan nama baik kita sebagaimana uraian di atas, maka seharusnya hal itu tidak memberikan pengaruh apapun kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sebagai manusia biasa, kita juga mesti berupaya untuk memberikan penjelasan tentang duduk permasalahan yang sebenarnya kepada khalayak, agar tidak timbul fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS. Al Mumtahanah. 5). Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6043227640411170312?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6043227640411170312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/09/pencemaran-nama-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6043227640411170312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6043227640411170312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/09/pencemaran-nama-baik.html' title='PENCEMARAN NAMA BAIK'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-7486389595668435013</id><published>2011-09-03T00:32:00.005+07:00</published><updated>2011-09-23T10:12:32.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>MENANTI SAAT PERJUMPAAN DENGAN-MU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…,&lt;br /&gt;Pada saat ini,&lt;br /&gt;Kami sedang menanti saat perjumpaan dengan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cepat atau lambat,&lt;br /&gt;Kami sadari ataupun tidak,&lt;br /&gt;Kami ingat ataupun kami lupakan,&lt;br /&gt;Yang pasti tetap saja,&lt;br /&gt;Bahwa dari hari ke hari,&lt;br /&gt;Kami semakin dekat dengan saat perjumpaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Engkau telah berfirman dalam Al Qur’an surat Faathir ayat 11, yang artinya adalah: ”Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”. (QS. Faathir. 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. (QS. Maryam. 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…,&lt;br /&gt;Kamipun menyadari,&lt;br /&gt;Betapa sesungguhnya saat perjumpaan itu,&lt;br /&gt;Adalah benar-benar sudah teramat dekat di depan mata kami,&lt;br /&gt;Berapapun umur kami saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Engkau juga telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Mu’minuun ayat 114, bahwa sesungguhnya: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui". (QS. Al Mu’minuun. 114).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu,&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepada kami,&lt;br /&gt;Serta petunjuk kepada kami,&lt;br /&gt;Sehingga kami mampu untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Mu,&lt;br /&gt;Dengan mengisi sisa umur kami yang tinggal sedikit ini dengan segala kebaikan,&lt;br /&gt;Serta senantiasa tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa ini untuk bersantai, apalagi sampai bermaksiat kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…,&lt;br /&gt;Bimbinglah kami,&lt;br /&gt;Dan limpahkanlah kesabaran kepada kami,&lt;br /&gt;Agar kami dapat mengakhiri hidup ini dalam keadaan berserah diri kepada-Mu,&lt;br /&gt;Sehingga kami dapat berjumpa dengan-Mu (QS. Maryam. 95), sedangkan Engkau ridho kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (QS. Al A’raaf. 126). Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/sendirian.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/sendirian.html&lt;/a&gt;    &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-7486389595668435013?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/7486389595668435013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/09/menanti-saat-perjumpaan-dengan-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7486389595668435013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7486389595668435013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/09/menanti-saat-perjumpaan-dengan-mu.html' title='MENANTI SAAT PERJUMPAAN DENGAN-MU'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2053878241960445007</id><published>2011-09-01T00:39:00.001+07:00</published><updated>2011-09-01T00:39:00.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>PERNIKAHAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat telah bertanya: “Saya seorang yang masih sendiri. Kadang orang tua saya menyuruh saya buat menikah, tapi selama ini saya bertemu (dengan) orang-orang yang berkehidupan negatif dan jauh dari Allah, makanya saya sering menunda-nunda pernikahan dan masih mencari-cari. Apakah saya salah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Perhatikan hadits berikut ini: Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah bersabda: “Dunia ini semuanya sebagai hiburan, dan sebaik-baik hiburannya ialah wanita (istri) yang shalihah”. (H. R. Ahmad, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hadits tersebut juga berlaku untuk wanita / istri. Artinya, bagi seorang wanita / istri, maka sebaik-baik hiburan adalah laki-laki / suami yang sholeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Ketika sorang akhwat memutuskan untuk menikah, maka pada saat itu dia telah memutuskan untuk memilih seseorang yang akan dijadikan sebagai pemimpinnya, untuk memimpin + membimbingnya agar senantiasa berada dalam jalan-Nya yang lurus serta beroleh ridho-Nya. Karena (dalam lingkup keluarga), lelaki (suami) adalah pemimpin wanita (istri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya*, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta`atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. An Nisaa’. 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Nusyuz (meninggalkan kewajiban bersuami isteri): merupakan kesombongan istri, seperti menolak suaminya dari jima’ atau menyentuh badannya atau menolak pindah bersama suaminya atau menutupi pintu terhadap suaminya yang mau masuk atau minta cerai atau keluar dari rumah tanpa ijin dari suaminya (tentunya semuanya itu jika tanpa disertai dengan alasan yang dibenarkan agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...,&lt;br /&gt;Jika yang ditemui adalah orang-orang yang jauh dari Allah, apakah saudaraku rela jika saudaraku nantinya justru "dibimbing" menuju murka-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, lebih baik berhati-hati (tidak tergesa-gesa) daripada salah pilih. Sambil terus berusaha serta berdo'a / berharap kepada-Nya. Karena: “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. 112. 2). Karena “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Anfaal. 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah segera mempertemukan saudaraku dengan seorang laki-laki yang sholeh, yang dapat membimbing saudaraku agar senantiasa berada dalam jalan-Nya yang lurus serta beroleh ridho dari-Nya. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Artikel berikut ini sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan masalah yang sedang saudaraku hadapi. Namun aku berharap, semoga kita bisa mengambil hikmah darinya. Jika berkenan membacanya, silahkan klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/04/berharaplah-hanya-kepada-allah-semata.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/04/berharaplah-hanya-kepada-allah-semata.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2053878241960445007?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2053878241960445007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/09/pernikahan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2053878241960445007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2053878241960445007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/09/pernikahan.html' title='PERNIKAHAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-1842804118466229196</id><published>2011-08-05T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-08-04T03:17:33.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif II'/><title type='text'>HANYA INGIN MENJALIN PERSAHABATAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Menjelang natal, Pak Fulan telah dimintai tolong oleh tetangganya yang Nasrani untuk membantu membuat pohon natal beserta pernak-perniknya. Mendapat permintaan tersebut, Pak Fulan dengan senang hati ingin memenuhinya karena didorong oleh keinginannya untuk membina persahabatan dengannya. Terlebih lagi, Islam juga mengajarkan adanya toleransi beragama. Demikian pemahaman Pak Fulan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekipun demikian, ada sedikit kebimbangan dalam pikiran Pak Fulan. Oleh karena itu, dia-pun bertanya kepada Pak RT terkait dengan masalah tersebut. Kebetulan sekali, Pak RT (yang juga seorang muslim) sangat mendukung ”niatan baik” dari Pak Fulan. ”Innamal a’malu bin niyat”, demikian kata Pak RT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah..., Pak RT menjelaskan bahwa segala amal itu tergantung pada niatnya. Pak RT menjelaskan, bahwa niat itu merupakan timbangan penentu kesahihan amal. Apabila niatnya baik, maka amal menjadi baik. Apabila niatnya jelek, amalnya-pun menjadi jelek. ”Nah, karena niat kita hanyalah karena ingin membina persahabatan / membina hubungan baik dengan tetangga, maka tak apalah jika permintaannya untuk dibantu membuat pohon natal tersebut dipenuhi. Terlebih lagi, hal ini juga untuk mewujudkan kerukunan beragama di lingkungan RT kita”. Demikian Pak RT menjelaskan kepada Pak Fulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan Pak RT tersebut, maka semakin mantablah keinginan Pak Fulan untuk memenuhi permintaan tetangganya tersebut. Apalagi dalam memberi penjelasan, Pak RT juga melafalkan Bahasa Arab dalam mengutip salah satu hadits yang mendasarinya, kemudian menjelaskan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Pak Fulan sudah mulai melangkahkan kaki menuju rumah tetangganya tersebut. Di tengah jalan, dia berjumpa dengan sahabatnya, yaitu Pak Nafil. Maka Pak Fulan-pun menceritakan maksud kepergiannya. Pak Fulan juga menceritakan penjelasan Pak RT semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berita dari Pak Fulan, khususnya tentang penjelasan dari Pak RT tersebut, Pak Nafil hanya geleng-geleng kepala. Akhirnya Pak Nafil-pun menjelaskan, bahwa memang benar jika segala amal itu tergantung pada niatnya. Untuk memperkuat penjelasannya, Pak Nafil juga mengutip sebuah hadits yang mendasarinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu beliau mengatakan : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Nafil menjelaskan, dari hadits tersebut menunjukkan bahwa niat itu merupakan timbangan penentu kesahihan amal. Apabila niatnya baik, maka amal menjadi baik. Sedangkan apabila niatnya buruk, maka amalnya-pun menjadi buruk. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Namun yang dimaksudkan di sini adalah terkait dengan ”keikhlasan” kita dalam melaksanakan perintah Allah&lt;/span&gt;. Contohnya pada saat kita hendak melaksanakan sholat berjama’ah di masjid. Maka harus kita niatkan karena Allah semata agar bisa membuahkan pahala. Sedangkan jika kita berniat karena ingin mendapat pujian dari orang lain / riya’, maka akan sia-sialah ibadah sholat kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga pada saat kita bersedekah. Hal ini-pun harus kita niatkan karena Allah semata agar bisa membuahkan pahala. Sedangkan jika kita berniat karena ingin mendapat pujian dari orang lain / riya’, maka akan rusaklah amalan kita tersebut. Artinya kita tidak akan beroleh apapun dari sedekah yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqarah. 264).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lainnya adalah pada saat kita makan. Jika kita niatkan untuk memperkuat serta menjaga kesehatan tubuh kita sehingga dapat mempermudah kita dalam melaksanakan ketaatan kita kepada-Nya, maka insya Allah juga bisa membuahkan pahala, karena kita meniatkannya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu semua tidak berlaku untuk amalan-amalan yang dilarang Allah. Contohnya berjudi. Sekalipun niatnya baik (karena diniatkan untuk memenuhi kewajibannya dalam memberi nafkah bagi keluarganya) maka hal ini tetap terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan keinginan untuk membantu membuatkan pohon natal bagi tetangga yang beragama Nasrani. Membantu membuat pohon natal, dapat diartikan sebagai sikap mendukung peribadatan mereka. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantarkan kita kepada pengkaburan akidah. Karena sikap seperti ini dapat dipahami sebagai pengakuan akan “ketuhanan” Nabi Isa Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Pak Nafil memberi penjelasan panjang lebar kepada Pak Fulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho..., bukannya Islam juga mengajarkan adanya toleransi beragama?” Pak Fulan mencoba menyanggah penjelasan Pak Nafil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Yang menjadi acuan kita adalah Al Qur’an. Bukankah Al Qur’an sudah menjelaskannya dalam surat Al Kaafiruun ayat 6 (yang artinya adalah): “Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku". (QS. Al Kaafiruun: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam bertoleransi, cukuplah kita mengatakan: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”&lt;/span&gt;. Kalau dia mau merayakan ibadah natal, biarlah dia merayakannya tanpa adanya gangguan dari kita. Dalam urusan akidah / keyakinan, biarlah semuanya berjalan sendiri-sendiri, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tidak boleh ada kerja sama, tidak boleh ada intervensi (campur tangan) dari pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Bimbinglah kami,&lt;br /&gt;Sehingga kami tetap mampu untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang semua ajaran Islam, sesuai dengan yang Engkau ajarkan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS. Al Faatihah. 6 – 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan. Juga mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Pak Fulan dan Pak Nafil pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Artikel terkait, silahkan klik di sini:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-1842804118466229196?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/1842804118466229196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/hanya-ingin-menjalin-persahabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1842804118466229196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1842804118466229196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/hanya-ingin-menjalin-persahabatan.html' title='HANYA INGIN MENJALIN PERSAHABATAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-108665210156543228</id><published>2011-08-03T00:06:00.006+07:00</published><updated>2011-09-14T08:24:47.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cobaan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><title type='text'>CURHAT SEORANG MUALLAF</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman muallaf telah mengirim pesan via facebook sebagai berikut: “Pak Imron, saya mau curhat nich. Kondisi saya seperti melancong ke suatu daerah terkenal (Islam) tetapi begitu sampai di sana, saya hanya diam di salah satu desanya saja. Dan ’nggak ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;guide&lt;/span&gt; yang membimbing bahwa kota tersebut luas dan banyak keindahannya. Kalaupun ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;guide&lt;/span&gt; (guru agama) tersebut, saya harus mempersiapkan dana untuk membayar jasanya, padahal dana-pun saya terbatas. Banyak dari mereka yang hidup dengan syi'ar. Seperti itu keadaan saya. Bukan maksud saya untuk mengeluh atau kufur. Afwan sudah merepotkan. Saya lagi kebingungan harus bagaimana agar saya, istri dan anak-anak saya dan tetangga atau teman-teman saya bisa selamat dunia akhirat karena keterbatasan ilmu dan dana. Apalagi kondisi dan situasi yang sangat luar biasa yang sedang saya alami pada saat-saat ini. Khawatir saya tidak bisa buka facebook karena tidak ada dana. Ini nomer HP saya: 081 xxx xxx xxx”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saudaraku tinggal di Surabaya, maka saudaraku bisa datang ke Masjid Al Falah, Jl. Raya Darmo 137A Surabaya (sebuah masjid besar di dekat Kebun Binatang Surabaya). Di sana mempunyai satu lembaga khusus untuk membina muallaf secara ”GRATIS”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kondisi / situasi yang sangat luar biasa yang sedang saudaraku alami saat ini, sebaiknya saudaraku sikapi dengan tenang saja. Santai saja wahai saudaraku, anda tidak sendirian. Jika berkenan membacanya, silahkan klik tautan berikut ini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/hikmah-silaturrahim.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/hikmah-silaturrahim.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, yakinlah bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Jika berkenan membacanya, silahkan klik tautan berikut ini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/sesudah-kesulitan-itu-ada-kemudahan.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/sesudah-kesulitan-itu-ada-kemudahan.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menyampaikan pesan sebagai berikut: "Saya masuk Islam 28 Sya'ban 4 tahun lalu. Usaha saya awalnya maju, hingga pada saat saya masuk Islam, usaha saya turun secara bertahap hingga langganan saya disabotase oleh salah satu anak karyawan saya. Jatuhnya dengan diberikan ujian berupa strawberry yang datang banyak yang busuk. Padahal perjanjian barang busuk bisa potong nota. Hingga mencapai kerugian hingga 100 juta lebih. Yang baru terbayar sedikit yang mana tersisa sekitar kurang lebih 90 jutaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dari keluarga sudah dicoret dari kepemilikan waris, yang rencananya digunakan untuk membayar hutang. Dan ujian tersebut datang silih berganti hingga istri saya akhirnya menentukan Islam sebagai agamanya, 7 Syawal tahun lalu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini, langganan saya semakin berkurang hingga dapat saya perhitungkan (na'udzubillah) saya dan keluarga beberapa bulan lagi pindah kontrakan yang entah akan kemana (itu juga bila ada biaya). Kemudian saya pada saat ini (sedang) diuji keimanan (saya) dimana ibadah selalu dibuat was was hingga tingkatan pada menghujat Allah dan Rasul. Saya benar-benar bingung dan tidak tentu arah harus bagaimana. Saya sudah keliling mencari guru hingga pada habib dan kyai yang saya rahasiakan identitasnya, yang kiranya dapat membimbing saya di Islam dan hasilnya bla.....bla.....bla..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah..., itu sekilas (tentang) kehidupan saya selama di Islam. Maaf, bukan bermaksud menyusahkan &amp;amp; demi Allah SWT bukan meminta sumbangan. Justru (saya) kebingungan di dalam Islam harus bagaimana dan juga karena ’nggak ada yang support".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Berbahagialah anda, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti anda. Jika berkenan membacanya, silahkan klik tautan berikut ini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang cobaan / kondisi / situasi yang sangat luar biasa yang sedang saudaraku alami saat ini, sebaiknya saudaraku sikapi dengan tenang saja. Santai saja wahai saudaraku, anda tidak sendirian. Semoga artikel tentang hikmah silaturrahim pada tautan di atas (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/hikmah-silaturrahim.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/hikmah-silaturrahim.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;) bisa menguatkan saudaraku dalam menghadapi cobaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada alasan sedikitpun bagi kita untuk mengeluh, bagaimanapun situasi/kondisi yang sedang kita hadapi. Semoga artikel pada tautan berikut ini (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/08/pantaskah-kita-mengeluh.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/08/pantaskah-kita-mengeluh.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;) bisa membantu saudaraku dalam menghadapi cobaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan: ”Saya pada saat ini (sedang) diuji keimanan (saya), dimana ibadah selalu dibuat was was hingga tingkatan pada menghujat Allah dan Rasul. Saya benar-benar bingung dan tidak tentu arah harus bagaimana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang saja, wahai saudaraku. Semoga artikel pada tautan berikut ini (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-hidup-ini-termat-indah.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-hidup-ini-termat-indah.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;) bisa menyadarkan kita semua bahwa ternyata hidup ini teramat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang bisa kusampaikan. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-108665210156543228?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/108665210156543228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/08/curhat-seorang-mualaf.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/108665210156543228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/108665210156543228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/08/curhat-seorang-mualaf.html' title='CURHAT SEORANG MUALLAF'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2097498499146448942</id><published>2011-08-01T01:01:00.000+07:00</published><updated>2011-08-01T01:01:00.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>MENUKAR KESENANGAN YANG SEDIKIT DENGAN KESULITAN YANG TIADA TARA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa dalam Al Qur’an, Allah SWT. telah berfirman: “&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian&lt;/span&gt;, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. 103. 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat tersebut, diperoleh penjelasan bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;semuanya…!!!&lt;/span&gt; Kecuali hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Memang begitulah pada kenyataannya. Kebanyakan di antara kita benar-benar berada dalam kerugian yang nyata...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, betapa banyak di antara kita yang dengan senang hati menukar kesenangan yang sedikit selama masa hidup kita yang teramat singkat di dunia ini, dengan kesulitan yang tiada tara, kelak di alam akhirat nanti!!! Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, betapa begitu banyak di antara kita yang justru berusaha keras untuk mencari kesempatan agar kita dapat menukar kesenangan yang sedikit selama masa hidup kita yang teramat singkat di dunia ini, dengan kesulitan yang tiada tara, kelak di alam akhirat nanti. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, segera bertaubatlah jika selama ini masih bergelimang dalam dosa, mumpung kesempatan untuk bertaubat itu masih ada. Segera memohon ma’aflah kepada saudara-saudara kita yang lain, apabila kita telah melakukan kesalahan kepada mereka, mumpung hal itu masih bisa kita lakukan. Hormatilah kedua orang tua kita. Bahagiakanlah mereka berdua. Jangan sakiti keduanya, walau hanya sedikit, supaya kita terhindar dari ancaman adzab-Nya yang teramat dahsyat. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku". (QS. 6. 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersyukurlah atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Janganlah kita melupakan nikmat-Nya, supaya kita terhindar dari adzab-Nya yang teramat pedih. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim. 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2097498499146448942?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2097498499146448942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/08/menukar-kesenangan-yang-sedikit-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2097498499146448942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2097498499146448942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/08/menukar-kesenangan-yang-sedikit-dengan.html' title='MENUKAR KESENANGAN YANG SEDIKIT DENGAN KESULITAN YANG TIADA TARA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-1761399934003941855</id><published>2011-07-05T00:50:00.001+07:00</published><updated>2011-07-16T05:24:50.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tipu Daya Syaitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>BELAJAR DARI KISAH FIR’AUN (III)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesungguhnya Fir’aun adalah orang yang sangat sombong di muka bumi ini. Sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas, sebagaimana penjelasan beberapa ayat berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mu`jizat-mu`jizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa”. (QS. Yunus. 75).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Dan (juga) Qarun, Fir`aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)”. (QS. Al ’Ankabuut. 39).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Dan berlaku angkuhlah Fir`aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami”. (QS. Al Qashash. 39). ”Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim”. (QS. Al Qashash. 40).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Meskipun Fir’aun benar-benar telah melampaui batas, bahkan telah mengaku dirinya sebagai tuhan, ternyata ”pintu-pintu kesuksesan duniawi” justru terbuka di depan matanya. Hingga pada saat yang tepat, Allah telah timpakan siksa kepadanya dengan sekonyong-konyong, sehingga dia hanya bisa terdiam berputus asa (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam Al Qur’an, Allah SWT. telah berfirman: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’aam: 44).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Satu pelajaran lagi yang bisa kita petik dari kisah ini. Karena seringkali kita tidak sabar melihat orang-orang yang telah berlaku aniaya terhadap kita, justru diliputi dengan berbagai kesenangan duniawi. Karena seringkali kita tidak kuat melihat orang-orang yang telah berlaku aniaya terhadap kita, justru kariernya terus menanjak, dihormati banyak orang, diberi kekayaan yang melimpah, dll, dst. Padahal, seharusnya mereka itu segera beroleh balasan yang setimpal sesuai dengan perbuatan aniaya yang telah mereka timpakan kepada kita (hal seperti ini yang seringkali hinggap dalam pikiran kita).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekali-kali janganlah kita mempunyai pemikiran seperti itu. Karena hal itu dapat menjerumuskan kita untuk berburuk sangka kepada Allah, seolah-olah Allah telah berlaku tidak adil kepada kita (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yakinlah..., bahwa cepat atau lambat, Allah pasti akan menunjukkan keadilan-Nya. Karena sesungguhnya janji-janji Allah adalah “pasti”. Dan Allah lebih mengetahui kapan saat yang tepat untuk melaksanakan janji-janji-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? ...” (QS. At Taubah. 111).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih dari itu, serahkanlah semua urusan ini kepada-Nya. Yakinlah, bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ya… Rabbi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berilah kekuatan kepada kami, sehingga kami benar-benar dapat ridha dengan apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Cukuplah Engkau bagi kami. Sesungguhnya kami hanya berharap kepada Engkau. Semoga Engkau berikan karunia-Mu kepada kami. Amin...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;NB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Fir’aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;{Tulisan ke-3 dari 3 tulisan}&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-1761399934003941855?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/1761399934003941855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-kisah-firaun-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1761399934003941855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1761399934003941855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-kisah-firaun-iii.html' title='BELAJAR DARI KISAH FIR’AUN (III)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6197088996293865927</id><published>2011-07-03T00:41:00.000+07:00</published><updated>2011-07-03T00:41:00.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tipu Daya Syaitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>BELAJAR DARI KISAH FIR’AUN (II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari tulisan terdahulu yang berjudul “Belajar Dari Kisah Fir’aun (I)”, diperoleh penjelasan bahwa dengan kekuasaan yang demikian besar yang telah dimilikinya, Fir’aun justru telah berbuat semena-mena dengan menimpakan kepada Bani Israil siksaan yang seberat-beratnya. Bahkan Fir’aun telah membunuh / menyembelih setiap anak-anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, hanya karena kekhawatirannya bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil. Dan ternyata tindakan Fir’aun yang telah teramat melampaui batas ini, dapat terus berlangsung hingga bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, dengan melupakan peringatan-peringatan yang telah diberikan-Nya kepada Fir’aun, nampaklah bahwa semua pintu-pintu kesenangan duniawi justru telah dibukakan untuk mereka (Fir’aun dan pengikut-pengikutnya). Seolah hal itu semua telah menjadi pembenaran dari ketakaburan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada puncaknya, yaitu ketika Fir’aun menghadapi sakaratul maut, Allah telah melupakannya, meski Fir’aun telah menyatakan beriman kepada Allah (percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil) serta berserah diri kepada-Nya (kepada Allah). Padahal, pada saat menghadapi sakaratul maut itulah, kebutuhan seorang hamba akan pertolongan-Nya mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir`aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan*.” (QS. Al Baqarah. 50). *) Waktu Nabi Musa A.S. membawa Bani Israel keluar dari negeri Mesir menuju Palestina dan dikejar oleh Fir’aun, mereka harus melalui Laut Merah sebelah utara. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi Musa A.S. memukul laut itu dengan tongkatnya. Perintah itu dilaksanakan oleh Nabi Musa A.S. hingga terbelahlah laut itu dan terbentanglah jalan raya ditengah-tengahnya dan Nabi Musa A.S melalui jalan itu sampai selamatlah ia dan kaumnya ke seberang. Sedangkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya melalui jalan itu pula, tetapi diwaktu mereka berada di tengah-tengah laut, kembalilah laut itu seperti semula, lalu tenggelamlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kemudian (Fir`aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Fir`aun), serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya”, (QS. Al Israa’. 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka Fir`aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka”. (QS. Thaahaa. 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sekali lagi, ketika Fir’aun sedang menghadapi sakaratul maut, maka Allah telah melupakannya sebagaimana dahulu Fir’aun telah lupa kepada Allah. Hingga pada akhirnya, Fir’aun termasuk golongan orang-prang yang merugi dan akan beroleh siksa yang teramat pedih (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan”. (QS. Al A’raaf. 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas”, (QS. An Naazi’aat. 17). ”(Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (QS. An Naazi’aat. 24). ”Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia”. (QS. An Naazi’aat. 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir`aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya”. (QS. Ali ’Imran. 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya”. (QS. Al Anfaal. 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Anfaal. 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka Fir`aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat”. (QS. Al Muzammil. 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma`ruf** dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik”. (QS. At Taubah. 67). **) Yang dimaksud dengan ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. Sedangkan yang dimaksud dengan munkar adalah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari kisah Fir’aun tersebut, sesungguhnya terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah. ”Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya)”. (QS. An Naazi’aat. 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari kisah Fir’aun tersebut, sesungguhnya terdapat pesan bagi kita semua agar senantiasa mawas diri (instrospeksi) ketika pintu-pintu kesuksesan duniawi terbuka di depan mata kita, apakah kita telah meraihnya dengan jalan yang benar. Karena bisa jadi ketika pintu-pintu kesuksesan duniawi terbuka di depan mata kita, justru kita tengah berada dalam ancaman siksa Allah, khususnya ketika kita telah meraihnya dengan jalan yang tidak benar (na’udzubillahi mindzalika!). Bukankah Allah SWT. telah berfirman dalam surat Al An’aam ayat 44 …???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’aam: 44). Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling mengerikan adalah ketika seorang hamba sedang menghadapi sakaratul maut, sementara Allah telah melupakannya sebagaimana dahulu dia telah lupa kepada Allah (na’udzubillahi mindzalika!). Padahal pada saat menghadapi sakaratul maut itulah, kebutuhan seorang hamba akan pertolongan-Nya mencapai puncaknya. Karena jika hal ini sampai terjadi (jika Allah telah melupakannya ketika dia sedang sakaratul maut), maka kesulitan yang teramat sangat akan menantinya (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman. 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Fir’aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;{Bersambung; tulisan ke-2 dari 3 tulisan}&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6197088996293865927?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6197088996293865927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-kisah-firaun-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6197088996293865927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6197088996293865927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-kisah-firaun-ii.html' title='BELAJAR DARI KISAH FIR’AUN (II)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-457282133868427259</id><published>2011-07-01T00:36:00.001+07:00</published><updated>2011-07-01T00:36:00.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tipu Daya Syaitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>BELAJAR DARI KISAH FIR’AUN (I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Diantara kita semua pasti mengenal Fir’aun, orang yang sangat sombong di muka bumi ini. Sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas. Dan puncak dari kesombongannya adalah pengakuan dirinya sebagai tuhan (na’udzubillahi mindzalika!), sebagaimana penjelasan beberapa ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pergilah kamu berdua kepada Fir`aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas”; (QS. Thaahaa. 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”(Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (QS. An Naazi’aat. 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Fir`aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan". (QS. Asy Syu’araa’. 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan berkata Fir`aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat*, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (QS. Al Qashash. 38). *) Maksudnya membuat batu bata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan berkatalah Fir`aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu”, (QS. Al Mu’min. 36). ”(yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Fir`aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir`aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian”. (QS. Al Mu’min. 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Meskipun Fir’aun benar-benar telah melampaui batas, bahkan telah mengaku dirinya sebagai tuhan, ternyata ”pintu-pintu kesuksesan duniawi” justru terbuka di depan matanya. Hal ini antara lain tercermin dari kekayaannya yang melimpah serta pengikut-pengikut / bala tentaranya yang banyak, serta kekuasaan yang demikian besar yang telah dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksan yang pedih". (QS. Yunus. 88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, `Aad, Fir`aun yang mempunyai tentara yang banyak”, (QS. Shaad. 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dengan kekuasaan yang demikian besar yang telah dimilikinya, maka Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dengan angkuhnya Fir’aun telah menimpakan kepada Bani Israil, siksaan yang seberat-beratnya. Bahkan Fir’aun telah membunuh / menyembelih setiap anak-anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, hanya karena kekhawatirannya bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil. Dan ternyata tindakan Fir’aun yang telah teramat melampaui batas ini, dapat terus berlangsung hingga bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir`aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Yunus. 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Fir`aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka*, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir`aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al Qashash. 4). *) Golongan yang ditindas itu ialah Bani Israil yang mana anak-anak laki-laki mereka dibunuh dan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir`aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu*.” (QS. Al Qashash. 6). *) Fir’aun selalu khawatir bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil karena itu dia membunuh setiap anak-anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil. Ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi apa yang dikhawatirkannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir`aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu”. (QS. Al Baqarah. 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir`aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu". (QS. Al A’raaf. 141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir`aun (kepada Fir`aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Fir`aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka". (QS. Al A’raaf. 127).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir`aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu". (QS. Ibrahim. 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sekali lagi, dengan kekuasaan yang demikian besar yang telah dimilikinya, Fir’aun justru telah berbuat semena-mena, dengan menimpakan kepada Bani Israil siksaan yang seberat-beratnya. Bahkan Fir’aun telah membunuh / menyembelih setiap anak-anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, hanya karena kekhawatirannya bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil. Dan ternyata tindakan Fir’aun yang telah teramat melampaui batas ini, dapat terus berlangsung hingga bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sampai di sini, dengan melupakan peringatan-peringatan yang telah diberikan-Nya kepada Fir’aun, nampaklah bahwa semua pintu-pintu kesenangan duniawi, justru telah dibukakan untuk mereka (Fir’aun dan pengikut-pengikutnya). Seolah hal itu semua telah menjadi pembenaran dari ketakaburan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada puncaknya, yaitu ketika Fir’aun menghadapi sakaratul maut, Allah telah melupakannya, meski Fir’aun telah menyatakan beriman kepada Allah (percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil) serta berserah diri kepada-Nya (kepada Allah). Padahal, pada saat menghadapi sakaratul maut itulah, kebutuhan seorang hamba akan pertolongan-Nya mencapai puncaknya. (Pada kenyataannya, setiap saat kita semua senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir`aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir`aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Yunus. 90). ”Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Yunus. 91). ”Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu* supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”. (QS. Yunus. 92). *) Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya, menurut sejarah, setelah Fir’aun itu tenggelam mayatnya terdampar dipantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di museum di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fir’aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;{Bersambung; tulisan ke-1 dari 3 tulisan}&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-457282133868427259?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/457282133868427259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-kisah-firaun-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/457282133868427259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/457282133868427259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-kisah-firaun-i.html' title='BELAJAR DARI KISAH FIR’AUN (I)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2648000691224643100</id><published>2011-06-05T00:15:00.003+07:00</published><updated>2011-06-24T11:06:45.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu II'/><title type='text'>SEPUTAR URUSAN ALAM GHAIB</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Seorang teman telah bertanya tentang seputar urusan alam ghaib / tentang seputar masalah (alam) ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya ilmu pengetahuan yang kita miliki ternyata sangatlah terbatas. Semakin tinggi pendidikan kita, justru semakin menyadarkan kita, bahwa semakin banyak ilmu pengetahuan yang tidak kita ketahui. Teramat banyak ilmu pengetahuan yang tidak kita kuasai, karena pada kenyataannya kita memang tidak mungkin menguasai semua ilmu, meski setinggi apa-pun pendidikan kita. “... dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al Israa’. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat lain yang menggambarkan betapa ilmu kita (termasuk semua makhluk Allah yang lain) adalah sangat terbatas, adalah QS. Al Israa’ ayat 88. Karena terbatasnya ilmu yang dimiliki, maka seandainya semua makhluk berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an (kitab suci yang benar-benar datang dari Allah, Tuhan yang ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu), niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Al Qur'an, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. Al Israa’. 88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Selain penjelasan Al Qur'an sebagaimana uraian di atas, bukti-bukti yang ada juga menunjukkan betapa ilmu kita adalah sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Geosentris yang menganggap bumi adalah pusat alam semesta, misalnya. Dengan keterbatasan ilmu pengetahuan manusia pada saat itu, teori geosentris sempat dianggap sebagai “suatu kebenaran”. Bahkan berlangsung hingga ratusan tahun. Hingga akhirnya ditumbangkan oleh teori Heliosentris yang menganggap bahwa matahari adalah pusat alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada saat ini-pun terbukti bahwa alam semesta tidaklah berpusat pada matahari. Karena matahari sendiri ternyata hanya salah satu bintang dari miliaran bintang yang ada dalam suatu gugusan bintang yang juga disebut galaxy (galaxy Bima Sakti / Milky Way). Bersama bintang-bintang yang lain, ternyata matahari juga berputar mengelilingi pusat galaxy Bima Sakti. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, nampaklah bahwa teori ilmiah tidak akan pernah final. Apa yang dianggap benar pada saat ini, pada suatu saat bisa saja dianggap salah dan sebaliknya. Dan (sekali lagi) ini benar-benar suatu tanda betapa ilmu kita adalah sangat terbatas. Artinya tidak ada kebenaran mutlak pada teori ilmiah ciptaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Jika untuk urusan / masalah yang dhohir (kasat mata) saja, ternyata ilmu kita sangatlah terbatas. Apalagi untuk urusan alam ghaib, maka teramat sedikitlah yang kita ketahui. Oleh karena itu, jika saudaraku bertanya tentang seputar urusan / masalah ghaib (tidak kasat mata), maka aku hanya bisa mengatakan, bahwa hal itu termasuk urusan Tuhanku, karena tidaklah aku diberi pengetahuan tentang hal itu melainkan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit&lt;/span&gt;". (QS. Al Israa’. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perhatikan pula penjelasan Allah dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 34 berikut ini: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Luqman. 34).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali lagi...,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Jika saudaraku bertanya tentang seputar urusan alam ghaib (tidak kasat mata), maka aku hanya bisa mengatakan, bahwa hal itu termasuk urusan Tuhanku, karena tidaklah aku diberi pengetahuan tentang hal itu melainkan sedikit.&lt;/span&gt; Kecuali jika ada penjelasan dari Allah (melalui ayat-ayat Al Qur’an) maupun dari Rasulullah SAW (melalui Hadits-nya).&lt;/span&gt; Sebagai contohnya, aku dengan sangat yakin bisa mengatakan bahwa Iblis itu tercipta dari api (sekalipun aku belum pernah melihat Iblis secara kasat mata, apalagi melihat saat penciptaannya). Karena Allah telah menjelaskannya dalam Al Qur’an surat Al A’raaf ayat 12 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Engkau ciptakan saya dari api&lt;/span&gt; sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS. Al A’raaf. 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan yang bisa aku sampaikan. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2648000691224643100?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2648000691224643100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/06/seputar-urusan-alam-ghaib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2648000691224643100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2648000691224643100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/06/seputar-urusan-alam-ghaib.html' title='SEPUTAR URUSAN ALAM GHAIB'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2989576740890425729</id><published>2011-06-03T00:01:00.010+07:00</published><updated>2011-06-03T19:07:57.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tipu Daya Syaitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>MELEGALKAN PERJUDIAN</title><content type='html'>Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah bahwa menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah semata. Katakanlah: "Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.&lt;/span&gt; Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (QS. Al An’aam. 57).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah pula, bahwa sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut kehendak-Nya. Dan sesungguhnya tidak ada satu pihakpun yang dapat menolak ketetapan-Nya. Demikian penjelasan Allah dalam Al Qur'an surat Ar Ra’d ayat 41: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya”. (QS. Ar Ra’d. 41).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi yang harus kita ketahui. Bahwa sesungguhnya kita tidak boleh mengambil sebagian saja hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu hukum-hukum yang kita senangi saja. Sementara hukum-hukum yang lain yang tidak kita senangi kita buang begitu saja. Bukankah Allah telah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah. 208).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa kita diperintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhannya. Artinya kita tidak boleh mengambil sebagian saja hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu hukum-hukum yang kita senangi saja. Sementara hukum-hukum yang lain yang tidak kita senangi kita buang begitu saja&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika hal ini yang kita lakukan (mengambil sebagian hukum-hukum Allah dan membuang sebagian yang lainnya), maka tanpa kita sadari, kita telah memperturutkan langkah-langkah syaitan. Padahal, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kita. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu...,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maa-idah. 50).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Apakah hukum Jahiliyah yang kita kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ditengah perjudian yang marak terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, ada yang mengusulkan agar perjudian tersebut dilegalkan saja dengan membuat semacam lokalisasi perjudian seperti di Genting Highland Malaysia. Tentunya dengan berbagai pertimbangan “positif” menurut versi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Astaghfirullah…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika melegalkan perjudian yang kita pilih (meskipun dilokalisasi di daerah terpencil) maka itu artinya kita telah memilih hukum Jahiliyah daripada memilih hukum Allah. Dan tanpa kita sadari, pada akhirnya kita akan “memandang baik perbuatan ma`siat” di muka bumi ini (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Hijr ayat 39. Karena Allah telah memutuskan bahwa iblis itu sesat, maka pasti iblis akan menjadikan kita memandang baik perbuatan ma`siat di muka bumi ini. Dan pasti iblis juga akan berupaya untuk menyesatkan kita semuanya. Kecuali jika kita termasuk golongan hamba-hamba Allah yang mukhlis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Oleh karena itu, waspadalah wahai saudaraku...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”, (QS. Al Hijr. 39). ”kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". (QS. Al Hijr. 40). *) Yang dimaksud dengan “mukhlis” ialah orang-orang yang diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terinspirasi dari catatan Bpk. &lt;a href="http://www.facebook.com/msyariffuddin"&gt;Syariffuddin Mahmudsyah&lt;/a&gt; di facebook: &lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;KE MAHKAMAH KONSTITUSI: FARHAT ABBAS BERMIMPI JUDI DILEGALKAN DI INDONESIA"&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 204, 255);" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=462360974950"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=462360974950&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2989576740890425729?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2989576740890425729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/06/melegalkan-perjudian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2989576740890425729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2989576740890425729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/06/melegalkan-perjudian.html' title='MELEGALKAN PERJUDIAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8736459379051838128</id><published>2011-06-01T18:57:00.005+07:00</published><updated>2011-12-01T08:13:33.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbakti Kepada Orang Tua'/><title type='text'>AYAH TERCINTA, MA’AFKAN KAMI!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ayah tercinta…,&lt;br /&gt;Rasanya tiada kata-kata yang mampu kami rangkai,&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan betapa besar kasih sayangmu,&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan betapa besar pengorbananmu,&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan betapa besar jasamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tercinta…,&lt;br /&gt;Ma’afkan kami, jika selama ini kami telah melupakan kasih sayangmu,&lt;br /&gt;Ma’afkan kami, jika selama ini kami telah melupakan pengorbananmu,&lt;br /&gt;Ma’afkan kami, jika selama ini kami telah melupakan jasamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah…,&lt;br /&gt;Kami tidak tahu lagi,&lt;br /&gt;Dengan apa kami harus membalas semua budi baikmu.&lt;br /&gt;Ma’afkan kami, ayah…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (QS. Ibrahim. 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al Israa’. 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin...,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin...!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_K1_yruOVD4/Ted9k4WXPfI/AAAAAAAAAF4/soVaSK_mgpc/s1600/Ayahanda+Tercinta+r.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613593533095558642" style="display: block; margin: 0px auto 10px; width: 219px; height: 320px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-_K1_yruOVD4/Ted9k4WXPfI/AAAAAAAAAF4/soVaSK_mgpc/s320/Ayahanda%2BTercinta%2Br.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Foto Kenangan Saat Ayah Tercinta Lulus SMEA Tahun 1964&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8736459379051838128?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8736459379051838128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/06/ayah-tercinta-maafkan-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8736459379051838128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8736459379051838128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/06/ayah-tercinta-maafkan-kami.html' title='AYAH TERCINTA, MA’AFKAN KAMI!'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_K1_yruOVD4/Ted9k4WXPfI/AAAAAAAAAF4/soVaSK_mgpc/s72-c/Ayahanda%2BTercinta%2Br.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-228033906264424330</id><published>2011-05-05T00:21:00.014+07:00</published><updated>2011-05-14T08:51:19.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak II'/><title type='text'>SALING MENGHORMATI DAN SALING MENGHARGAI SESAMA MUSLIM</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang akhwat telah mengirim email sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; "Semoga rahmat Allah selalu mengiringi hari-mu, saudaraku! Saya mau nanya lagi nih Pak Imron. Karena ada salah seorang Syaikh yang selalu mengirimi saya pesan di inbox, tetapi lama-kelamaan saya perhatikan setiap dia memberikan pesan, tidak sekalipun memberikan dalil-dalil dari Al Qur’an maupun As Sunnah, walaupun pesannya tersebut ada benarnya. Dan saya baca di facebook-nya, dia sering sekali mencaci-maki sesama muslim dari kelompok lain, dan dia-pun sering sekali berpesan agar selalu mendo’akan sesama muslim dari kelompoknya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Terimakasih Pak Imron, jika mau menjawab pertanyaan saya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 109, yang artinya adalah sebagai berikut: “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Baqarah. 109).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada ayat lain, diperoleh penjelasan bahwa Islam juga melarang kita kaum muslimin untuk berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim* di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (QS. Al ‘Ankabuut. 46**).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sedangkan dalam surat Al Kaafiruun: 2 – 6, diperoleh penjelasan sebagai berikut: “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku". (QS. Al Kaafiruun: 2 – 6).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari penjelasan beberapa ayat Al Qur’an tersebut di atas, dapat kita simpulkan "&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;betapa indahnya Islam&lt;/span&gt;". Dimana dengan ahli kitab saja (yang sebagian besar diantara mereka telah nyata-nyata ingin menghancurkan iman kita, dimana sebahagian besar diantara mereka benar-benar menginginkan agar kita kaum muslimin dapat kembali kepada kekafiran setelah kita beriman), ternyata kita diperintahkan untuk tetap bersikap toleran serta menghormati mereka (meskipun pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa waspada***). &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;Apalagi dengan saudara sesama muslim (tentulah saudara sesama muslim itu lebih berhak untuk kita hormati).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh karena itu jika ada seseorang yang justru sering sekali mencaci-maki saudara sesama muslim, tentunya pemahamannya tentang Islam patut untuk dipertanyakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika saudaraku menemui orang semacam itu, maka jika saudaraku mempunyai bekal ilmu yang cukup, sebaiknya saudaraku ajak untuk berdiskusi dengan menyertakan argumentasi yang kuat disertai dengan dalil-dalil yang mendasarinya, dengan harapan semoga yang bersangkutan bisa mendapatkan pemahaman yang benar tentang Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun jika saudaraku tidak mempunyai bekal ilmu yang cukup, maka sebaiknya tidak perlu dihiraukan, tidak perlu ambil pusing + tidak perlu ditanggapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akan lebih baik jika kita fokus untuk memperbaiki diri kita sendiri yang masih berlepotan dengan dosa serta memiliki banyak kelemahan + kekurangan ini. Sambil juga terus berupaya menebar kebaikan kepada sesama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikian yang bisa kusampaikan. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari saudara seiman: Imron Kuswandi M.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;NB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;*) Yang dimaksud dengan ”orang-orang zalim” ialah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;**) Hanya saja yang membedakan antara kaum muslimin dengan Ahli Kitab (kaum yahudi dan kaum nasrani), sebagaimana penjelasan Al Qur'an dalam surat At Taubah ayat 30 berikut ini: ”Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At Taubah. 30).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;***) Yang dimaksud dengan sikap waspada itu tidaklah identik dengan sikap membenci atau memusuhi. Sebagai ilustrasi, jika kita mempunyai seorang teman dan jelas-jelas kita ketahui bahwa teman kita tersebut suka mencuri, maka sebaiknya kita tetap berteman / tetap menjaga hubungan baik dengannya / tidak lantas membencinya. Namun pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa waspada terhadap setiap gerak-geriknya. Semoga dengan sikap seperti ini, kita tetap memiliki kesempatan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar kepadanya. Dan semoga Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menjadikan kita sebagai jalan hidayah bagi orang lain. Amin...!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-228033906264424330?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/228033906264424330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/05/saling-menghormati-dan-saling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/228033906264424330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/228033906264424330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/05/saling-menghormati-dan-saling.html' title='SALING MENGHORMATI DAN SALING MENGHARGAI SESAMA MUSLIM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2581354544145318711</id><published>2011-05-03T00:10:00.001+07:00</published><updated>2011-08-20T01:32:18.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Karena ternyata ilmu kita teramat sedikit, maka kita mesti belajar dan terus belajar (tanpa mengenal lelah), sampai kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. Bahkan meski kita sudah lulus S-2 atau S-3 sekalipun. Jangan pernah berhenti belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekali lagi...,&lt;br /&gt;Marilah kita bersama-sama belajar / menuntut ilmu, dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun. Semoga Allah meridhoi niatan baik ini serta mempermudah jalan bagi kita dalam menuntut ilmu. Dan semoga Allah juga memberi kekuatan kepada kita sehingga semangat untuk menuntut ilmu tidak pernah padam hingga ajal menjemput kita. Amin...!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku...,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam agama kita, menuntut ilmu (dan menyebarkannya) benar-benar mendapat tempat yang tinggi. Perhatikan penjelasan Hadits berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, katanya: bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang melintasi sebuah jalan (pergi) untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju syurga”. (HR. Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu*, dan katakanlah: "&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;." (QS. Thaahaa. 114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Maksudnya: Nabi Muhammad SAW dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril AS kalimat demi kalimat sebelum Jibril AS selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad SAW menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2581354544145318711?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2581354544145318711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/05/menuntut-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2581354544145318711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2581354544145318711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/05/menuntut-ilmu.html' title='MENUNTUT ILMU'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-9065246131932899017</id><published>2011-05-01T00:05:00.005+07:00</published><updated>2011-07-16T05:39:11.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbakti Kepada Orang Tua'/><title type='text'>SABAR KEPADA ORANG TUA (III)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat telah mengirim pesan via facebook sebagai berikut: Kepada Yth. Bpk. Imron, saya ingin mencurahkan kegundahan saya dan ingin meminta motivasi apa yang baik buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa aneh dengan tingkah Mama saya terhadap saya. Semenjak kecelakaan yang saya alami dua tahun silam, Mama saya menjadi tidak percaya lagi kepada saya dan kesannya saya seperti di pingit. Saya bisa mengerti, mungkin Mama melakukan ini semua karena sayang kepada saya dan mungkin karena saya pernah berbohong dan membuat saya kecelakaan maut waktu itu (mungkin ini akibatnya karena saya berbohong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi..., yang saya tidak mengerti mengapa kakak perempuan saya -- sebut saja namanya ”D” -- yang umurnya hanya 2 tahun diatas saya, selalu diberi kebebasan oleh Mama. Baik secara keuangan maupun izin jalan, sangat berbeda dengan saya. Saya minta uang pun Mama menolak, sedangkan kakak saya tidak mintapun selalu diberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba berfikir positif dan mungkin ini semua karena saya yang sebelumnya pernah berbohong kepada orang tua. Tapi pikiran yang sebelumnya saya singkirkan, semakin menjadi-jadi dikarenakan orang disekitar saya baik itu keluarga maupun teman saya mengatakan, saya dengan kakak saya si ”D” sangat dibeda-bedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu kadang membuat saya menangis. Sedangkan saya butuh juga hiburan diluar dan kadang memohon kejadian dua tahun silam itu gak akan pernah terjadi lagi. Tapi yang saya dapatkan hanya sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari sikap Mama yang kesannya lebih memilih menyayangi kakak saya ketimbang saya, membuat kakak saya angkuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disetiap saya jalan dengan dia, saya diizinkan. Tapi kakak saya hanya mau jalan sama saya dengan syarat saya yang ongkosin dia (ongkos bensin, ongkos makan). Tapi jika tidak, saya tidak akan boleh jalan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, Mama saya boleh mengizinkan, tapi dengan catatan saya jalan dengan pria yang kaya dan pulang pun harus jam 9 malam tidak boleh lebih. Sementara kakak saya, jam 10 lewat tidak ada dirumah-pun, Mama santai saja. Kadang saya bertanya kepada Mama: ”Mah, sudah jam 10 lewat, kenapa kakak tidak pulang?”. Mama pun menjawab: ”Kakak mu paling gak kemana-mana dan dia bisa pulang sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kadang ngeyel: ”Kenapa giliran saya jalan ditelpon?”. Mama bilang: ”Kamu tuh, selalu iri sama kakakmu!”. Saya bingung Pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Dari cerita yang telah adikku sampaikan, aku dapat menyimpulkan bahwa adikku masih sangat muda, masih sekolah / ikut orang tua + belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usia yang masih sangat muda seperti usia adikku saat ini, dapat dimaklumi bahwa seolah-olah masalah yang sedang adikku hadapi tersebut adalah "masalah besar". Namun bagiku yang sudah banyak makan asam-garam kehidupan ini, sebenarnya apa yang adikku alami tersebut hanyalah masalah "KECIL" saja, yang seharusnya tidak perlu terlalu dirisaukan ataupun dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat nanti (yaitu ketika adikku sudah dewasa + sudah menikah dan harus hidup secara mandiri / tidak tergantung kepada orang tua lagi), maka adikku akan memahami pernyataanku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Langkah terbaik yang harus adikku lakukan adalah: tetaplah berpikir / mengambil sikap positif dari masalah tersebut. Perhatikan kalimat bijak berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Jika ada kelebihan, optimalkan kelebihan itu sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada-Nya. Sebaliknya, jika pada saat ini ada kekurangan pada diri kita, pandanglah kekurangan itu justru sebagai kelebihan kita".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Jika pada saat ini ibunda tercinta sering membatasi gerak langkah adikku, maka pandanglah hal ini justru sebagai kelebihan yang telah diberikan Allah kepada adikku. Karena bisa jadi, dengan sikap ibunda tersebut, Allah telah membentengi diri adikku dari perbuatan maksiat/kesombongan. Betapa tidak, ketika keinginan untuk berbuat maksiat itu ada, ternyata adikku tidak mungkin melakukannya, karena adikku tidak punya kesempatan untuk itu. Pada saat yang lain, ketika adikku akan menyombongkan diri, terpaksa adikku harus menahan diri karena hal itu tak mungkin adikku lakukan, karena adikku tidak punya cukup modal untuk menyombongkan diri. Demikian seterusnya... Bukankah hal ini justru merupakan kelebihan yang telah diberikan Allah kepada adikku? Karena dengan kondisi ini, adikku dapat terhindar dari perbuatan maksiat / kesombongan? (Penjelasan selengkapnya, adikku bisa membaca tulisanku yang berjudul: ”ADAKAH KESEMPATAN UNTUK TIDAK BERSYUKUR?” atau bisa klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/09/adakah-kesempatan-untuk-tidak-bersyukur.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/09/adakah-kesempatan-untuk-tidak-bersyukur.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Lebih dari hal itu semua, perhatikanlah bahwa ternyata begitu banyak ayat-ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua ibu dan bapak, dimana perintah tersebut beriringan dengan perintah untuk beribadah/menyembah serta bersyukur hanya kepada-Nya. Hal ini menunjukkan, betapa berbakti kepada kedua orang tua ibu dan bapak itu benar-benar menduduki tempat yang sangat tinggi. Bahkan dalam sebuah kajian, Prof. Quraisy Syihab memberi penjelasan bahwa selain kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad SAW), berbakti kepada kedua orang tua ibu dan bapak itu benar-benar menduduki tempat tertinggi, melebihi semua yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Tentunya hal ini juga mengisyaratkan kepada kita semua, betapa jasa-jasa orang tua kita adalah tidak ternilai. Bahkan karena teramat tingginya jasa-jasa orang tua kita, rasanya tidak mungkin bagi kita untuk bisa membalasnya dengan cara apapun dan sampai kapanpun...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah jika orang tua kita telah mendzolimi kita? Bagaimana sikap kita terhadap orang tua yang bertindak seperti itu???.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Insya Allah dua tulisanku yang berjudul “BERBAKTI KEPADA IBU DAN BAPAK. I” dan “BERBAKTI KEPADA IBU DAN BAPAK. II”, dapat menjawab permasalahan tersebut. Jika berkenan membacanya, silahkan klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-i.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-i.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; . Mohon juga klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-ii.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-ii.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-9065246131932899017?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/9065246131932899017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/05/sabar-kepada-orang-tua-iii.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/9065246131932899017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/9065246131932899017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/05/sabar-kepada-orang-tua-iii.html' title='SABAR KEPADA ORANG TUA (III)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-4063951752655525955</id><published>2011-04-05T00:01:00.008+07:00</published><updated>2011-04-20T00:52:42.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>MASUKLAH KE DALAM ISLAM SECARA KAAFFAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku..., &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhatikan penjelasan Al Qur’an dalam surat Ibrahim ayat 52, yang artinya adalah: “(Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”. (QS. Ibrahim. 52). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan Al Qur'an surat Ibrahim ayat 52 tersebut, diperoleh keterangan bahwa sesungguhnya Kitab Suci Al Qur'an adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia. Nah..., karena pokok-pokok ajaran Islam ada di dalamnya (Al Qur'an), sedangkan Al Qur'an itu sendiri merupakan Kitab Suci yang sempurna, maka dari sini dapat kita simpulkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna pula, dimana semua problematika kehidupan ini telah diatur di dalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini diperkuat dengan penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Maa-idah ayat 3 (tepatnya pada bagian akhir dari ayat 3 surat Al Maa-idah), dimana bisa kita peroleh penjelasan bahwa sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama Islam dan telah meridhoi Islam sebagai agama kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Maa-idah. 3). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku..., &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena sesungguhnya Islam itu adalah agama yang benar-benar sempurna, dimana semua problematika kehidupan ini telah diatur di dalamnya, sedangkan kesempurnaan agama Islam itu benar-benar datang dari Allah SWT., Tuhan yang ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. Oleh karena itu, janganlah kita termasuk orang-orang yang ragu-ragu untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh (secara kaaffah). Ambillah seluruh hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah tanpa terkecuali, baik yang kita senangi maupun yang tidak kita senangi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku..., &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya Allah telah menjadikan kita berada di atas suatu syariat / peraturan dari urusan / agama yang lurus. Maka ikutilah syariat itu semuanya (tanpa terkecuali) dan janganlah kita mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS. Al Jaatsiyah. 18). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. &lt;span class="Apple-style-span" style="color:#ffcc66;"&gt;Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.&lt;/span&gt; Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (QS. Al An’aam. 57). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali lagi..., &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ambillah seluruh hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah tanpa terkecuali, baik yang kita senangi maupun yang tidak kita senangi. Ikutilah syariat itu semuanya (tanpa terkecuali) dan janganlah kita mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tidak boleh mengambil sebagian saja hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu hukum-hukum yang kita senangi saja. Sementara hukum-hukum yang lain yang tidak kita senangi kita buang begitu saja. Karena Allah telah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208, yang artinya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah. 208).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa kita diperintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhannya. Artinya kita tidak boleh mengambil sebagian saja hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu hukum-hukum yang kita senangi saja. Sementara hukum-hukum yang lain yang tidak kita senangi kita buang begitu saja. Jika hal ini yang kita lakukan (yaitu mengambil sebagian hukum-hukum Allah dan membuang sebagian yang lainnya), maka tanpa kita sadari, kita telah memperturutkan langkah-langkah syaitan. Padahal, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kita. Na’udzubillahi mindzalika! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita hanya mengambil Islam sebagian saja, atau bahkan ingin sepenuhnya mengambil hukum-hukum lain (selain yang ditetapkan oleh Allah), lalu apakah hukum Jahiliyah yang kita kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maa-idah. 50).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut kehendak-Nya. Dan sesungguhnya tidak ada satu pihakpun yang dapat menolak ketetapan-Nya. Demikian penjelasan Allah dalam Al Qur'an surat Ar Ra’d ayat 41:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya”. (QS. Ar Ra’d. 41). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-4063951752655525955?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/4063951752655525955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/04/masuklah-ke-dalam-islam-secara-kaaffah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4063951752655525955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4063951752655525955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/04/masuklah-ke-dalam-islam-secara-kaaffah.html' title='MASUKLAH KE DALAM ISLAM SECARA KAAFFAH'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8695383480135328994</id><published>2011-04-03T00:03:00.002+07:00</published><updated>2011-04-03T00:03:00.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>KISAH DUA ORANG BUTA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Bang Nafil dan Bang Fulan adalah dua orang yang menderita kebutaan (tidak bisa melihat sama sekali). Keduanya telah bersahabat sejak lama, karena kebetulan berasal dari kampung yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, Bang Nafil berkesempatan untuk berkunjung di sebuah Kebun Binatang. Di sana, Bang Nafil sempat berada sangat dekat dengan seekor gajah yang sudah terlatih / jinak. Bahkan Bang Nafil sempat meraba kupingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang lain, Bang Fulan juga berkesempatan untuk berkunjung di Kebun Binatang yang sama. Dan kebetulan sekali, Bang Fulan juga sempat berada sangat dekat dengan gajah yang sama. Namun Bang Fulan hanya sempat meraba belalainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian saat keduanya bertemu di kampung halamannya, keduanya sama-sama bercerita tentang pengalamannya di Kebun Binatang tersebut. Hingga akhirnya, keduanya bercerita tentang “gajah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Nafil bercerita bahwa gajah itu ternyata sejenis hewan yang bentuknya seperti kipas. Namun Bang Fulan membantahnya. Dengan penuh keyakinan, Bang Fulan mengatakan bahwa gajah itu ternyata sejenis hewan yang bentuknya seperti ular, bukan seperti kipas sebagaimana penjelasan Bang Nafil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah...,&lt;br /&gt;Karena keduanya sama-sama belum pernah melihat gajah secara utuh / secara menyeluruh (secara kaaffah), maka perdebatan itu terus berkepanjangan tiada akhir. Masing-masing pihak merasa benar dan menyalahkan pihak lainnya (karena masing-masing pihak merasa didukung oleh bukti yang sangat meyakinkan). Maklumlah, Bang Nafil hanya sempat meraba kupingnya. Sementara Bang Fulan juga hanya sempat meraba belalainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Jika kita melihat kisah di atas, maka dengan mudah kita dapat menyimpulkan, bahwa sekalipun masing-masing pihak merasa benar dengan pendapatnya (karena sama-sama didukung oleh bukti yang sangat meyakinkan), namun sebenarnya pendapat keduanya adalah sama-sama salahnya. Dan kesalahan itu terjadi semata-mata karena keduanya hanya mengetahui gajah secara parsial saja. Bukan secara utuh / secara menyeluruh (secara kaaffah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah di atas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah. 208).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Memahami Islam secara sepotong-sepotong (secara parsial), bisa menimbulkan kesalahpahaman tentang Islam”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bang Nafil dan Bang Fulan pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8695383480135328994?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8695383480135328994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/04/kisah-dua-orang-buta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8695383480135328994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8695383480135328994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/04/kisah-dua-orang-buta.html' title='KISAH DUA ORANG BUTA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8807614691581923734</id><published>2011-04-01T00:04:00.014+07:00</published><updated>2011-06-24T13:35:22.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>TUDUHAN YANG SANGAT KEJI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku…, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam sebuah diskusi terbuka di facebook, seorang teman dari Sulawesi dengan santainya memberikan penilaian negatif terhadap berbagai hal, hanya berdasarkan ”secuil” informasi yang tidak lengkap. Antara lain, dengan santainya dia membuat pernyataan berikut ini: ”Mudah-mudahan anda tahu bahwa 3 dari 4 Khulafaur Rasyidin mati dibunuh...! (Umar, Utsman, dan Ali). Kita harus jujur soal sejarah kita. Mengapa dibunuh? Karena ada ketidakadilan! Mana ada orang yang ujug-ujug langsung bunuh orang tanpa alasan? Dan, alasan untuk membunuh pemimpin tentu berbeda dengan membunuh orang biasa. Alasan membunuh pemimpin pastilah terkait dengan kualitas kepemimpinannya atau kualitas sistem yang dipimpinnya... Jujurlah...”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;----- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perhatikan penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 61, yang artinya adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“…Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;membunuh para nabi&lt;/span&gt; yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”. (QS. Al Baqarah. 61). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terjemahan selengkapnya dari surat Al Baqarah ayat 61 adalah sebagai berikut: “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”. (QS. Al Baqarah. 61). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari surat Al Baqarah ayat 61 tersebut diperoleh penjelasan bahwa mereka (kaum Yahudi) telah membunuh para nabi. Padahal, para nabi itu pada umumnya adalah pemimpin dari umatnya. Nah... terhadap kasus ini, apakah juga bisa dengan santainya disimpulkan bahwa terjadinya pembunuhan para nabi itu (yang notabene adalah para pemimpin mereka) juga disebabkan karena adanya ketidakadilan...??? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam hal ini, yang sesungguhnya terjadi adalah karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri (kaum Yahudi) setelah nyata bagi mereka kebenaran, karena mereka (kaum Yahudi) itu selalu berbuat durhaka dan melampaui batas...!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;ika seseorang berani mengatakan bahwa terjadinya pembunuhan para nabi itu disebabkan karena adanya ketidakadilan, maka secara sadar dia telah melontarkan tuduhan bahwa para nabi itu adalah orang-orang yang dalam menjalankan kepemimpinannya penuh dengan ketidakadilan. Suatu tuduhan yang sangat keji. (Na’udzubillahi mindzalika!).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ya… Rabbi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari menyebut para nabi sebagai orang-orang yang dzalim. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikian juga halnya dengan orang yang berani mengatakan bahwa terjadinya pembunuhan 3 dari 4 Khulafaur Rasyidin itu disebabkan karena adanya ketidakadilan, hanya berdasarkan ”secuil” informasi yang tidak lengkap. Jika seseorang berani mengatakan bahwa terjadinya pembunuhan 3 dari 4 Khulafaur Rasyidin itu disebabkan karena adanya ketidakadilan, maka secara sadar dia telah melontarkan tuduhan, bahwa 3 dari 4 Khulafaur Rasyidin itu adalah orang-orang yang dalam menjalankan kepemimpinannya, penuh dengan ketidakadilan. Sungguh, ini adalah suatu tuduhan yang sangat keji. (Na’udzubillahi mindzalika!). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ya… Rabbi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari menyebut Khulafaur Rasyidin sebagai orang-orang yang dzalim. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketiganya (yang wafat karena pembunuhan) dari empat Khulafaur Rasyidin itu adalah Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Umar bin Khattab meninggal karena ditusuk oleh Majusi, Utsman bin Affan meninggal dibantai oleh orang kafir dan muslim fasik, dan Ali bin Abi Thalib meninggal dengan pedang tokoh kelompok sesat khawarij. Sedangkan Abu Bakar, ada yang meriwayatkan wafat karena diracun oleh Yahudi, ada pula yang meriwayatkan wafat karena sakit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesungguhnya Khulafaur Rasyidin itu (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) adalah contoh para pemimpin yang sangat adil di muka bumi ini, setelah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Pemimpin yang menerapkan syariat Islam dengan sepenuhnya. Keadilannya, insya Allah tidak akan pernah lagi bisa dijumpai dalam sejarah hidup pemimpin manapun di muka bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dia juga selalu menyatakan bahwa Islam adalah agama yang tidak sempurna. Dia tidak bisa membedakan antara agama Islam dengan pemeluknya. Jujur saja, diantara kita semua ini, adakah yang bisa melaksanakan semua ajaran Islam secara sempurna? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketidaksempurnaan pemeluknya dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam inilah yang diklaim oleh dia sebagai bentuk ketidaksempurnaan Islam. Padahal, Allah sendirilah yang telah menyempurnakan agama Islam, sebagaimana penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Maa-idah ayat 3 (tepatnya pada bagian akhir dari ayat 3 surat Al Maa-idah), yang artinya adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Maa-idah. 3). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya masih banyak lagi pernyataan-pernyataannya / penilaian-penilaian negatif terhadap Islam oleh yang bersangkutan, hanya berdasarkan ”secuil” informasi yang tidak lengkap. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Memahami Islam secara sepotong-sepotong (secara parsial), bisa menimbulkan kesalahpahaman tentang Islam”. &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;Oleh karena itu, berhati-hatilah wahai saudaraku!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semoga bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8807614691581923734?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8807614691581923734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/04/tuduhan-yang-sangat-keji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8807614691581923734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8807614691581923734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/04/tuduhan-yang-sangat-keji.html' title='TUDUHAN YANG SANGAT KEJI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8192728179868870717</id><published>2011-03-05T00:02:00.003+07:00</published><updated>2011-03-05T10:08:15.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturrahim'/><title type='text'>INDAHNYA PERSAUDARAAN DALAM IMAN DAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. telah bersabda: ''Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya, hendaklah ia senantiasa menjaga silaturrahim.'' (H. R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Al Qur'an surat Al Anfaal ayat 73 dan surat An Nisaa' ayat 1, diperoleh penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu*, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. (QS. Al Anfaal. 73).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu; adalah &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;dan (peliharalah) hubungan silaturrahim&lt;/span&gt;. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nisaa’. 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Betapa indahnya persaudaraan dalam iman dan Islam yang telah Engkau anugerahkan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Bimbinglah kami, peliharalah kami, dan tunjukilah kami,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa mampu untuk tetap menjaga tali silaturrahim diantara kami. Dan terhindar dari perpecahan dan permusuhan diantara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu". (HR. Ahmad, Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tali silaturrahim ini tetap terbina selamanya dalam naungan rahmat dan ridho-Nya. Amin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8192728179868870717?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8192728179868870717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/03/indahnya-persaudaraan-dalam-iman-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8192728179868870717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8192728179868870717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/03/indahnya-persaudaraan-dalam-iman-dan.html' title='INDAHNYA PERSAUDARAAN DALAM IMAN DAN ISLAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6400014232543374957</id><published>2011-03-03T00:05:00.010+07:00</published><updated>2011-08-15T09:38:57.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM (II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman "facebook" dari Sulawesi, telah memberi komentar terhadap artikel yang berjudul “&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM (I)&lt;/span&gt;” dengan komentar sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama itu bukan Tuhan, ia makhluk (ciptaan) jadi tidak sempurna. Yang mengatakan agama Islam sempurna sesungguhnya sudah menisbahkan sifat yang menjadi hak Tuhan kepada makhluk-Nya. Syirik bersembunyi di mana-mana, termasuk dalam agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam tidak sempurna, salah satu ketidak-sempurnaannya adalah bahwa seperti ciptaan lainnya ia punya efek samping, contohnya: terorisme. Kita bisa bersilat lidah soal WTC, tapi apa yang bisa anda jelaskan tentang kasus-kasus yang lainnya? (Beliau memberikan contoh beberapa kasus yang lainnya. Maaf tidak aku sampaikan di sini, karena khawatir akan menimbulkan kesalahpahaman diantara kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembahlah Tuhan atau apapun yang anda sebut: Allah atau apapun nama-Nya... Jangan menyembah agama!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Perhatikan penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Maa-idah ayat 3, yang artinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Maa-idah. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan selengkapnya dari surat Al Maa-idah ayat 3 adalah sebagai berikut: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Maa-idah. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Al Qur’an surat Yusuf ayat 108, diperoleh penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Yusuf. 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sifat kesempurnaan agama Islam, tentu saja tidak sama dengan sifat kesempurnaan Allah Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, perhatikan pula penjelasan Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 25 berikut ini: ”...Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al Baqarah. 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari surat Al Baqarah ayat 25 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa mereka para ahli surga itu, akan hidup kekal di dalamnya. Namun kekekalan para ahli surga tersebut tidaklah sama dengan kekekalan Allah Sang Maha Pencipta. Mereka bisa hidup kekal di dalam surga karena (pemberian) Allah. Karena sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini penjelasan Al Qur'an surat Al Ikhlash ayat 1 – 4 :&lt;br /&gt;1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.&lt;br /&gt;3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,&lt;br /&gt;4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang adanya fenomena seperti yang saudaraku sampaikan, aku melihat bahwa hal itu bisa terjadi karena tingkat pemahaman terhadap agama Islam yang berbeda-beda diantara kita. Hal itu juga bisa disebabkan oleh tingkat ketaatan kita yang berbeda-beda dalam menjalankan perintah-Nya serta tingkat ketaatan kita yang berbeda-beda dalam menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku mengatakan: ”Sembahlah Tuhan atau apapun yang anda sebut: Allah atau apapun nama-Nya... Jangan menyembah agama!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Tidak ada sedikitpun dari tulisanku yang menyarankan untuk menyembah selain Allah. Justru dengan pemahaman agama Islam yang baik dan benar, bisa dipastikan bahwa kita akan menyembah Allah semata, bukan yang lain serta bukan beserta yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS. Thaahaa. 14). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Thaahaa ayat 14 tersebut, Allah telah memerintahkan kita untuk menyembah-Nya, dimana Allah menggunakan kata ganti "AKU" (bukan ”KAMI”) dalam perintah-Nya. Hal ini menunjukkan, bahwa kita memang diperintahkan untuk menyembah Allah saja, tidak boleh beserta yang lainnya. (Wallahu a’lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Bimbinglah kami,&lt;br /&gt;Sehingga kami tetap mampu untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang semua ajaran Islam, sesuai dengan yang Engkau ajarkan kepada kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS. Al Faatihah. 6 – 7).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian penjelasan yang bisa aku sampaikan. Semoga bermanfaat. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan. Juga mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/diskusi-tentang-kesempurnaan-agama.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/diskusi-tentang-kesempurnaan-agama.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;{Tulisan ke-2 dari 2 tulisan}&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6400014232543374957?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6400014232543374957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/03/kesempurnaan-agama-islam-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6400014232543374957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6400014232543374957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/03/kesempurnaan-agama-islam-ii.html' title='KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM (II)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2004885341101712072</id><published>2011-03-01T00:10:00.007+07:00</published><updated>2011-08-15T09:39:35.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM (I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Islam itu adalah agama yang benar-benar sempurna&lt;/span&gt;, dimana semua problematika kehidupan ini telah diatur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”. (QS. Ibrahim. 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Berdasarkan Al Qur'an surat Ibrahim ayat 52 tersebut, diperoleh keterangan bahwa sesungguhnya Kitab Suci Al Qur'an adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia. Nah..., karena pokok-pokok ajaran Islam ada di dalamnya (Al Qur'an), sedangkan Al Qur'an itu sendiri merupakan Kitab Suci yang sempurna, maka dari sini dapat kita simpulkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna pula, dimana semua problematika kehidupan ini telah diatur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Hal ini jelas berbeda dengan agama lain. Karena begitu banyak problematika kehidupan yang tidak diatur / tidak ada tuntunan / tidak ada penjelasan di dalam kitab sucinya, maka pada umumnya pemuka-pemuka agama lain lebih sering menggunakan logikanya sendiri untuk menjelaskan berbagai problematika kehidupan ini, tanpa bisa menunjukkan rujukannya di dalam kitab sucinya. Dan sesungguhnya hal ini adalah benar-benar merupakan penjelasan yang sangat lemah!!! Karena pada dasarnya pengetahuan manusia itu sangatlah terbatas. “... dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al Israa’. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Penting pula untuk aku sampaikan di sini. Yaitu ketika kita menjumpai saudara sesama muslim yang lain yang memberikan penjelasan tentang berbagai problematika kehidupan ini dengan lebih mengedepankan logikanya sendiri tanpa bisa menunjukkan rujukannya dalam Al Qur'an (serta Al Hadits). Maka dalam hal ini (jika kita menemui kasus seperti ini), yang sesungguhnya terjadi adalah semata-mata karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh saudara kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, dalam hal ini yang sesungguhnya terjadi adalah semata-mata karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh saudara kita tersebut. Bukan karena keterbatasan Al Qur'an (serta Al Hadits). Dan hal ini (sekali lagi) benar-benar berbeda dengan agama lain. Jika pemuka-pemuka agama lain lebih sering menggunakan logikanya sendiri dalam memberikan penjelasan tentang berbagai problematika kehidupan ini, maka hal ini benar-benar karena memang begitu banyak problematika kehidupan yang tidak diatur / tidak ada tuntunan / tidak ada penjelasan di dalam kitab sucinya. Bukan karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh mereka tentang kitab sucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dengan kesempurnaan yang ada dalam agama Islam (yang mana hal ini tidak akan pernah kita temukan pada agama yang lain), maka sebenarnya telah jelas-lah jalan yang benar daripada jalan yang sesat. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al Baqarah: 256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian…,&lt;br /&gt;Meskipun telah demikian nyata kesempurnaan agama Islam, dan meskipun telah nyata jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Namun realita yang ada di sekeliling kita, ternyata benar-benar mencengangkan. Dimana ternyata begitu banyak orang-orang di sekeliling kita yang justru lebih memilih jalan yang sesat daripada jalan yang benar. Demikian dahsyatnya tipu daya syaitan, sehingga begitu banyak orang-orang di sekeliling kita yang telah dibutakan mata hatinya, sehingga mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka itu (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”, (QS. Al Hijr. 39). ”kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". (QS. Al Hijr. 40). *) Yang dimaksud dengan “mukhlis” ialah orang-orang yang diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah. (Wallahu a'lam bish-shawab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi jika kita perhatikan penjelasan Al Qur’an dalam surat An Naml ayat 4 serta surat Al An’aam ayat 108 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan)”. (QS. An Naml. 4). Na’udzubillahi mindzalika...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS. Al An’aam: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Rabbi,&lt;br /&gt;Betapa bersyukurnya kami!&lt;br /&gt;Karena Engkau telah memberi hidayah kepada kami!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yah...,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Logika kami menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar,&lt;br /&gt;Dan hati kami juga bisa menerima kebenaran agama Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian...,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;{Bersambung; tulisan ke-1 dari 2 tulisan}&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*) Artikel terkait, silahkan klik di sini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/diskusi-tentang-kesempurnaan-agama.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/diskusi-tentang-kesempurnaan-agama.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Penting juga untuk dibaca, link berikut ini (silahkan klik di sini): &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2004885341101712072?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2004885341101712072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/03/kesempurnaan-agama-islam-i.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2004885341101712072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2004885341101712072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/03/kesempurnaan-agama-islam-i.html' title='KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM (I)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2900047007541458908</id><published>2011-02-05T03:10:00.013+07:00</published><updated>2011-08-04T07:41:25.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>INDAHNYA NIKMAT IMAN (II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat (teman alumni SMAN 1 Blitar) telah memberi masukan terhadap artikel yang berjudul &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;INDAHNYA NIKMAT IMAN (I)*&lt;/span&gt; dengan masukan sebagai berikut: ”Kalau berdiskusi dengan orang yang mau membuka nalarnya, sebaiknya dilakukan sesuai dengan tingkat pengetahuannya. Untuk orang yang pernah kuliah, teknik lagi, pasti pendekatan ilmiah akan sangat membantu logika dalam mencari Tuhan. Kalau sudah menerima secara ilmiah tapi tidak mau percaya, itu lain soal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Terimakasih atas masukannya. Memang, kewajiban kita hanyalah menyampaikan ayat-ayat-Nya, dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Demikian penjelasan Al Qur’an dalam surat Ali ‘Imran ayat 20, yang artinya adalah sebagai berikut: “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kami adalah orang teknik yang cenderung mengedepankan logika, tentunya masukan dari saudaraku tersebut sudah sangat tepat. Dan jika hal ini sudah kita lakukan, sementara secara logika Bung Fulan** juga sudah bisa menerima, tentunya tugas kita sudah cukup sampai di sini. Sedangkan masalah hati, itu adalah urusan Allah. Kita tidak akan mampu untuk menjangkau sejauh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Masalah hidayah (petunjuk ke jalan yang lurus) adalah urusan Allah semata. Jika seseorang diberi petunjuk oleh-Nya, niscaya dia akan memilih jalan yang lurus (Islam). Demikianlah penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 142: ”Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.” (QS. Al Baqarah: 142). Sedangkan dalam surat Al A’raaf ayat 100, Allah telah berfirman (yang artinya) sebagai berikut: “dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (QS. Al A’raaf. 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dari pengalaman tersebut, kita dapat memetik banyak pelajaran. (Semoga Allah senantiasa membuka mata hati kita untuk tetap dapat menerima kebenaran yang datang dari-Nya. Amin!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga hal ini dapat memotivasi kita untuk tetap dan terus menyalakan cahaya Islam, dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Dalam kondisi apapun, kita harus tetap berupaya untuk mendakwahkannya (dan membelanya jika mendapat serangan dari pihak lain), karena Allah telah berfirman dalam Al Qur’an (yang artinya) sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dalam berdakwah (khususnya jika ditujukan kepada pemeluk agama lain), kita harus tetap menghormati dan menghargai mereka (baca kembali artikel yang berjudul: TOLERANSI BERAGAMA (I) dan TOLERANSI BERAGAMA (II) atau klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An Nahl: 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki”. (QS. Ibrahim: 27).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*) Jika berkenan membacanya kembali, silahkan klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Bung Fulan pada tulisan di atas adalah nama samaran / bukan nama sebenarnya (mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas). Hal ini semata-mata karena dikhawatirkan beliau tidak berkenan jika kisah tersebut di-publish di ruang umum / bisa dibaca oleh semua orang.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;{Tulisan ke-2 dari 2 tulisan}&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2900047007541458908?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2900047007541458908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2900047007541458908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2900047007541458908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman-ii.html' title='INDAHNYA NIKMAT IMAN (II)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-7439402291044111396</id><published>2011-02-03T00:13:00.009+07:00</published><updated>2011-08-15T09:40:29.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>INDAHNYA NIKMAT IMAN (I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Berikut ini aku sampaikan pengalamanku berdialog / diskusi dengan beberapa temanku saat kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Semoga bermanfaat. Dan semoga hal ini dapat membuat kita semakin mensyukuri atas &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;"nikmat iman”&lt;/span&gt; yang telah dianugerahkan Allah kepada kita. Amin…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;Subhanallah...!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Pada tahun pertama / kedua aku kuliah di ITS, aku banyak terlibat diskusi masalah akidah dengan teman-teman kuliah di ITS, yaitu Bung Nafil*, Bung Alex* dan Bung Fulan*. Bahkan pada suatu saat, kami berempat pernah terlibat diskusi bersama di kamarnya Bung Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi yang sangat panjang dan berulangkali tersebut, dapat disimpulkan bahwa aku dengan mudah dapat mematahkan semua argumen yang mereka ajukan, sekalipun aku harus melawan / dikeroyok oleh tiga orang sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama diskusi berlangsung, semakin sering diskusi dilakukan, maka semakin nampaklah kesalahan-kesalahan yang terdapat pada agama mereka (Nasrani). Sebaliknya, semakin sering diskusi dilakukan, justru semakin nampak kebenaran agama kita (Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan berjalannya waktu, dimana beban kuliah terasa semakin berat dan tugas-tugas kuliah juga semakin banyak, maka lambat laun kami tidak pernah lagi berdiskusi tentang masalah akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;Peristiwa mengejutkan!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Setelah sekian lama aku tidak pernah diskusi masalah akidah lagi, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pernyataan dari Bung Fulan. Pada waktu itu, aku mampir ke kos-kosannya. Seperti biasanya, kami berdua sudah tidak lagi berdiskusi masalah akidah. Jadi pada saat itu sama sekali tidak ada pembicaraan masalah akidah. Eh..., tiba-tiba Bung Fulan mengingatkan lagi tentang diskusi-diskusi masalah akidah yang dahulu sering kami lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sendiri menyimpulkan, bahwa dia pada akhirnya mengakui bahwa agama yang dia yakini banyak sekali kejanggalan-kejanggalan / kesalahan-kesalahan, sambil dia memberikan contoh sebagian dari kesalahan yang ada pada agama yang dia yakini. Namun..., dia sendiri heran, mengapa hatinya kok bisa menerima, sekalipun logikanya menyatakan "&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;TIDAK&lt;/span&gt;". (Berarti selama ini, dia terus memikirkan tentang hasil-hasil dari diskusi yang telah kami lakukan dahulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah!&lt;br /&gt;Sungguh benar firman Allah berikut ini: Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. (QS. Al Baqarah: 142).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Mendengar penuturan dari Bung Fulan tersebut, hampir-hampir aku menangis. Menangis karena terharu. Ya... Allah, betapa bersyukurnya aku! Karena Engkau telah memberi hidayah kepadaku! Yah..., &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;logikaku&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, dan hatiku juga bisa menerima kebenaran agama Islam!&lt;/span&gt; Allahu Akbar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sering-seringlah membaca kalimah "La ilaha illallah". Semoga kita senantiasa tetap dalam keadaan beriman, hingga ajal menjemput kita! Semoga kita bisa menggapai "khusnul khotimah". Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kiriman e-mail dari Bung Nafil. Dari email tersebut, aku bisa menyimpulkan, bahwa sebenarnya Bung Nafil juga mengakui kebenaran Agama Islam. Namun, ternyata beliau belum mendapat hidayah dari Allah SWT. (satu-satunya Tuhan yang kita percayai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi!&lt;br /&gt;Tunjukilah kami, sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin…,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika pedagang tersebut pergi ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa tempat tinggal mereka. Para penjarah ini merampok habis harta benda, membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang mencoba melawan; rumah sang pedagang-pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah jadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari-cari anak tunggalnya yang hilang. Ia menjadi frustrasi ketika mendapati banyak tetangganya yang terbantai dan mati terbakar. Di tengah kepedihan dan keputus-asaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekitar rumahnya, di dekat tumpukan abu itu tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah sudah ia bahwa itu adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung tangisnya. Ia menggelepar-gelepar di tanah sembari meraupi abu jasad itu ke wajahnya. Satu-satunya sumber kebahagiaan hidupnya telah terenggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itu, pria tersebut selalu membawa-bawa abu anaknya dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu ia suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam-jam lamanya; kadang orang melihat ia tertawa sendiri, mungkin kala itu ia teringat masa-masa bahagia bersama keluarganya. Ia terus larut dalam kesedihan tak terperikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim berlalu. Sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman para penculiknya. Ia bergegas pulang ke kampung halamannya. Sesampai di kediaman ayahnya, ia mengetuk pintu rumah sembari berteriak senang, "Ayah, ini aku pulang!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah yang waktu itu lagi tertidur di ranjangnya, terbangun mendengar suara itu. Ia berpikir, "Ini pasti ulah anak-anak nakal yang suka meledekku itu! Pergi! Jangan main-main!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak, "Ayah! Ini aku, anakmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalam rumah terdengar lagi, "Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang, "Buka pintu ayah! Ini betul anakmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling bersahutan. Sang ayah terus bersikeras tidak membuka pintu. Sang anak-pun akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;ANGGAP&lt;/span&gt; sebagai kebenaran. Ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, belum tentu mereka membuka pintu hati mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian...,&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;*) Bung Nafil, Bung Alex dan Bung Fulan pada tulisan di atas adalah nama samaran / bukan nama sebenarnya (mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas). Hal ini semata-mata karena dikhawatirkan mereka tidak berkenan jika kisah di atas di-publish di ruang umum / bisa dibaca oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;{Bersambung; tulisan ke-1 dari 2 tulisan}&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-7439402291044111396?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/7439402291044111396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7439402291044111396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/7439402291044111396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/indahnya-nikmat-iman.html' title='INDAHNYA NIKMAT IMAN (I)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5340908541477551828</id><published>2011-02-01T00:01:00.015+07:00</published><updated>2012-02-11T07:49:10.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Agama Islam'/><title type='text'>DISKUSI TENTANG KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, aku telah mem-posting artikel tentang kesempurnaan agama Islam di suatu grup di facebook. Artikel tersebut aku posting di sini: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;۩۞۩ - ISLAM TERBUKTI BENAR - ۩۞۩&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaanku, ternyata artikel tersebut telah mendapat tanggapan dari dua orang Nasrani, sehingga sempat terjadi diskusi diantara kami (diskusi terjadi sekitar bulan Juli 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, sepertinya grup tersebut sudah diblokir oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaan grup tersebut. Namun aku sempat meng-copy-nya. Berikut ini adalah hasil diskusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Dan semoga hal ini dapat membuat kita semakin mensyukuri atas nikmat “iman” yang telah dianugerahkan Allah kepada kita. Amin…!!! (Mohon ma’af, jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;-----&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Topik: KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Displaying all 16 posts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Imron Kuswandi M., wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Islam itu adalah agama yang benar-benar sempurna, dimana semua problematika kehidupan ini telah diatur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”. (QS. Ibrahim. 52).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Berdasarkan Al Qur'an surat Ibrahim ayat 52 tersebut, diperoleh keterangan bahwa sesungguhnya Kitab Suci Al Qur'an adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia. Nah..., karena pokok-pokok ajaran Islam ada di dalamnya (Al Qur'an), sedangkan Al Qur'an itu sendiri merupakan Kitab Suci yang sempurna, maka dari sini dapat kita simpulkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna pula, dimana semua problematika kehidupan ini telah diatur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Hal ini jelas berbeda dengan agama lain. Karena begitu banyak problematika kehidupan yang tidak diatur / tidak ada tuntunan / tidak ada penjelasan di dalam kitab sucinya, maka pada umumnya pemuka-pemuka agama lain lebih sering menggunakan logikanya sendiri untuk menjelaskan berbagai problematika kehidupan ini, tanpa bisa menunjukkan rujukannya di dalam kitab sucinya. Dan sesungguhnya hal ini adalah benar-benar merupakan penjelasan yang sangat lemah!!! Karena pada dasarnya pengetahuan manusia itu sangatlah terbatas. “... dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al Israa’. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Penting pula untuk aku sampaikan di sini. Yaitu ketika kita menjumpai saudara sesama muslim yang lain yang memberikan penjelasan tentang berbagai problematika kehidupan ini dengan lebih mengedepankan logikanya sendiri tanpa bisa menunjukkan rujukannya dalam Al Qur'an (serta Al Hadits). Maka dalam hal ini (jika kita menemui kasus seperti ini), yang sesungguhnya terjadi adalah semata-mata karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh saudara kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, dalam hal ini yang sesungguhnya terjadi adalah semata-mata karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh saudara kita tersebut. Bukan karena keterbatasan Al Qur'an (serta Al Hadits). Dan hal ini (sekali lagi) benar-benar berbeda dengan agama lain. Jika pemuka-pemuka agama lain lebih sering menggunakan logikanya sendiri dalam memberikan penjelasan tentang berbagai problematika kehidupan ini, maka hal ini benar-benar karena memang begitu banyak problematika kehidupan yang tidak diatur / tidak ada tuntunan / tidak ada penjelasan di dalam kitab sucinya. Bukan karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh mereka tentang kitab sucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dengan kesempurnaan yang ada dalam agama Islam (yang mana hal ini tidak akan pernah kita temukan pada agama yang lain), maka sebenarnya telah jelas-lah jalan yang benar daripada jalan yang sesat. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al Baqarah: 256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian…,&lt;br /&gt;Meskipun telah demikian nyata kesempurnaan agama Islam, dan meskipun telah nyata jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Namun realita yang ada di sekeliling kita, ternyata benar-benar mencengangkan. Dimana ternyata begitu banyak orang-orang di sekeliling kita yang justru lebih memilih jalan yang sesat daripada jalan yang benar. Demikian dahsyatnya tipu daya syaitan, sehingga begitu banyak orang-orang di sekeliling kita yang telah dibutakan mata hatinya, sehingga mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka itu (na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”, (QS. Al Hijr. 39). ”kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". (QS. Al Hijr. 40). *) Yang dimaksud dengan “mukhlis” ialah orang-orang yang diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah. (Wallahu a'lam bish-shawab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi jika kita perhatikan penjelasan Al Qur’an dalam surat An Naml ayat 4 serta surat Al An’aam ayat 108 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan)”. (QS. An Naml. 4). Na’udzubillahi mindzalika...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS. Al An’aam: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Allah,&lt;br /&gt;Betapa bersyukurnya kami!&lt;br /&gt;Karena Engkau telah memberi hidayah kepada kami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...,&lt;br /&gt;Logika kami menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar,&lt;br /&gt;Dan hati kami juga bisa menerima kebenaran agama Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian...,&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;Penting juga untuk dibaca, link berikut ini (silahkan klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;about a week ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Steve Hendersen, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;@ Imron Kuswandi M ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kehidupan manusia yg penuh dgn ketidak benaran ini adakah manusia atau nabi atau utusan Allah yg berani menyatakan bahwa dia adalah kebenaran? Atau adakah kitab suci yg menyatakan tentang KEBENARAN SEJATI yg menjadi dambaan seluruh umat manusia?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tks.&lt;br /&gt;about a week ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Imron Kuswandi M, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Terimakasih atas perhatiannya. Semoga artikel berikut ini dapat menjelaskannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBENARAN AL QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan bersama, betapa hebatnya Al Qur’an. Dimanapun kita berada (di Indonesia, di Malaysia, di Timur Tengah, di Eropa, di Amerika serta di seluruh belahan bumi ini) bisa dipastikan bahwa kita akan mendapati Al Qur’an yang benar-benar sama, baik bahasanya maupun susunan kata-kata/kalimat-kalimatnya. Bahkan susunan huruf-hurufnya pun juga benar-benar sama. Tidak akan pernah kita jumpai adanya perbedaan (meski hanya satu huruf), dimanapun dan sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Al Qur’an telah diturunkan kepada Rasulullah sekitar 14 abad yang lalu. Sudah lebih dari 1.000 tahun Al Qur’an hadir di muka bumi ini dan kita semua sama-sama menyaksikan betapa Al Qur’an itu ternyata tetap seperti dahulu. Tidak pernah berubah dan tidak akan pernah dapat diubah oleh siapapun dan sampai kapanpun. Hal ini semua merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang benar-benar terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia, untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya, Allah-lah yang telah menurunkan Al Qur'an dan Allah pula yang memeliharanya. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya*.” (QS. Al Hijr. 9). *) Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Jika sudah demikian, apakah kita masih ragu-ragu dengan kebenaran Al Qur’an? Apakah kita masih ragu-ragu dengan kemurnian Al Qur’an???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;“Kitab (Al Qur'an)* ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa**,” (QS. Al Baqarah. 2). *) Allah menamakan Al Qur’an dengan Al Kitab* yang di sini berarti “yang ditulis” sebagai isyarat bahwa Al Qur’an diperintahkan untuk ditulis. **) Sedangkan yang dimaksud dengan takwa ialah memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi, yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, tidak cukup diartikan dengan takut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2009/08/kebenaran-al-quran-i.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2009/08/kebenaran-al-quran-i.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;about a week ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Imron Kuswandi M, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya ayat-ayat Al Qur’an itu terpelihara dalam dada dengan dihapal oleh banyak kaum muslimin secara turun-temurun dan dipahami oleh mereka, sehingga tidak akan pernah ada seorangpun yang dapat mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu*. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”. (QS. Al ‘Ankabuut. 49). *) Maksudnya ialah: bahwa ayat-ayat Al Qur’an itu terpelihara dalam dada dengan dihapal oleh banyak kaum muslimin turun-temurun dan dipahami oleh mereka, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pada realita-nya kita akan mendapati adanya Al Qur’an yang benar-benar sama, baik bahasanya maupun susunan kata-kata/kalimat-kalimatnya. Bahkan susunan huruf-hurufnya pun juga benar-benar sama. Tidak akan pernah kita jumpai adanya perbedaan (meski hanya satu huruf), dimanapun kita berada dan sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, janganlah kita ragu-ragu terhadap Al Qur'an. Karena sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar dari Tuhan kita, Allah SWT. Sehingga tidak akan pernah ada seorangpun yang dapat mengubahnya. Juga tidak akan pernah ada seorangpun yang dapat membuat satu ayat-pun yang kualitasnya menyamai ayat-ayat Al Qur’an. Karena sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi** (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur'an. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (QS. Huud. 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ”saksi” di sini adalah Jibril. Ada pula yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ”saksi” di sini adalah Al Qur’an itu sendiri karena Al Qur’an itu adalah suatu mukjizat yang tidak dapat dibantah atau dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal ini dapat semakin menambah keyakinan kita akan kebenaran Kitab Suci Al Qur'an. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu-pun kitab suci di dunia ini yang susunan redaksinya benar-benar sama (bahkan hingga susunan maupun jumlah hurufnya) untuk semua edisi di seluruh dunia dan di sepanjang masa. Kecuali hanya Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau, Ya Allah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Allah,&lt;br /&gt;Betapa bersyukurnya kami!&lt;br /&gt;Karena Engkau telah memberi hidayah kepada kami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...,&lt;br /&gt;Logika kami menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar,&lt;br /&gt;Dan hati kami juga bisa menerima kebenaran agama Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar!!!&lt;br /&gt;Maha Besar Engkau, Ya Allah...!!!&lt;br /&gt;about a week ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Steve Hendersen, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saudaraku , izinkan sy mengungkapkan lebih jauh tentang bobot kitab suci yg kita semua tahu bahwa kitab suci sangat berbeda dgn kitab2 buatan/karangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kitab suci didlm Nya harus melekat selain keajaiban supra natural terutama seperti adanya manusia dari berbagai tingkat golongan yg disembuhkan dari segala macam penyakit bahkan banyak org dibangkitkan dari kematian melalui tangan para Nabi/Rasul/Utusan Allah. Bisakah anda menjelaskannya tentang hal2 ini dr kitab anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Suci adalah kitab yg berbeda dgn kitab2 ciptaan manusia. Kitab Suci haruslah memiliki nubuatan dan pewahyuan dr Yg Maha Tinggi,baik mengenai masa lalu, masa saat ditulis dan masa mendatang, dimana unsur2 ke- Illahi-an harus melekat didlm NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur2 Ke-Ilahian-an seperti;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) NASEHAT ,2) BIMBINGAN ,3) PERINGATAN/TEGURAN ,4) PETUNJUK, 5) JANJI ,&lt;br /&gt;6) KASIH. 7) KESUCIAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kalau ada NASEHAT , tentu ada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kalau ada BIMBINGAN , tentu ada tujuan akhirnya ,kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kalau ada PERINGATAN/TEGURAN , tentu ada sangsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kalau ada PETUNJUK, tentu ada jalan yg hrs kita tempuh yg menjadi dambaan seluruh umat manusia, tentunya ke Surga yg Kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kalau ada JANJI , tentu ada kepastian bahwa manusia akan sampai "disana" dgn Janji dr Yg Maha Kuasa sendiri sehingga tidak diragukan lagi manusia akan tiba "disana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6)Kalau ada KASIH , tentu ada teladan dr yg berjanji, baik itu&lt;br /&gt;Nabi/Rasul/Malaikat atau bahkan dr ALLAH sendiri, bahwa DIA mengasihi umatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Kalau ada KESUCIAN tentu ada yg menjadi teladan siapa yg harus diikuti menjadi panutan tentang kesuciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi unsur2 ini harus dan akan menjadi peringatan/pedoman bagi umat. Bila tidak ada berarti harus menjadi tanda tanya besar.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yg paling penting tentulah; KASIH dan KESUCIAN, namun bukan berarti yg lain diabaikan atau tidak penting. Semua itu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Allah yg memprakarsai utk mencurahkan isi hati dan pikiranNya melalui org2 yg Tuhan ingin pakai sebagai alatNYA , yaitu Nabi/Rasul/Guru/Raja, supaya manusia mengenal DIA dan mengetahui Jalan Pikiran, Isi Hati dan Rancangan NYA yg ditunjukanNya, agar manusia hidup didunia ini terarah menuju kpd kehidupan yg kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dgn unsur2 itu, izinkan sy menanyakan ke 7 unsur2 itu ,berikut ayat2nya dan siapa yg menjadi teladan dlm KASIH dan KESUCIAN di dlm kitab anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tks.&lt;br /&gt;about a week ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Imron Kuswandi M, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Terimakasih aku sampaikan kepada Bapak Steve Hendersen, atas perhatiannya. Semoga bermanfaat...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, ijinkan aku untuk bertanya juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Apakah anda juga bisa menunjukkan ciri-ciri sebagaimana uraian pada beberapa artikel di atas pada kitab suci Anda? Sehingga dengannya benar-benar dapat menunjukkan terjaminnya kesucian dan kemurnian kitab suci Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Jika tidak bisa, tentunya aku tidak perlu bertanya lebih jauh lagi...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;about a week ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kafir Budiman, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Apakah umat Muslim selalu melihat ke atas (matahari) sebelum melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar? Ataukah mereka merasa cukup (percaya) jika sudah mendengar azan dari masjid? Lalu apakah mu'azin di masjid melihat matahari dulu sebelum azan? Ataukah ia sudah merasa cukup dengan melihat jadwal shalat yang entah dikeluarkan oleh lembaga/organisasi yang mana? Jika penentuan waktu shalat Dzuhur dan Ashar yang dua kali sehari tidak pernah diperdebatkan, mengapa selalu ada perbedaan soal penentuan awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri?&lt;br /&gt;last Friday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Steve Hendersen, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Saudaraku;&lt;br /&gt;Kitab Suci adalah kitab yg paling banyak dicetak diseluruh dunia dan menjadi pendalaman/pembahasan di-mana2, ini berarti betapa besar minat manusia utk berusaha mentaati Hukum dan Peraturan2 yg ditetapkan Allah, agar dapat kembali memperoleh hidup yg kekal. Ini sekaligus menandai betapa kerinduan Ciptaan utk berada bersama Sang Pencipta did lm kekekalan kelak..Dgn demikian Kitab Suci adalah juga disebut Kitab Janji dr Sang Khalik kpd umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Suci adalah kitab yg diwahyukan oleh Allah sendiri kpd para penulis yg dipakai olehNya utk menyampaikan maksud dan kehendakNya kpd CiptaanNya yg dikasihiNya, sehingga diperlukan tahapan2 proses yg sangat panjang supaya manusia mengetahui Isi Hati dan Pikiran Allah yg sangat dalam dan luas serta RancanganNya yg sangat luar biasa, sehingga dgn demikian Allah menunujukkan bahwa DIA adalah Allah Yg Setia dan Konsisten akan Janji dan PerkataanNya,sekalipun harus melalui masa ribuan tahun DIA tidak pernah lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Suci adalah kitab yg bukan saja menjadi sarana dan pedoman bagi manusia utk memiliki kembali hubungan dgn Sang Pencipta, tetapi juga adalah Kitab yg menuntut kpd umat manusia utk tetap hidup menuruti teladanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Suci adalah kitab yg membeberkan dosa dan semua kejahatan manusia, tanpa pandang bulu, sekaligus utk menunjukkan bahwa pada akhirnya “uluran tangan” Allah juga yg sanggup memulihkan kembali kejatuhan manusia yg tidak sanggup menggapai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Suci adalah kitab yg kandungan makna,bobot kesucian dan kasihNya yg tidak berubah dan tidak berkompromi dgn dosa ,yg juga dituntut kpd umat utk menjadi serupa dgn Dia melalui tahapan2 kedewasaan rohani setiap umatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab adalah kitab2 yg diwahyukan oleh Allah kpd hampir 40 org manusia; nabi/ rasul/ raja, yg diurapi oleh Allah dlm kurun waktu tidak kurang 1400 tahun,yg berbeda masa, situasi dan kondisi dr setiap penulis, dan tergabung menjadi 66 kitab yg didlm nya diuraikan dlm 1.198 pasal, terkandung 31.103 ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab telah membuat banyak manusia yg berdosa,yg terbuang dr tengah2 masyarakat, mengalami pembaharuan oleh karena “dilahirkan kambali” didlm Roh Tuhan sehingga merupakan muzijat yg sangat mengagumkan bahwa manusia dpt menemukan kembali jati dirinya sebagai manusia yg terangkat derajatnya dan dapat dipakai menjadi alatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab adalah Firman Allah yg didlmnya dituntut supaya umat hidup berkenan dihdpanNya, dan juga adalah kitab yg penuh dgn Janji2 Kudus yg menggenapi nubuatan2 ,saat ini dan bahkan masa yg akan datang,sehingga tidak mustahil para Nabi/Rasul bahkan umat pun disertai dgn tanda2 ajaib sehingga dapat melakukan perkara2 besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, didlm kitab Perjanjian Baru, diungkapkan manusia yg pernah menyangkalNya dan manusia yg telah menjadi penganiaya jemaat sekalipun, setelah menerima AnugerahNya, sanggup membangkitkan org2 mati seperti yg ditulis dlm kitab; Kisah Rasul 9;40-41 dan Kisah Rasul 20;7-12.(2 kali kebangkitan org mati oleh rasul2 Kristus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kristus Yesus sendiri telah 3 kali membangkitkan manusia seperti tercantum dlm;Injil Yohanes 11; 1-44 dan Injil Lukas 7;11-17 dan Lukas 8;49-56.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didlm Perjanjian Lama, 2 org Nabi juga pernah membangkitkan org mati; Kitab 1 Raja2 17;7-24 oleh Nabi Elia dan Kitab 2 Raja2 4;8-37 oleh Nabi Elisa. Bahkan Nabi Elisa setelah ia meninggal dunia, tulang2nya menghidupkan org yg mati ketika menyentuh kerangkanya. ( 2 Raja2 13;14-21 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dahulu dan akan aq lanjutkan bila waktu tersedia lagi. Tks.&lt;br /&gt;last Friday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Yessy Sandra, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;@Imron Kuswandi M: Terima kasih atas ilmunya Pak!!!...&lt;br /&gt;@Steven Hendersen: Untukmu agamamu, untukku agamaku.&lt;br /&gt;last Saturday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Steve Hendersen, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saudaraku;&lt;br /&gt;Kitab Suci harus identik dgn sumberNya yaitu Allah Yg Maha Jujur. Dari manakah manusia bisa menemukan Kejujuran Allah kalau bukan dr Kitab Suci?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Allah yg berinisiatip utk bertindak mencari manusia yg berdosa, dlm melakukan pendekatanNya dan dlm melaksanakan misiNya selalu bertindak secara transparan dan disaksikan oleh banyak orang pada masanya, dgn kata lain Allah tidak pernah melakukanNya secara sembunyi2. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Allah,baik pada Perjanjian Lama, maupun pada Perjanjian Baru selalu memberitahukan perkara2 besar lebih dulu kpd manusia sebelum bertindak, melalui para Nabi/Rasul/Raja/ Imam2 atau melalui org2 tertentu, bahkan sebelum menghukum / mengangkat derajat seseorang atau suatu bangsa, Allah selalu berlaku Adil yaitu memberitahukan kpd manusia. Inilah Kejujuran Allah kpd manusia yg dikasihiNya melalui Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yg menjadikan Alkitab sangat mudah dimengerti dan dipahami betapa Allah begitu rela Isi Hati dan PikiranNya diketahui umat manusia, bukan utk segelintir manusia atau ahli2 kitab saja, tetapi utk semua umat manusia, agar menusia bisa mengikuti jejak Kejujuran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab adalah satu2nya kitab ;&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa; Allah adalah Kasih ( 1 Yoh 4;8 b).&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa Allah rela berdiam didlm hati manusia,sesuai dgn JanjiNya, mencurahkan RohNya Yg Kudus utk memenuhi hati manusia yg sudah disucikan oleh Darah Kristus.&lt;br /&gt;Dgn kata lain, manusia yg sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi, menjadi Bait bagi Roh Allah yg dijanjikanNya. ( 1 Kor 3;16-17 )&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa manusia harus dilahirkan kembali didlm Roh menjadi “manusia baru”, sebab kelahiran yg dari daging tidak layak masuk kedlm KerajaanNya.&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa manusia harus “dicangkokkan” pada pokok yg benar,supaya manusia menghasilkan “buah” yg baik dan lebat.&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa manusia baru harus“memikul salib” supaya sanggup menanggung beban penderitaan bagi Kemuliaan NamaNya.&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa sengat maut, yaitu kematian sudah dikalahkan.&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa pengharapan manusia sudah dinyatakan secara tegas utk mendapatkan tempat didlm kekekalan. (Yoh 14;1-3).&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa Dia adalah Jalan menuju kpd Allah Bapa.&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa Dia adalah Kebenaran Sejati, yg didlm Dia manusia bisa menemukanNya.&lt;br /&gt;*Yg menyatakan bahwa Dia adalah Kehidupan karena Dia adalah Yg Awal dan Yg Akhir, Alpha dan Omega, Yg dari Kekal sampai Kekal sanggup mengalahkan kematian dgn bangkit dari antara Org mati.&lt;br /&gt;Dan banyak lagi Janji2 yg dari Allah ,,,,,,,,,,sebab Alkitab adalah kitab JANJI !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah manusia hidup berumah tangga tanpa berjanji ?&lt;br /&gt;Demikianlah Alkitab menyatakan, bahwa hubungan Allah dgn umatNya memiliki hubungan“suami isteri rohani” yg tidak diberitakan pada kitab manapun didunia. A m i n.&lt;br /&gt;on Tuesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Steve Hendersen, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Saudaraku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hubungan Suami Isteri Rohani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda baru pernah mendengar kalimat diatas? Ini satu istilah yg Allah sendiri melukiskanNya ,dimana hubungan antara Allah dgn umat pilihanNya seperti hubungan suami dan isteri. Ikatan Perjanjian antara Allah dgn umat pilihanNya adalah seperti ikatan perjanjian rohani yg digambarkan oleh Allah sendiri sebagai sang Suami dan umat pilihanNya sebagai Isteri. Baca Yesaya 54;5-6 -- "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. 6 Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yg sangat unik ini, bukan muncul dari keinginan/hasrat umat Israel, tetapi se-mata2 prakarsa Allah, dan diulangi lagi di dlm Yes 62;1-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Engkau tidak akan disebut lagi ''yang ditinggalkan suami'', dan negerimu tidak akan disebut lagi ''yang sunyi'', tetapi engkau akan dinamai ''yang berkenan kepada-Ku'' dan negerimu ''yang bersuami'', sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, teladan Allah sebagai suami yg setia, bagi kita, manusia dimuka bumi ini tidak bisa di-tawar2 lagi, maka dr itu isteri, yaitu umat israel yg menjadi pilihan Allah, sudah final, dan oleh karenanya umat Kristen yg saat ini pun dilukiskan oleh Yesus Kristus sebagai "calon mempelaiNYA", sudah final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini tidak mungkin ada di dlm kitab2 agama2 lain didunia, sebab memang Allah Israel sendiri sebagai Allah yg mau mendekatkan diri lebih dulu dgn ciptaanNya, sebelum manusia sadar utk kembali kpdNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pernikahan rohani antara umat yg percaya Kristus akan "diselenggarakan",,,? Yaitu kelak , pada saat kedatangan Kristus yg kedua kali, disanalah yg dilukiskan oleh Alkitab sebagai pertemuan raya yg besar, ada pesta rohani antara Kristus sebagai "calon suami" dgn umatnya, sebagai "calon isteri", dan umat Kristen yg hidup saat ini dilukiskan sebagai calon isteri itu harus memelihara "keelokannya"/memelihara "baju nya tetap putih" dan banyak lagi hal2 gambaran rohani yg sangat menarik utk kelak kita bicarakan lagi, bila anda berminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesetiaan Allah sudah dilukiskan demikian rupa, bila Allah meninggalkan umat pilihanNYA, kemana lagi manusia mau mendapatkan teladan kesetiaan yg agung dan mulia ? dan Firman Allah yg sudah disampaikanNYA ribuan tahun itu, apakah harus dibuang ke tempat sampah? Dan rancangan Allah yg sudah di design NYA harus diubah dari nihil lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah keunikan Allah, yg bukan saja mau/rela mendekatkan diri, bahkan memiliki hubungan "kemesraan rohani" dgn ciptaanNYA.&lt;br /&gt;A m i n.&lt;br /&gt;on Tuesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Imron Kuswandi M., wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;@Kafir Budiman: Dari pernyataan anda, nampak sekali bahwa di dalam pikiran anda, yang ada hanyalah kedengkian yang timbul dari diri anda sendiri, setelah nyata kebenaran itu ada di depan anda. Dan kedengkian itu, hanya akan menutup semua kebaikan yang seharusnya menghampiri diri anda.&lt;br /&gt;on Wednesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Imron Kuswandi M., wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;@Steve Hendersen: Setelah aku tunggu sekian hari, ternyata anda tidak kunjung menjawab pertanyaanku. Anda malah bercerita tentang hal yang lain. Yang aku tanyakan adalah: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Apakah anda juga bisa menunjukkan ciri-ciri sebagaimana uraian pada beberapa artikel di atas pada kitab suci Anda? Sehingga dengannya benar-benar dapat menunjukkan terjaminnya kesucian dan kemurnian kitab suci Anda?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, aku tetap memberikan apresiasi / penghargaan serta ucapan terimakasih atas upaya yang telah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, apabila hanya dialog / diskusi / bertukar pikiran tentang aqidah / keyakinan, hal itu sama sekali tidak ada masalah, sepanjang tidak ada paksaan dari masing-masing pihak untuk membenarkan dan mengikuti apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan: bahwa sesungguhnya tidak ada paksaan sedikitpun untuk masuk / memeluk agama Islam. Mau masuk Islam, syukur. Tidak-pun juga tak masalah. Itu adalah hak azazi masing-masing. Karena masalah keyakinan itu adalah masalah yang tumbuh dari hati, yang memang realitanya tidak bisa dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kiriman email temanku berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya. Suatu ketika pedagang tersebut pergi ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa tempat tinggal mereka. Para penjarah ini merampok habis harta benda, membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang mencoba melawan; rumah sang pedagang pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah jadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari-cari anak tunggalnya yang hilang. Ia menjadi frustrasi ketika mendapati banyak tetangganya yang terbantai dan mati terbakar. Di tengah kepedihan dan keputusasaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekitar rumahnya, di dekat tumpukan abu itu tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah sudah ia bahwa itu adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung tangisnya. ia menggelepar-gelepar di tanah sembari meraupi abu jasad itu ke wajahnya. Satu-satunya sumber kebahagiaan hidupnya telah terenggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itu, pria tersebut selalu membawa-bawa abu anaknya dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu ia suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam-jam lamanya; kadang orang melihat ia tertawa sendiri, mungkin kala itu ia teringat masa-masa bahagia bersama keluarganya. Ia terus larut dalam kesedihan tak terperikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim berlalu. sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman para penculiknya. Ia bergegas pulang ke kampung halamannya. Sesampai di kediaman ayahnya, ia mengetuk pintu rumah sembari berteriak senang, "Ayah, ini aku pulang!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah yang waktu itu lagi tertidur di ranjangnya, terbangun mendengar suara itu. Ia berpikir, "Ini pasti ulah anak-anak nakal yang suka meledekku itu! Pergi! Jangan main-main!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak, "Ayah! Ini aku, anakmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalam rumah terdengar lagi, "Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang, "Buka pintu ayah! Ini betul anakmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling bersahutan. sang ayah terus bersikeras tidak membuka pintu. Sang anak pun akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka ANGGAP sebagai kebenaran. Ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, belum tentu mereka membuka pintu hati mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;on Wednesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Imron Kuswandi M., wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;@Saudaraku ’Mbak Yessy Sandra: Sesungguhnya kewajiban kita hanyalah menyampaikan ayat-ayat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 20). Wallahu a'lam..&lt;br /&gt;on Wednesday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bambang Ariyanto Widjaja, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Saya suka sekali dengan perkataan anda, P Imron. banyak pelajaran yg saya dapat dari perkataan anda. Barakallah Fiik yaa Akhi.. :)&lt;br /&gt;Wassalamu'alayku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;m WaRahmatullahi WaBarakatuh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;on Thursday&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Onies Mt Ismail, wrote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;@Imron KM: Penjelasan anda tentang "Kebenaran Islam/Agama Islam = Agama yang sempurna" cukup terang dan jelas. Semoga bermanfa'at buat kita semua. Amin...!!!&lt;br /&gt;on Thursday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*) Sampai di sini hingga grup tersebut diblokir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, baik Steve Hendersen maupun Kafir Budiman sudah tidak memberi tanggapan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Alamat diskusi tersebut, aslinya ada di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=298400792751&amp;amp;topic=15182"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://www.facebook.com/topic.php?uid=298400792751&amp;amp;topic=15182&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, namun pada saat ini sepertinya grup tersebut sudah diblokir &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaan grup tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5340908541477551828?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5340908541477551828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/diskusi-tentang-kesempurnaan-agama.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5340908541477551828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5340908541477551828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/02/diskusi-tentang-kesempurnaan-agama.html' title='DISKUSI TENTANG KESEMPURNAAN AGAMA ISLAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-4351471925676456448</id><published>2011-01-05T00:01:00.022+07:00</published><updated>2011-02-25T17:14:39.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>MENYEBARKAN KEBAIKAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pada saat ini aku telah menulis di blog ini (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;), beberapa artikel sebagai sarana untuk saling mengingatkan di antara kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Semua artikel yang aku tulis di blog ini, jika dipandang baik / bermanfaat, misalnya ingin digunakan sebagai bahan untuk kultum* atau lainnya, aku persilahkan**. Saudaraku tidak perlu izin** dan tidak perlu membayar royalty*. Bahkan aku &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;dengan senang hati jika bisa disebarkan kemana saja, kepada siapa saja, kapan saja&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gratis…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun demikian…,&lt;br /&gt;Jika ada kekurangan / kekhilafan dalam blog ini, mohon masukan / saran / kritikan / koreksinya. Sedangkan jika dipandang baik / bermanfaat, ada baiknya jika alamat blog ini (&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/&lt;/a&gt;) diinformasikan** kepada saudara-saudara kita yang lain. Semoga Allah meridhoi niatan baik ini. Amin..!!!   &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;...,&lt;br /&gt;Dalam agama kita, menuntut ilmu (dan menyebarkannya) benar-benar mendapat tempat yang tinggi. Perhatikan penjelasan hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, katanya: bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang melintasi sebuah jalan (pergi) untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju syurga”. (HR. Muslim.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula penjelasan hadits berikut ini:&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR. Thabrani dan Daruquthni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mereka-pun telah nyata-nyata berupaya menyebarkan berbagai kemaksiatan di muka bumi ini secara terbuka, terencana dan teroganisir serta dengan dukungan dana yang melimpah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Maka kita-pun harus berupaya mengimbanginya dengan menyebarkan kebaikan kepada sesama, semampu kita. Terlebih lagi realita yang sedang kita hadapi saat ini, menunjukkan bahwa begitu banyak terdapat perusak akhlak berbanding dengan sangat sedikitnya proses pembangunan akhlak. Sehingga tidak mengherankan jika dimana-mana dapat dengan mudahnya kita temui berbagai kemaksiatan. Sungguh..., suatu kenyataan yang sangat menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Demikian..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga niatan baik ini dilihat oleh Allah sebagai amal kebajikan, sehingga dapat menambah ketakwaan kita kepada-Nya. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. Tak lupa, kusampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya untuk menyebarkan kebaikan kepada sesama. Semoga Allah meridhoi langkah kita ini. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Kultum = kuliah tujuh menit. Di masjid-masjid yang ada di kampus sering diadakan acara pengajian/ceramah agama singkat (selama/sekitar 7 menit) setelah selesai sholat berjamaah. Mungkin karena itulah, muncul istilah kultum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Jika ada pihak lain yang membukukan semua artikel yang aku tuliis di blog ini (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;), jelas ini tidak termasuk kategori pemberian ijin di atas. Karena di sini ada unsur mencari keuntungan finansial. Yang aku maksudkan di sini adalah jika ditujukan untuk aktivitas dakwah yang tentu saja tidak ada niatan / unsur mencari keuntungan finansialnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-4351471925676456448?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/4351471925676456448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/menyebarkan-kebaikan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4351471925676456448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4351471925676456448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/menyebarkan-kebaikan.html' title='MENYEBARKAN KEBAIKAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6732240348988814488</id><published>2011-01-03T00:56:00.006+07:00</published><updated>2011-01-12T06:11:35.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tipu Daya Syaitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak II'/><title type='text'>MENYALAHKAN SYAITAN?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat (dosen senior di ITS) telah bertanya: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Apa sih Mas Imron manfaat diciptakannya syaitan bagi Allah sendiri? Kalau malaikat kan sudah jelas?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada satu makhluk-pun yang bisa memberi manfaat kepada Allah. Baik itu syaitan maupun yang lainnya, termasuk kita. Bahkan malaikat sekalipun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang sesungguhnya terjadi, justru sebaliknya. Karena sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini penjelasan Al Qur'an surat Al Ikhlash ayat 1 – 4 :&lt;br /&gt;1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.&lt;br /&gt;3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,&lt;br /&gt;4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau juga bertanya: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;"Maaf Mas Imron, bukannya saya tidak mengimani the existence of satanic, tapi seandainya syaitan itu tidak diciptakan, barangkali rada masuk dinalar kalau Allah menghukum hamba-Nya yang membangkang perintah-Nya, karena jelas-jelas bukan karena dihasut oleh syaitan. Bagaimana nich, Mas Imron?".&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku...,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhatikan bagaimana sikap Nabi Adam yang tidak pernah mengkambing hitamkan syaitan / tidak pernah menyalahkan syaitan yang telah menggodanya hingga akhirnya beliau melanggar larangan Allah dengan memakan buah "terlarang" hingga menyebabkannya harus keluar dari syurga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan do'a Nabi Adam yang telah diabadikan oleh Allah dalam Al Qur'an surat Al A'raaf ayat 23 berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Rabbanaa dzolamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. Al A'raaf. 23).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah, bahwa pada hari itu ternyata syaitan lepas tangan terhadap semua tipu daya yang telah dilakukannya. Demikian penjelasan Al Qur’an dalam surat Ibrahim ayat 22 berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih”. (QS. Ibrahim. 22).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhatikan pula penjelasan Al Qur'an dalam surat Al Israa’ ayat 7 serta ayat 15 berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri”, (QS. Al Israa’. 7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng`azab sebelum Kami mengutus seorang rasul”. (QS. Al Israa’. 15).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan yang bisa aku berikan. Semoga bermanfaat. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ada baiknya juga untuk dibaca, artikel berikut ini (silahkan klik di sini): &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/jika-kita-berbuat-baik-sesungguhnya_05.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/jika-kita-berbuat-baik-sesungguhnya_05.html&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6732240348988814488?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6732240348988814488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/menyalahkan-syaitan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6732240348988814488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6732240348988814488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/menyalahkan-syaitan.html' title='MENYALAHKAN SYAITAN?'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6018406558698351103</id><published>2011-01-01T00:01:00.005+07:00</published><updated>2011-02-07T01:15:17.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif II'/><title type='text'>KUE NATAL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat telah bertanya: “Pak, saya mau bertanya lagi. Boleh ‘nggak kalau saya terima order kue-kue yang dihias (dengan hiasan) bertema Natal, seperti sinterklas, pohon natal, dan lain-lain?..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 109, yang artinya adalah sebagai berikut: “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Baqarah. 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat lain, diperoleh penjelasan bahwa Allah juga melarang kita kaum muslimin untuk berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim* di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (QS. Al ‘Ankabuut. 46**).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan ”orang-orang zalim” ialah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Hanya saja yang membedakan antara kaum muslimin dengan Ahli Kitab (kaum yahudi dan kaum nasrani), sebagaimana penjelasan Al Qur'an dalam surat At Taubah ayat 30 berikut ini: ”Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At Taubah. 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam surat Al Kaafiruun: 2 – 6, diperoleh penjelasan sebagai berikut: “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku". (QS. Al Kaafiruun: 2 – 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Dari penjelasan beberapa ayat Al Qur’an tersebut di atas, dapat kita simpulkan "betapa indahnya Islam". Dimana dengan ahli kitab-pun (yang sebagian besar diantara mereka telah nyata-nyata ingin menghancurkan iman kita, dimana sebahagian besar diantara mereka benar-benar menginginkan agar kita kaum muslimin dapat kembali kepada kekafiran setelah kita beriman), ternyata kita diperintahkan untuk tetap bersikap toleran serta menghormati mereka (meskipun pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa waspada***).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***) Yang dimaksud dengan sikap waspada itu tidaklah identik dengan sikap membenci atau memusuhi. Sebagai ilustrasi, jika kita mempunyai seorang teman dan jelas-jelas kita ketahui bahwa teman kita tersebut suka mencuri, maka sebaiknya kita tetap berteman / tetap menjaga hubungan baik dengannya / tidak lantas membencinya. Namun pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa waspada terhadap setiap gerak-geriknya. Semoga dengan sikap seperti ini, kita tetap memiliki kesempatan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar kepadanya. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai jalan hidayah bagi orang lain. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi...,&lt;br /&gt;Dengan ahli kitab-pun, ternyata kita diperintahkan untuk tetap bersikap toleran serta menghormati mereka. Namun yang perlu diingat adalah, bahwa sikap toleran itu, bukan berarti kita boleh menyokong / ikut dalam peribadatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sangatlah tidak pantas jika kita memberikan ucapan Natal misalnya, kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah...,&lt;br /&gt;Natalan, meskipun berkaitan dengan Nabi Isa Al-Masih, namun beliau telah dirayakan oleh umat Nasrani yang pandangannya terhadap Nabi Isa Al-Masih sangat berbeda dengan pandangan Islam. Oleh karena itu, mengucapkan "Selamat Natal" atau menghadiri perayaannya, dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantarkan kepada pengkaburan akidah. Hal ini dapat dipahami sebagai pengakuan akan “ketuhanan” Nabi Isa Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sebaiknya kita mengambil sikap yang sangat berhati-hati. Artinya akan lebih “aman” jika kita mengambil sikap untuk tidak terlibat di dalamnya. Maksudnya: akan lebih aman jika kita tidak memberikan ucapan selamat Natal kepada kaum Nasrani, serta tidak terlibat dalam segala aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal, termasuk pada urusan jual beli untuk keperluan Natal (seperti menerima order kue-kue yang dihias dengan hiasan bertema Natal, seperti sinterklas, pohon natal, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang bisa kusampaikan. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6018406558698351103?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6018406558698351103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/kue-natal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6018406558698351103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6018406558698351103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/kue-natal.html' title='KUE NATAL'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5655749284024959833</id><published>2010-12-05T00:01:00.009+07:00</published><updated>2011-01-11T15:10:07.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak II'/><title type='text'>BETAPA INDAHNYA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Betapa indahnya Islam. Meskipun telah nyata bahwa sebahagian besar diantara mereka (Ahli Kitab) benar-benar menginginkan kehancuran iman kita kaum muslimin, dimana sebahagian besar diantara mereka benar-benar menginginkan agar kita kaum muslimin dapat kembali kepada kekafiran setelah kita beriman (demikian penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 109). Namun, Islam telah mengajarkan kepada kita kaum muslimin agar tetap bersikap toleran kepada pemeluk agama lain, termasuk mereka. Meskipun pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa waspada*).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Islam juga melarang kita kaum muslimin untuk berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim** di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (QS. Al ‘Ankabuut. 46***).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Al Qur’an secara tegas melarang kita yang beragama Islam untuk memaki sembahan-sembahan pemeluk agama lain, termasuk sembahan-sembahan mereka. “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan...” (QS. Al An’aam: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam,&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan sikap waspada itu tidaklah identik dengan sikap membenci atau memusuhi. Sebagai ilustrasi, jika kita mempunyai seorang teman dan jelas-jelas kita ketahui bahwa teman kita tersebut suka mencuri, maka sebaiknya kita tetap berteman / tetap menjaga hubungan baik dengannya / tidak lantas membencinya. Namun pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa waspada terhadap setiap gerak-geriknya. Semoga dengan sikap seperti ini, kita tetap memiliki kesempatan untuk ber-amar ma'ruf nahi mungkar kepadanya. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai jalan hidayah bagi orang lain. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Yang dimaksud dengan ”orang-orang zalim” ialah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***) Hanya saja yang membedakan antara kaum muslimin dengan Ahli Kitab (kaum yahudi dan kaum nasrani), sebagaimana penjelasan Al Qur'an dalam surat At Taubah ayat 30 berikut ini: ”Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At Taubah. 30). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-i.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/toleransi-beragama-ii_07.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5655749284024959833?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5655749284024959833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5655749284024959833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5655749284024959833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html' title='BETAPA INDAHNYA ISLAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-1113189108604609992</id><published>2010-12-03T00:01:00.000+07:00</published><updated>2010-12-03T00:01:00.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><title type='text'>YA RABBI…, JAGALAH KAMI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya godaan iman yang kita rasakan pada saat ini. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi informasi yang ada pada saat ini, ternyata hal ini juga berdampak pada demikian mudahnya penyebaran kemaksiatan diantara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sudah sepatutnya-lah bagi kita untuk senantiasa berdo’a kepada-Nya. Semoga Allah senantiasa mengampuni kita serta memberi rahmat kepada kita dan semoga Allah juga senantiasa membimbing kita ke dalam jalan-Nya yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Jagalah kami, sehingga kami senantiasa berada di bawah naungan ridlo-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Tunjukilah kami, sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“... "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At Tahriim. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya Allah, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu.' (HR. Ahmad, Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin…,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali ‘Imran. 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." (QS. Ali ‘Imran. 194).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong*.” (QS. Al Israa’. 80). *) Maksudnya: memohon kepada Allah supaya kita memasuki suatu ibadah dan selesai daripadanya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan dan bersih dari ria dan dari sesuatu yang merusak pahala. Ayat ini juga mengisyaratkan kepada Nabi supaya berhijrah dari Mekah ke Madinah. Dan ada juga yang menafsirkan: memohon kepada Allah SWT. supaya kita memasuki kubur dengan baik dan keluar daripadanya waktu hari-hari berbangkit dengan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Yaitu) orang-orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," (QS. Ali ‘Imran. 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (QS. Ali ‘Imran. 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada do`a mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami* dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Ali ‘Imran. 147). *) Maksudnya yaitu melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Huud. 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Ibrahim berdo`a): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,” (QS. Asy Syu’araa’. 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berdo`alah: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat." (QS. Al Mu’minuun. 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". (QS. Al Furqaan. 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS. Al Mumtahanah. 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu mereka berkata: "Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,” (QS. Yunus. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-1113189108604609992?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/1113189108604609992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/ya-rabbi-jagalah-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1113189108604609992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1113189108604609992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/ya-rabbi-jagalah-kami.html' title='YA RABBI…, JAGALAH KAMI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2406647742484780722</id><published>2010-12-01T00:01:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T06:50:03.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>PENTINGNYA PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sesungguhnya bidang ilmu keteknikan serta bidang-bidang ilmu lainnya; seperti ilmu kedokteran, ilmu pertanian, ilmu ekonomi, dll. adalah penting untuk dikuasai oleh kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak ayat-ayat Al Qur’an yang mengisyaratkan hal ini. Bahkan ayat yang pertama kali turun, yaitu ayat 1 – 5 dari Surat Al-‘Alaq [96], telah mengisyaratkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah penjelasan Al Qur’an surat Al ‘Alaq ayat 1 – 5:&lt;br /&gt;1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,&lt;br /&gt;2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,&lt;br /&gt;4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam*.&lt;br /&gt;5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;*) Maksudnya: Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan tulis baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada ayat-ayat yang lain, kita juga mendapati adanya penjelasan agar kita memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya. Yang tentunya hal ini semua tidak mungkin bisa kita lakukan dengan baik, jika kita tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Yunus. 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (QS. Ali ‘Imran. 190). “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali ‘Imran. 191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut, jelaslah bahwa memang sudah seharusnya bagi kita semua untuk selalu menggunakan akal dengan selalu memikirkan ayat-ayat Allah baik yang qouliyah (dalam nash Qur'an dan Sunnah) maupun kauniyah (ayat-ayat Allah di alam semesta).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibarat hendak menuju suatu tempat*, maka Al Qur'an dan Al Hadits adalah petunjuk jalannya, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tak ubahnya seperti kendaraan yang dapat dijadikan sebagai alat bantu sehingga perjalanan tersebut dapat menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Adapun yang dimaksud dengan suatu tempat* di sini adalah kebahagiaan hakiki di negeri akhirat. (Wallahu ta'ala a'lam).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tanpa adanya penguasaan ilmu agama, semuanya itu hanya akan sia-sia saja. Karena bisa dipastikan bahwa semuanya itu hanya akan digunakan oleh syaitan sebagai sarana untuk mempermudah jalan menuju "neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an surat Al A’raaf ayat 16-17, diperoleh keterangan bahwa: “Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tanpa kita sadari, pada akhirnya kita akan “memandang baik perbuatan ma`siat” di muka bumi ini. (Na’udzubillahi mindzalika!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Hijr ayat 39 dan ayat 40. Karena Allah telah memutuskan bahwa iblis itu sesat, maka pasti iblis akan menjadikan kita memandang baik perbuatan ma`siat di muka bumi ini. Dan pasti iblis juga akan berupaya untuk menyesatkan kita semuanya. Kecuali jika kita termasuk golongan hamba-hamba Allah yang mukhlis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”, (QS. Al Hijr. 39). ”kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis* di antara mereka". (QS. Al Hijr. 40). *) Yang dimaksud dengan “mukhlis” ialah orang-orang yang diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah. (Wallahu a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sekali lagi, ilmu pengetahuan dan teknologi memang dapat mempermudah urusan kita. Namun, jika kita tidak menyandarkannya kepada Al Qur'an dan Al Hadits, maka ilmu pengetahuan dan teknologi juga dapat mempermudah jalan menuju "neraka". Sebagaimana kita ketahui bersama, betapa dengan perkembangan teknologi informasi yang ada pada saat ini, ternyata juga berdampak pada demikian mudahnya penyebaran kemaksiatan diantara kita. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Oleh karena itu, waspadalah wahai saudaraku...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Hanya dengan akal yang berpegang (mengimani dan mengikuti) Al Qur'an saja, insya Allah kita akan mencapai puncak kemuliaan, baik di dunia fana ini, apalagi di alam akhirat kelak. (Wallahu a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu*, dan katakanlah: &lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."&lt;/span&gt; (QS. Thaahaa. 114). *) Maksudnya: Nabi Muhammad SAW dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril AS kalimat demi kalimat sebelum Jibril AS selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad SAW menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/ilmu-dunia-hanyalah-alat-bantu-tuk.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/ilmu-dunia-hanyalah-alat-bantu-tuk.html&lt;/a&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2406647742484780722?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2406647742484780722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/pentingnya-penguasaan-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2406647742484780722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2406647742484780722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/pentingnya-penguasaan-ilmu-pengetahuan.html' title='PENTINGNYA PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8834729010794662453</id><published>2010-11-05T00:56:00.003+07:00</published><updated>2010-11-24T06:51:41.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Al Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><title type='text'>KESUCIAN DAN KEMURNIAN AL QUR’AN (III)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Allah-lah yang telah menurunkan Al Qur'an dan Allah pula yang memeliharanya. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya*.” (QS. Al Hijr. 9).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;*) Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Tidak ada satu-pun kitab suci di dunia ini yang susunan redaksinya benar-benar sama (bahkan hingga susunan maupun jumlah hurufnya) untuk semua edisi di seluruh dunia dan di sepanjang masa. Kecuali hanya Al Qur'an&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Hal ini, telah semakin menambah keyakinan kita akan kesucian dan kemurnian Kitab Suci Al Qur'an. Dan hal ini semua, telah semakin menambah keyakinan kita akan kebenaran Kitab Suci Al Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maha Suci Engkau, Ya Allah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hidayah Allah selalu tercurahkan kepada kita semua hingga ajal menjemput kita. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Betapa bersyukurnya kami!&lt;br /&gt;Karena Engkau telah memberi hidayah kepada kami!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yah...,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Logika kami menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, Dan hati kami juga bisa menerima kebenaran agama Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Bimbinglah kami…,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa berada dalam jalan-Mu yang lurus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Jagalah kami…,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa berada dalam naungan ridlo-Mu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Tunjukilah kami…,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin...,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;{Tulisan ke-3 dari 3 tulisan}&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8834729010794662453?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8834729010794662453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/11/kesucian-dan-kemurnian-al-quran-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8834729010794662453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8834729010794662453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/11/kesucian-dan-kemurnian-al-quran-iii.html' title='KESUCIAN DAN KEMURNIAN AL QUR’AN (III)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8214203692419451019</id><published>2010-11-03T11:48:00.020+07:00</published><updated>2011-01-11T15:46:50.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Al Qur&apos;an'/><title type='text'>KESUCIAN DAN KEMURNIAN AL QUR’AN (II)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Allah-lah yang telah menurunkan Al Qur'an dan Allah pula yang memeliharanya. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya*.” (QS. Al Hijr. 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau (seorang sahabat, dosen senior di ITS) juga bertanya: &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Kalau umat Islam dengan mudahnya mengimani kitab Injil, tetapi sebaliknya umat Kristiani tidak serta-merta mengakui bahwa Al Qur'an merupakan penyempurna dari kitab mereka. Menurut Mas Imron, bagaimana sikap umat Yahudi terhadap kitab Injil dan Al Qur'an?”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan Saudaraku, di sini aku berikan penjelasan dari Al Qur'an surat Asy Syuura ayat 14 dan surat Al Baqarah ayat 109. Insya Allah sudah cukup untuk menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka*. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil)** sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu”. (QS. Asy Syuura. 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Maksudnya: Ahli-ahli kitab itu berpecah belah sesudah mereka mengetahui kebenaran dari nabi-nabi mereka. Sesudah datang Nabi Muhammad SAW dan nyata kebenarannya, merekapun tetap berpecah belah dan tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Yang dimaksud dengan ”orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab” adalah ahli kitab yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan berdasarkan penjelasan Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 109, hal itu juga disebabkan karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Kalau begitu, adakah penjelasan di dalam Al Qur’an bahwa ketiga kitab suci sebelumnya sudah tidak murni keasliannya?”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Al Qur’an banyak mengupas tentang adanya kesalahan-kesalahan dari keyakinan mereka. Nah, karena ajaran-ajaran yang mereka yakini (yang tentunya berdasarkan kitab sucinya) terdapat kesalahan, maka hanya satu penjelasan yang bisa diterima, yaitu sumber dari keyakinan tersebut juga terdapat kesalahan. Dan kesalahan-kesalahan ini tidak mungkin terjadi jika ketiga kitab suci tersebut masih terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia. (Wallahu ta’ala a’lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah salah satu ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang hal itu: ”Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu*, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya** yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya***. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (QS. An Nisaa’ ayat 171)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Maksudnya: Janganlah kamu mengatakan Nabi ’Isa itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.&lt;br /&gt;**) Maksudnya: Membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat ”kun” (jadilah) tanpa bapak, yaitu Nabi ’Isa.&lt;br /&gt;***) Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari Surat Al Maa-idah ayat 41, diperoleh penjelasan sebagai berikut: ”Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;mereka merobah**** perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;tempatnya.&lt;/span&gt; Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah" Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS. Al Maa-idah. 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****) Maksudnya: Merobah arti kata-kata, tempat, atau menambah dan mengurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;em&gt;{Bersambung; tulisan ke-2 dari 3 tulisan}&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8214203692419451019?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8214203692419451019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/11/kesucian-dan-kemurnian-al-quran-ii_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8214203692419451019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8214203692419451019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/11/kesucian-dan-kemurnian-al-quran-ii_03.html' title='KESUCIAN DAN KEMURNIAN AL QUR’AN (II)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-4931795803413166259</id><published>2010-11-01T10:09:00.001+07:00</published><updated>2010-11-02T04:55:27.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Al Qur&apos;an'/><title type='text'>KESUCIAN DAN KEMURNIAN AL QUR’AN (I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Allah-lah yang telah menurunkan Al Qur'an dan Allah pula yang memeliharanya. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya*.” (QS. Al Hijr. 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat (dosen senior di ITS) telah bertanya: “&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Oh ya, kitab suci agama samawi itu khan ada 4, tapi mengapa yang eksis dikaji koq cuman Injil dan Al Qur'an, sedang Taurat dan Zabur koq ndak begitu terdengar gaungnya?&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Berikut ini yang aku ketahui tentang Kitab Zabur, Kitab Taurat, serta Kitab Injil yang ada pada saat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita umat Islam, pasti sangat menghargai ketiga kitab suci tersebut. Namun menurut pandangan kita umat Islam, bahwa ketiga kitab suci sebelum Al-Quran itu pada saat ini telah dirubah karena adanya campur tangan manusia. Jadi menurut pandangan kita kaum muslimin, keberadaan ketiga kitab suci tersebut pada saat ini sudah tidak lagi terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Kitab Zabur, bersama Taurat, sebenarnya ada di dalam Kitab Perjanjian Lama, yang bersama Kitab Perjanjian Baru menjadi kitab suci bagi ummat Nasrani atau Kristiani, baik Kristen (Protestan) maupun Katholik, yang dikenal sebagai Alkitab atau Bible. Sementara itu, Kitab Perjanjian Lama dipercaya sebagai kitab suci bagi umat Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Zabur (Arab) atau Mazmur (Ibrani), dikenal sebagai sajak-sajak keagamaan dan karenanya banyak digunakan sebagai buku nyanyian dan doa, baik oleh umat Yahudi maupun Kristiani. Bagi kalangan Kristiani, sejumlah isi Zabur telah digubah menjadi nyanyian gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Terima kasih atas penjelasannya. Oh ya, taruhlah ke-3 kitab itu tetap terjaga keasliannya. Apa maksud diturunkannya Al Qur'an?&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, aku tidak mau berspekulasi dengan membuat satu permisalan jika ketiga kitab suci tersebut tetap terjaga keasliannya. Karena pada kenyataannya, Al Qur'an diturunkan dalam situasi dimana ketiga kitab suci tersebut sudah tidak lagi terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia (Ini menurut pandangan kita kaum muslimin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan maksud diturunkannya Al Qur'an, sebagaimana penjelasan dalam Al Qur'an sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah sebuah kitab yang diturunkan kepada kita, agar tidak ada lagi kesempitan di dalam dada kita karenanya. Diturunkannya Al Qur’an itu, supaya kita dapat memberi peringatan kepada orang kafir, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Al Qur'an itu juga membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan secara terperinci hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya, karena Al Qur'an itu benar-benar diturunkan dari Allah, Tuhan semesta alam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al A’raaf. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya*, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam”. (QS. Yunus. 37). *) Maksudnya: Al Qur’an itu menjelaskan secara terperinci hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al Qur’an itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;{Bersambung; tulisan ke-1 dari 3 tulisan}&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-4931795803413166259?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/4931795803413166259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/11/kesucian-dan-kemurnian-al-quran-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4931795803413166259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4931795803413166259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/11/kesucian-dan-kemurnian-al-quran-i.html' title='KESUCIAN DAN KEMURNIAN AL QUR’AN (I)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-3660888556453990523</id><published>2010-10-06T00:01:00.000+07:00</published><updated>2010-10-06T00:01:00.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertolongan Allah II'/><title type='text'>BIARKAN MEREKA BEKERJA UNTUKMU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ketika pekerjaan kita diserobot oleh keserakahan orang lain,&lt;br /&gt;Ketika jabatan kita dirampas oleh ambisi orang lain,&lt;br /&gt;Ketika harta kita dicuri oleh ketamakan* orang lain,&lt;br /&gt;Ketika masa depan kita melayang oleh kerakusan orang lain,&lt;br /&gt;Dan ketika hak-hak kita yang lainnya terenggut oleh keserakahan orang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kita mempunyai kemampuan untuk memberantas semua kemungkaran / kekejian / ketidakadilan / keserakahan / kedholiman ini, kita harus lakukan semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman. 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kebetulan kita berada pada pihak yang lemah, sehingga kita tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi situasi yang demikian sulit ini, maka kita tidak perlu berkecil hati. Karena sesungguhnya, Allah adalah Tuhan Yang Maha Adil. ”Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan)...” (QS. Asy Syuura. 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cepat atau lambat, Allah pasti akan menunjukkan keadilan-Nya. Karena sesungguhnya janji-janji Allah adalah “pasti”. Dan &lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Allah lebih mengetahui kapan saat yang tepat untuk melaksanakan janji-janji-Nya.&lt;/span&gt; "Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? ...” (QS. At Taubah. 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, seharusnya kita tidak perlu terlalu bersedih hati. &lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Santai saja wahai Saudaraku…, biarkan saja mereka bekerja untukmu...!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika seseorang telah menyerobot pekerjaan kita dengan cara yang tidak halal, maka pada hakekatnya orang tersebut hanyalah ”meminjam” pekerjaan kita. Dan selama dia ”meminjam” pekerjaan kita, sesungguhnya tanpa dia sadari, dia telah bekerja untuk kita. Karena hak-hak yang melekat pada pekerjaan tersebut tetaplah menjadi hak kita dan pada suatu saat, dia tetap harus mengembalikan pekerjaan yang dipinjamnya beserta hak-hak yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia tidak bersedia untuk mengembalikannya ketika masih hidup di dunia ini (atau minta dihalalkan), maka kelak di akhirat nanti dia tetap harus mengembalikannya. Karena pada hakekatnya dia tetap tidak pernah berhak untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi ketika seseorang telah merampas jabatan kita, hanya karena memenuhi ambisinya yang membabi buta. Maka pada hakekatnya orang tersebut hanyalah ”meminjam” jabatan kita. Dan selama dia ”meminjam” jabatan kita, sesungguhnya tanpa dia sadari, dia telah bekerja untuk kita. Karena hak-hak yang melekat pada jabatan tersebut tetaplah menjadi hak kita dan pada suatu saat, dia tetap harus mengembalikan jabatan yang dipinjamnya beserta hak-hak yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia tidak bersedia untuk mengembalikannya ketika masih hidup di dunia ini (atau minta dihalalkan), maka kelak di akhirat nanti dia tetap harus mengembalikannya. Karena pada hakekatnya dia tetap tidak pernah berhak untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya ketika seseorang telah mencuri harta kita (sepeda motor, mobil, HP, komputer, dll), karena didorong oleh ketamakannya. Maka pada hakekatnya orang tersebut hanyalah ”meminjam” harta kita. Dan selama dia ”meminjam” harta kita, apalagi jika sampai digunakan sebagai “modal” untuk bekerja dan / mencari uang, maka tanpa dia sadari, sesungguhnya dia juga telah bekerja untuk kita. Karena harta kita tersebut beserta hak-hak yang melekat padanya, tetaplah menjadi hak kita. Dan pada suatu saat, dia tetap harus mengembalikan harta yang dipinjamnya beserta hak-hak yang melekat padanya. Demikian seterusnya…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, &lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar,&lt;/span&gt; (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui". (QS. Al A’raaf. 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Tamak adalah ketergantungan hati kita terhadap apa yang ada di tangan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-3660888556453990523?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/3660888556453990523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/10/biarkan-mereka-bekerja-untukmu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3660888556453990523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3660888556453990523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/10/biarkan-mereka-bekerja-untukmu.html' title='BIARKAN MEREKA BEKERJA UNTUKMU'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2646224678107980114</id><published>2010-10-03T00:12:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T00:12:00.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>BERHARAP WAKTU LEBIH CEPAT BERLALU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih tanggal segini koq terasa seperti sudah tanggal tua, ya? Mana kantong sudah menipis lagi. Rasanya sudah tak sabar lagi menunggu terlalu lama untuk gajian lagi”. Demikian keluh-kesah Mas Nafil kepada Mas Fulan, sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluh-kesah dari Mas Nafil tersebut, Mas Fulan berupaya untuk menanggapinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berharap segera gajian, itu sama saja dengan berharap agar waktu lebih cepat berlalu. Padahal tanpa diharapkan-pun, waktu sudah teramat cepat berlalu. Yang artinya tanpa kita sadari, maut-pun juga semakin cepat menjemput kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…, Marilah kita renungkan bersama-sama, bahwa tanpa kita sadari, ternyata waktu terus berlalu dan terus berlalu (dan tidak mungkin berhenti/kita hentikan). Padahal, jatah umur kita untuk hidup di dunia ini telah ditetapkan oleh Allah SWT. sebagaimana keterangan dalam surat Faathir berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”. (QS. Faathir. 11).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menunjukkan bahwa pada saat yang sama, tidak terasa pula jatah umur kita juga akan terus berkurang dan terus berkurang (dan tidak mungkin berhenti/kita hentikan). Hingga tiba-tiba maut semakin dekat di hadapan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, untuk apa saja umur kita selama ini telah kita habiskan...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Betapa singkatnya kehidupan dunia ini. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah bagi kita untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Dan sudah seharusnya bagi kita untuk senantiasa berdo’a kepada-Nya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita, sehingga kelak kita dapat mengakhiri hidup ini dengan khusnul khotimah. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (QS. Ali ‘Imran. 193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin...,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mas Fulan dan Mas Nafil pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2646224678107980114?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2646224678107980114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/10/berharap-waktu-lebih-cepat-berlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2646224678107980114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2646224678107980114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/10/berharap-waktu-lebih-cepat-berlalu.html' title='BERHARAP WAKTU LEBIH CEPAT BERLALU'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6632842596074866628</id><published>2010-10-01T00:01:00.005+07:00</published><updated>2010-10-05T00:22:25.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>KETIKA KEHILANGAN BARANG BERHARGA*</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ketika kita naik bus dan tanpa kita sadari dompet kita yang berisikan uang beserta surat-surat penting (KTP, SIM, dll) telah terjatuh, kemudian ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita, maka kita akan mengucapkan terima kasih kepadanya dan setelah itu peristiwa tersebut berlalu begitu saja. Maklum pada situasi seperti itu, kita belum sempat merasakan kehilangan dompet tersebut, tiba-tiba kita telah mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi ceritanya bila pada saat kita naik bus kemudian tanpa kita sadari dompet kita telah terjatuh dan kita baru menyadarinya setelah kita turun dari bus tersebut. Kemudian setelah beberapa hari, tiba-tiba ada seseorang yang memberitahu kita bahwa dia telah menemukan dompet tersebut beserta surat-surat penting di dalamnya. Dia mengatakan, bahwa dia mengetahui alamat beserta identitas kita yang lainnya setelah membaca alamat yang ada di KTP atau SIM yang ada dalam dompet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti ini, kemungkinan besar kita tidak hanya mengucapkan terimakasih saja kepada yang bersangkutan. Namun juga kita berikan reward kepadanya. Maklum pada situasi seperti ini, kita benar-benar sempat merasakan kehilangan dompet tersebut dan setelah beberapa hari tiba-tiba kita telah mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Yang manakah yang lebih baik: orang pertama yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita, ataukah orang kedua yang tidak segera menyerahkan dompet tersebut kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya yang terbaik adalah orang pertama. Namun, justru orang kedua-lah yang mendapatkan reward lebih besar. Begitulah, realita yang sering kita hadapi selama kita hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari contoh kasus tersebut, kita dapat melihatnya dari beberapa sudut pandang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;1. Dari sudut pandang orang yang kehilangan dompet. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sangat wajar jika kita memberikan reward lebih besar kepada orang kedua yang ”dirasakan” telah memberikan jasa lebih besar, meskipun bisa jadi justru orang pertama-lah yang lebih baik (orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita renungkan bersama uraian berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an surat An-Nisa` ayat 3, Allah SWT. telah berfirman: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An-Nisa`: 3) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ&lt;br /&gt;“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian tersebut memang menjelaskan seputar perlakuan adil dari seorang suami yang berpoligami terhadap para istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa memang berat berlaku adil terhadap dua, tiga atau empat istri itu. Tetapi yang perlu diingat adalah, bahwa yang dimaksud dengan adil disini tidaklah sama dengan keadilan sebagaimana adilnya Allah kepada seluruh hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab jika ini yang dimaksudkan, tentunya perintah pada QS. An Nisaa’ ayat 3 tersebut akan mubadzir (sia-sia), karena tidak mungkin bisa dilaksanakan (maksudnya: buat apa membuat peraturan jika tidak mungkin bisa dilaksanakan?). Padahal, tidak mungkin Allah menciptakan apapun dengan sia-sia (termasuk ayat-ayat Al Qur'an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kaitkan kembali dengan kasus di atas, maka sangat wajar ketika kita ”cenderung merasakan” adanya jasa yang lebih besar kepada orang kedua, kemudian kita berikan reward yang lebih besar pula. Yang penting tidak sampai berlebih-lebihan. Dan tentunya hal ini karena didasari oleh sikap husnudzon (berbaik sangka) kita kepadanya. Artinya kita menduga/berprasangka bahwa orang kedua memang tidak bisa segera mengembalikan dompet tersebut karena memang baru menemukannya. (Wallahu ta’ala a’lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;2. Dari sudut pandang orang yang menemukan dompet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang..., dengan mengulur-ulur dalam menyerahkan dompet tersebut kepada pemiliknya, kita bisa berharap akan mendapatkan reward lebih besar kepada pemilik dompet. Karena dengan demikian, si pemilik dompet akan sangat merasakan kehilangan dompet-nya sehingga tatkala kita mengembalikannya, maka yang bersangkutan akan merasakan betapa ”jasa” kita sangat-lah besar dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ingatlah, bahwa sesungguhnya perbuatan ini telah merugikan orang lain. Seharusnya, hanya kepada Allah saja-lah kita berharap. Seharusnya kita sandarkan seluruh hidup kita hanya kepada-Nya saja. Karena “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. 112. 2). Karena “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Anfaal. 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal itu, maka sudah seharusnya jika kita senantiasa berupaya untuk selalu bertakwa kepada-Nya, selalu berupaya untuk menjalankan semua perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya. Juga senantiasa berdzikir / ingat kepada-Nya serta setiap saat memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya serta senantiasa berbaik sangka kepada-Nya. Karena Dia adalah Pelindung kita dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “Dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Tahriim. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kasus di atas, maka kita tidak perlu berupaya melakukan kecurangan demi memenuhi ambisi kita untuk mendapatkan reward yang lebih besar kepada pemilik dompet. Semuanya kita serahkan kepada-Nya. Yang lebih penting bagi kita adalah segera menyerahkannya dengan baik, lillahi ta’ala. Jika kemudian diberi reward, maka sudah seharusnya bagi kita untuk mensyukurinya. Dan jika ternyata tidak mendapatkan reward apapun (hanya ucapan terimakasih dari pemilik dompet), maka kita harus tetap berprasangka baik kepada-Nya. Mungkin saja hal ini karena Allah berkehendak untuk memberikan balasan yang lebih baik di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka hal ini semua senantiasa akan membuat hidup kita menjadi tenang. Tidak dipenuhi oleh ambisi yang membabi buta...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepada kami, sehingga kami benar-benar dapat ridha dengan apa yang telah Engkau berikan kepada kami. &lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Cukuplah Engkau bagi kami. Sesungguhnya kami hanya berharap kepada Engkau.&lt;/span&gt; Semoga Engkau berikan karunia-Mu kepada kami. Amin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;3. Dari contoh kasus tersebut, juga menunjukkan bahwa sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan keadilan mutlak selama hidup di dunia ini (wallahu a'lam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;*) Contoh kasus pada artikel ini terinspirasi dari catatan Bpk. &lt;a href="http://www.facebook.com/msyariffuddin"&gt;Syariffuddin Mahmudsyah&lt;/a&gt; yang berjudul: ”Cerita Jum’at Malam: 4 Skenario Dikala HP Jatuh Di Kereta Api”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Terimakasih Pak Uddin, atas ilmu yang telah diberikan selama ini. Semoga hal ini dilihat oleh Allah SWT. sebagai amal kebajikan, sehingga dapat menambah ketakwaan Pak Uddin kepada-Nya. Amin). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6632842596074866628?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6632842596074866628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/10/ketika-kehilangan-barang-berharga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6632842596074866628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6632842596074866628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/10/ketika-kehilangan-barang-berharga.html' title='KETIKA KEHILANGAN BARANG BERHARGA*'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6127522911871526701</id><published>2010-09-05T00:10:00.000+07:00</published><updated>2010-09-05T00:10:00.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>MANUSIA MEMILIKI KELEBIHAN DIBANDINGKAN DENGAN HEWAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan di sekeliling kita, nampaklah bahwa ternyata hewan-pun juga memiliki keahlian dibidang tertentu. Seperti: bebek yang pandai berenang, juga kepintaran kucing dalam menangkap mangsanya (tikus, cecak, dll).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun perilaku hewan-hewan tersebut nampaknya hanyalah merupakan kehendak mereka untuk mengeksploitasi alam sekitar yang didorong oleh rasa ingin tahu yang tetap sepanjang zaman (idle curiousity / instinct). Insting ini berpusat pada satu hal saja, yaitu untuk mempertahankan kelestarian hidupnya. Untuk itu mereka perlu makan, melindungi diri dan berkembangbiak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan manusia? Ternyata manusia juga memiliki insting sebagaimana yang dimiliki hewan. Namun manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh hewan, yaitu kemampuan berpikir. Dengan kata lain, curiousity-nya tidak idle (tidak tetap seperti itu sepanjang zaman). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan karena hal ini-lah, maka setiap apapun yang telah kita perbuat selama kita hidup di dunia ini, akan dimintai pertanggung-jawaban kelak di hari akhir nanti sebagai konsekuensi logis dari kemampuan berpikir yang telah diberikan kepada kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Al Qiyaamah. 36).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (QS. Al Israa’. 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada hewan, karena tidak dibekali dengan kemampuan berpikir, maka apapun perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, tidak akan pernah dimintai pertanggungjawaban sebagaimana kita (wallahu a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6127522911871526701?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6127522911871526701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/09/manusia-memiliki-kelebihan-dibandingkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6127522911871526701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6127522911871526701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/09/manusia-memiliki-kelebihan-dibandingkan.html' title='MANUSIA MEMILIKI KELEBIHAN DIBANDINGKAN DENGAN HEWAN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-3538024663531877756</id><published>2010-09-03T10:01:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T10:01:00.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>BACALAH DENGAN MENYEBUT NAMA TUHANMU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Akal adalah syarat utama bagi seseorang untuk menjalankan semua syari'at Islam. Artinya, bagi orang yang tidak berakal (gila, tidak sadarkan diri / koma, dll) atau bagi yang belum sempurna akalnya (belum baligh), mereka semua itu tidak ada kewajiban untuk menjalankan syari'at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Al Qur’an surat Al ‘Alaq ayat 1 – 5, diperoleh penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,&lt;br /&gt;2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,&lt;br /&gt;4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam*.&lt;br /&gt;5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;*) Maksudnya: Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan tulis baca.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Dari Al Qur’an surat Al ‘Alaq ayat 1 – 5 tersebut, nyata-lah bahwa kita semua dituntut untuk terus-menerus membaca / memikirkan ayat-ayat Allah, baik yang qouliyah (dalam nash Al Qur'an dan As Sunnah) maupun kauniyah (ayat-ayat Allah di alam semesta), dimanapun dan sampai kapanpun. Tentunya dengan menggunakan segenap potensi yang ada pada akal kita (sebagai makhluk yang ber-akal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sekali lagi, sebagai makhluk yang ber-akal, kita memang sudah seharusnya menggunakan akal kita untuk selalu membaca / memikirkan ayat-ayat Allah, baik yang qouliyah (dalam nash Al Qur'an dan As Sunnah) maupun kauniyah (ayat-ayat Allah di alam semesta), dimanapun dan sampai kapanpun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kita tidak boleh terlalu mengedepankan akal kita, karena ternyata akal kita sangatlah terbatas. Artinya jika pada saat ini kita menemukan adanya pertentangan antara logika kita dengan penjelasan Al Qur’an, maka janganlah kita terus memperturutkan akal kita. Karena yang sesungguhnya terjadi adalah karena kemampuan logika kita belum mencukupi untuk memahami penjelasan Al Qur’an tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Dengan akal yang berpegang (mengimani dan mengikuti) Al Qur'an, insya Allah kita akan mencapai puncak kemuliaan, dunia dan akhirat. (Wallahu ta'ala a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika ilmu tersebut telah ada dalam genggaman, maka jangan bosan-bosannya untuk menyampaikannya kepada sesama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR. Thabrani dan Daruquthni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penting juga untuk dibaca, link berikut ini (silahkan klik di sini): &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-3538024663531877756?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/3538024663531877756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/09/bacalah-dengan-menyebut-nama-tuhanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3538024663531877756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3538024663531877756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/09/bacalah-dengan-menyebut-nama-tuhanmu.html' title='BACALAH DENGAN MENYEBUT NAMA TUHANMU'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5846898182264112374</id><published>2010-09-01T03:05:00.004+07:00</published><updated>2011-04-02T09:03:03.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>PELAJARAN BERHARGA UNTUK KITA SEMUA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Jerome Irving Rodale, penemu makanan organik dan penerbit koran Rodale ketika ia diwawancarai sebuah stasiun televisi dalam acara Dick Cavett pada tahun 1971 (mengatakan) bahwa ia akan hidup hingga umur 100 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, Rodale 72 tahun tewas terjungkkal dari kursi akibat serangan jantung di acara tersebut, alhasil wawancara tersebut pun tidak pernah disiarkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/TBUfMxqVedI/AAAAAAAAAEc/bSG3qvmqf-4/s1600/Jerome+Irving+Rodale.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482322425743243730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 224px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/TBUfMxqVedI/AAAAAAAAAEc/bSG3qvmqf-4/s320/Jerome+Irving+Rodale.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber: &lt;a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=4166" target="_blank"&gt;http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=4166&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-----&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari kasus di atas, nampaklah bahwa seseorang (termasuk kita semua) benar-benar tidak menyadari kapan datangnya maut itu. Bahkan Pak Jerome Irving Rodale-pun masih merasa akan terus hidup hingga usia 100 tahun, sesaat menjelang wafatnya. Dan hal ini bukan mustahil bisa terjadi pada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Betapa singkatnya kehidupan dunia ini. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah bagi kita untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Dan sudah seharusnya bagi kita untuk senantiasa berdo’a kepada-Nya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita, sehingga kelak kita dapat mengakhiri hidup ini dengan khusnul khotimah. Amin!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. (QS. Ali ‘Imran. 193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5846898182264112374?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5846898182264112374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/09/pelajaran-berharga-untuk-kita-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5846898182264112374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5846898182264112374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/09/pelajaran-berharga-untuk-kita-semua.html' title='PELAJARAN BERHARGA UNTUK KITA SEMUA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/TBUfMxqVedI/AAAAAAAAAEc/bSG3qvmqf-4/s72-c/Jerome+Irving+Rodale.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-413491439667787216</id><published>2010-08-05T10:56:00.006+07:00</published><updated>2011-01-06T07:18:57.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>BERBUAT BAIK ATAU JAHAT, HAL ITU ADALAH BAGI DIRI KITA SENDIRI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;                 &lt;br /&gt;JIKA KITA BERBUAT BAIK SESUNGGUHNYA KITA TELAH BERBUAT BAIK BAGI DIRI KITA SENDIRI, DAN JIKA KITA BERBUAT KEJAHATAN SESUNGGUHNYA KEJAHATAN ITU ADALAH BAGI DIRI KITA SENDIRI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Pada saat ini, (mungkin) kita dengan mudah bisa menyaksikan, betapa begitu banyak orang yang menghadapi problematika kehidupan ini dengan nafsu belaka. Ditambah dengan keserakahannya, hal ini telah membuat mereka dengan mudahnya berbuat aniaya kepada pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang...,&lt;br /&gt;Sepertinya dengan mengurangi timbangan, sang pedagang dapat mengeruk keuntungan lebih besar dengan mudah. Juga, sepertinya dengan melakukan kecurangan via KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) atau cara lainnya, sang pelamar kerja dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Juga, sepertinya dengan melakukan korupsi, sang karyawan dapat memperoleh tambahan penghasilan dengan mudah. Dan sepertinya dengan melakukan KKN atau cara lainnya, sang karyawan dapat memperoleh promosi jabatan dengan mudah. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketahuilah, bahwa sesungguhnya mereka semuanya telah berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena...,&lt;br /&gt;Pada saat seorang pedagang mengurangi timbangan, maka pada saat itu pula dia telah mengambil sebagian barang yang menjadi hak pembeli secara tidak halal. Dalam hal ini, pada hakekatnya sang pedagang hanyalah “meminjam” barang tersebut dari pemilik yang syah (pembeli). Dan karena hanya meminjam, maka dia tetap harus mengembalikan barang yang “dipinjamnya” kepada pemiliknya. Jika dia tidak bersedia untuk mengembalikannya ketika masih hidup di dunia ini (atau minta dihalalkan), maka kelak di akhirat nanti dia tetap harus mengembalikannya. Dan hal ini merupakan suatu kesulitan yang tiada tara, sangat tidak sebanding dengan sedikit kesenangan yang dia peroleh saat mengambil sebagian hak pembeli tersebut. Jika sudah demikian adanya, bukankah dia telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya ketika seorang pelamar kerja melakukan kecurangan via KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) atau cara lainnya, demi memperoleh suatu pekerjaan dengan mudah. Maka pada saat itu pula dia telah merampas pekerjaan dari pelamar lain yang lebih berhak. Dalam hal ini, pada hakekatnya dia hanyalah “meminjam” pekerjaan tersebut (beserta hak-hak yang melekat pada pekerjaan tersebut) dari pemiliknya yang syah. Dan karena hanya meminjam, maka dia tetap harus mengembalikan pekerjaan yang “dipinjamnya” kepada pemiliknya. Jika dia tidak bersedia untuk mengembalikannya ketika masih hidup di dunia ini (atau minta dihalalkan), maka kelak di akhirat nanti dia tetap harus mengembalikannya. Dan hal ini merupakan suatu kesulitan yang tiada tara, sangat tidak sebanding dengan sedikit kesenangan yang dia peroleh dari pekerjaan tersebut. Jika sudah demikian adanya, bukankah dia telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya ketika seorang karyawan melakukan korupsi, demi memperoleh ”tambahan penghasilan” dengan mudah. Maka pada saat itu pula sang karyawan telah mengambil uang negara / uang perusahaan secara tidak halal. Dalam hal ini, pada hakekatnya karyawan tersebut hanyalah “meminjam” uang negara / uang perusahaan tersebut. Dan karena hanya meminjam, maka dia tetap harus mengembalikan uang yang “dipinjamnya” kepada pemiliknya. Jika dia tidak bersedia untuk mengembalikannya ketika masih hidup di dunia ini, maka kelak di akhirat nanti dia tetap harus mengembalikannya. Dan hal ini merupakan suatu kesulitan yang tiada tara, sangat tidak sebanding dengan sedikit kesenangan yang dia peroleh dari ”tambahan penghasilan” tersebut. Jika sudah demikian adanya, bukankah dia telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi pada saat seorang karyawan melakukan kecurangan via KKN atau cara lainnya, demi memperoleh promosi jabatan dengan mudah. Maka pada saat itu pula dia telah merampas jabatan dari rekannya yang lebih berhak. Dalam hal ini, pada hakekatnya dia hanyalah “meminjam” jabatan tersebut (beserta hak-hak yang melekat pada jabatan tersebut) dari pemiliknya yang syah. Dan karena hanya meminjam, maka dia tetap harus mengembalikan jabatan yang “dipinjamnya” kepada pemiliknya. Jika dia tidak bersedia untuk mengembalikannya ketika masih hidup di dunia ini, maka kelak di akhirat nanti dia tetap harus mengembalikannya. Dan hal ini merupakan suatu kesulitan yang tiada tara, sangat tidak sebanding dengan sedikit kesenangan yang dia peroleh dari pekerjaan tersebut. Jika sudah demikian adanya, bukankah dia telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri...? Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad. 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa". (QS. Thaahaa. 16). Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya...,&lt;br /&gt;Sepertinya dengan berlaku jujur dalam timbangan, sang pedagang hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit. Juga, sepertinya dengan bersaing secara fair, sang pelamar kerja akan lebih sulit untuk memperoleh pekerjaan. Juga, sepertinya dengan berlaku amanah, sang karyawan akan lebih sulit untuk memperoleh tambahan penghasilan. Dan sepertinya dengan berlaku jujur serta bersaing secara fair, sang karyawan juga akan lebih sulit untuk memperoleh promosi jabatan. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketahuilah, bahwa ketika mereka berbuat kebaikan, maka sesungguhnya mereka telah berbuat kebaikan untuk diri mereka sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dengan berlaku jujur dalam timbangan, dengan bersaing secara fair, serta dengan berlaku amanah dalam segala hal (dan seterusnya), hal itu menunjukkan bahwa mereka semuanya hanya berharap kepada Allah semata. Dia menyandarkan seluruh hidupnya hanya kepada-Nya. Karena dia menyadari, bahwa: “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. 112. 2). Karena “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Anfaal. 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal itu, maka mereka senantiasa berupaya untuk selalu bertakwa kepada-Nya, selalu berupaya untuk menjalankan semua perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya. Dia juga senantiasa berdzikir / ingat kepada-Nya serta setiap saat memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya serta senantiasa berbaik sangka kepada-Nya. Karena Dia adalah Pelindungnya dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “Dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Tahriim. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, jika dia adalah pencari kerja, maka dia tidak akan berlaku curang. Dia akan berupaya secara maksimal sambil menyerahkan semuanya hanya kepada-Nya. Jika pada akhirnya dia diterima, maka dia akan bersyukur. Sedangkan jika ternyata gagal, dia akan bersabar dan tetap berprasangka baik kepada-Nya. Mungkin kegagalan itu hanyalah karena Allah akan memilihkan pekerjaan lain yang lebih baik / lebih cocok untuknya dibelakang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika yang bersangkutan adalah seorang karyawan, ketika ada promosi jabatan, maka dia juga tidak akan berupaya melakukan kecurangan demi memenuhi ambisinya untuk mendapatkan jabatan itu. Semuanya dia serahkan kepada-Nya. Yang lebih penting baginya adalah bekerja dengan baik, lillahi ta’ala. Jika kemudian dinilai pantas untuk menduduki jabatan itu, maka dia akan berupaya untuk menjalankannya dengan penuh amanah. Dan jika ternyata harus orang lain yang diberi kesempatan, maka dia akan tetap berprasangka baik kepada-Nya. Mungkin saja hal ini karena Allah berkehendak untuk meyelamatkannya dari fitnah yang menjerumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian seterusnya…! Sehingga hal ini semua senantiasa membuat hidupnya menjadi tenang. Tidak dipenuhi oleh ambisi jahiliyah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri”, (QS. Al Israa’. 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng`azab sebelum Kami mengutus seorang rasul”. (QS. Al Israa’. 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya)”. (QS. Fush Shilat. 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan”. (QS. Al Jaatsiyah. 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqman. 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada baiknya juga untuk dibaca, artikel berikut ini (silahkan klik di sini): &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/nilai-sebuah-kesalahan_26.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/nilai-sebuah-kesalahan_26.html&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-413491439667787216?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/413491439667787216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/jika-kita-berbuat-baik-sesungguhnya_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/413491439667787216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/413491439667787216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/jika-kita-berbuat-baik-sesungguhnya_05.html' title='BERBUAT BAIK ATAU JAHAT, HAL ITU ADALAH BAGI DIRI KITA SENDIRI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-4466428567833231974</id><published>2010-08-03T02:50:00.000+07:00</published><updated>2010-08-03T05:31:35.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><title type='text'>CEPAT ATAU LAMBAT, ALLAH PASTI AKAN MENUNJUKKAN KEADILAN-NYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Pada saat ini, (mungkin) kita dengan mudah bisa menyaksikan, betapa begitu banyak orang yang menghadapi problematika kehidupan ini dengan nafsu belaka. Dengan keserakahannya, hal ini telah membuat mereka dengan mudahnya berbuat aniaya kepada pihak lain. Dan ditambah dengan serangkaian langkah yang telah mereka tempuh, seolah mereka lupa bahwa di atas kita semua masih ada Allah SWT. yang selalu mengawasi setiap gerak langkah kita. &lt;span style="color:#ffff99;"&gt;“… Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.&lt;/span&gt; (QS. An Nisaa’. 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Menghadapi situasi yang demikian sulit ini, jika kita mempunyai kemampuan untuk memberantas semua kemungkaran / kekejian / ketidakadilan / keserakahan / kedholiman ini, maka kita harus lakukan semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf* dan mencegah dari yang munkar**; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali ’Imran. 104). *) Yang dimaksud dengan ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. **) Sedangkan yang dimaksud dengan munkar adalah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kebetulan kita berada pada pihak yang lemah, sehingga kita tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi situasi yang demikian sulit ini, maka kita tidak perlu berkecil hati. Karena sesungguhnya, Allah adalah Tuhan Yang Maha Adil. ”Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan)...” (QS. Asy Syuura. 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cepat atau lambat, Allah pasti akan menunjukkan keadilan-Nya. Karena sesungguhnya janji-janji Allah adalah “pasti”. &lt;span style="color:#ffff99;"&gt;Dan Allah lebih mengetahui kapan saat yang tepat untuk melaksanakan janji-janji-Nya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? ...” (QS. At Taubah. 111). Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-4466428567833231974?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/4466428567833231974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/cepat-atau-lambat-allah-pasti-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4466428567833231974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/4466428567833231974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/cepat-atau-lambat-allah-pasti-akan.html' title='CEPAT ATAU LAMBAT, ALLAH PASTI AKAN MENUNJUKKAN KEADILAN-NYA'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-814824237560025607</id><published>2010-08-01T01:28:00.001+07:00</published><updated>2011-01-03T06:46:13.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak II'/><title type='text'>SALING MENGINGATKAN (II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Marilah kita semuanya berupaya menjalankan perintah Allah SWT. dalam surat Al 'Ashr untuk saling mengingatkan serta saling memberi nasehat. Karena dengan saling memberi dan mengingatkan, aku berharap, semoga kita semua tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi. Sebagaimana penjelasan Al Qur’an berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. 103. 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Sebagai sesama muslim yang terikat dalam tali persaudaraan yang kuat dalam iman dan Islam, kita juga sudah semestinya untuk saling mengingatkan agar kita terus-menerus mencari kebenaran dalam ber-Islam, kapan-pun dan di mana-pun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan kebenaran itu harus kita cari / kita terima dari mana-pun / dari siapapun. Sekalipun kebenaran itu keluar dari lisan seorang penjahat / orang kafir sekalipun. Apalagi jika berasal dari sesama muslim. Karena sesungguhnya kebenaran itu adalah milik Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga penjelasan beberapa hadits / ayat Al Qur'an berikut ini dapat memotivasi kita semua untuk senantiasa belajar (mencari kebenaran), khususnya tentang ilmu agama. Amin...!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mu’awiyah r.a. meriwayatkan, katanya Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang oleh Allah dikehendaki baik, maka Allah akan memberikan kepadanya pemahaman tentang agama”. HR. Bukhari dan Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, katanya: bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang melintasi sebuah jalan (pergi) untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju syurga”. HR. Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. (QS. Al Baqarah. 269).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-814824237560025607?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/814824237560025607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/saling-mengingatkan-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/814824237560025607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/814824237560025607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/08/saling-mengingatkan-ii.html' title='SALING MENGINGATKAN (II)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-1186693032030870460</id><published>2010-07-05T00:30:00.015+07:00</published><updated>2011-02-25T07:45:00.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>TENTANG POLIGAMI (VI)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari diskusi tentang poligami ini adalah: bahwa kita tidak boleh mengambil Islam secara sepotong-sepotong. “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah. 208).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memang, seorang calon suami (laki-laki) bisa menikah tanpa mendapatkan persetujuan dari orang tuanya dan pernikahan tersebut tetap syah (selama ke-4 rukun nikah terpenuhi). Namun, ingatlah (wahai para calon suami / laki-laki) bahwa perintah untuk berbakti kepada orang tua itu adalah mutlak / tidak bisa ditawar-tawar lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengenai hal ini (perintah untuk berbakti kepada orang tua), saudaraku bisa membaca artikel yang berjudul: "BERBAKTI KEPADA IBU DAN BAPAK (I)" dan "BERBAKTI KEPADA IBU DAN BAPAK (II)". Atau bisa klik di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-i.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-i.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan klik juga di sini: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-ii.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/berbakti-kepada-ibu-dan-bapak-ii.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, hal yang sama juga berlaku bagi para suami yang akan menikah lagi (terkait dengan persetujuan istri pertama / istri sebelumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada kesempatan ini, aku berikan satu ilustrasi lagi. Aku berikan contoh kasus yang tidak ada hubungannya dengan perkawinan, dengan harapan dapat mempermudah pemahaman kita, bahwa kita memang tidak boleh mengambil Islam secara sepotong-sepotong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;----- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang mahasiswi yang kuliah di luar kota, telah berbohong kepada orang tuanya. Dia mengatakan kepada orang tuanya bahwa seolah-olah banyak biaya tambahan yang harus dia bayarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Padahal "uang tambahan" tersebut dia gunakan untuk membeli pakaian-pakaian mahal. Hingga akhirnya "rahasia" ini terbongkar dan telah membuat orang tuanya marah atas tindakan mahasiswi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudaraku...,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada kasus ini, selama pembelian pakaian-pakaian mahal tersebut berjalan dengan benar (terjadi kesepakatan harga, tidak ada unsur paksaan, tidak terjadi penipuan, dst.) maka jual-beli tersebut syah. Sedangkan apakah ulah si mahasiswi tersebut mendapat persetujuan dari orang tuanya atau tidak, hal ini adalah kasus yang berbeda. Tidak ada kaitannya dengan syah-tidaknya jual-beli itu. (Wallahu a’lam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Artinya, ketika orang tua si mahasiswi tersebut ternyata tidak setuju dengan pembelian pakaian-pakaian itu, kemudian si mahasiswi mengembalikan pakaian-pakaian itu kepada pedagang, maka sang pedagang berhak untuk menolaknya. Karena jual-beli tersebut adalah syah. Kalaupun ternyata orang tua si mahasiswi tersebut tidak setuju, itu bukan urusan si pedagang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga contoh kasus yang terakhir ini semakin memperjelas pemahaman kita, bahwa kita benar-benar tidak boleh mengambil Islam secara sepotong-sepotong. Tidak hanya pada masalah pernikahan / poligami saja, tetapi juga pada semua aspek kehidupan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya seputar masalah pernikahan itu, sangatlah kompleks. &lt;span lang="SV"&gt;Dan nikah itu sendiri (meskipun pernikahan untuk yang pertama) hukumnya bisa bermacam-macam tergantung yang melatarbelakangi pernikahan tersebut&lt;/span&gt;. Misal: Jika seorang lelaki ingin menikahi seorang wanita, namun dalam hatinya sudah ada rencana untuk memeras harta kekayaan si wanita, tentunya pernikahan semacam ini bisa menjadi haram. Hal yang sama, tentunya juga ada pada pernikahan yang kedua, ketiga maupun keempat. Hukumnya bisa bermacam-macam jika yang melatarbelakangi pernikahan tersebut berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau melihat syarat - rukun nikah, memang tidak ada syarat utk ijin/mendapat persetujuan dari istri pertama. Dan suami yang menikah lagi dengan tanpa persetujuan istri pertama itu juga belum tentu tidak baik. Semuanya tergantung pada hal-hal yang melatarbelakanginya. Misal: istri menderita sakit kanker pada farj-nya sehingga tidak bisa memberi pelayanan batin pada sang suami. Tentunya sang suami &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;boleh&lt;/span&gt;*) menikah lagi tanpa perlu persetujuan istri dan ini bukanlah sesuatu yang buruk. Yang seharusnya terjadi, sang istri bisa memahami kondisi yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terkait dengan ijin orang tua, juga bisa bermacam-macam, sangat tergantung pada hal-hal yang melatarbelakangi pernikahan tersebut. Jika ketidaksetujuan orang tua tidak berdasarkan alasan syar'i, tentu boleh dilanggar dan ini juga bukan berarti tidak berbakti kepada orang tua. Contoh: orang tua tidak setuju karena calon istri dipandang kurang cantik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi kalau alasannya karena calon istri suka mabuk-mabukan dan tidak pernah sholat, maka yang seperti ini wajib ditaati. Meskipun demikian jika pernikahan tetap dilaksanakan, selama syarat-rukunnya terpenuhi, pernikahan tetap syah. Hanya saja, pada kasus ini sang calon suami telah tidak berbakti kepada orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikian, semoga bermanfaat. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;NB.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;*) &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;Boleh&lt;/span&gt;, bukan berarti &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;harus&lt;/span&gt;. Pada kasus lain, ketika tiba-tiba seseorang telah memukul kita tanpa alasan yang haq, maka kita &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;boleh&lt;/span&gt; membalas memukulnya dengan pukulan yang setimpal. Namun jika kita bisa membicarakannya dengan baik-baik dan &lt;span style="COLOR: rgb(255,204,102)"&gt;memaafkannya&lt;/span&gt;, tentunya ini adalah perbuatan yang sangat mulia. (Wallahu ta’ala a’lam). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;{Tulisan ke-6 dari 6 tulisan}&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-1186693032030870460?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/1186693032030870460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/07/tentang-poligami-vi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1186693032030870460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/1186693032030870460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/07/tentang-poligami-vi.html' title='TENTANG POLIGAMI (VI)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-537671260550133971</id><published>2010-07-03T01:25:00.002+07:00</published><updated>2011-01-07T11:28:39.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>TENTANG POLIGAMI (V)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat lainnya telah memberi komentar terhadap artikel tentang poligami I s/d III sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menarik. Kang Imron yang baik, juga teman2 yang baik, dalam keterbatasan ilmu yang saya punyai mohon di ijinkan saya ikut sharing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai seorang muslimah yang baik saya sangat menjunjung tinggi Firman Allah dalam Al Qur'an tanpa keraguan tanpa berbantahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Suami saya bilang dalam agama Islam diperbolehkan seorang suami menikah lagi tanpa terlebih dahulu mohon ijin pada istrinya (mohon koreksi dan mohon diberitahukan kepada saya ayatnya apabila ada yg berkenan) karena saya lupa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Suami saya bilang juga, akan bersabar, dan akan mengedukasi saya sampai saya paham ayat-ayat Allah, sampai saya mengerti, sampai ilmu saya terang benderang tentang poligami agar jika seandainya suatu saat beliau ada niat ingin berpoligami, saya sudah mengerti, ilmu saya sudah cukup, lahir bathin saya sudah ikhlas, tanpa berbantahan dengan Al Qur'an. Walaupun beliau bilang seadil-adilnya beliau mungkin saja bisa jadi tidak adil untuk istrinya walau seujung rambut, dan beliau justru takut malah beliau yang nantinya akan bersifat zhalim dan aniaya kepada istrinya dan Allah tidak ridho, bukan takut terhadap amarah saya sebagai istrinya, dan beliau bilang sampai detik ini tidak ada niat untuk berpoligami, beliau hanya ingin mengedukasi saya menjadi istri yang baik saja agar kami bisa menyamakan pemahaman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Subhannalloh Alhamdulillah AllahuAkbar semoga ENGKAU memuliakan suami hamba Yaa Rabb..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun suami saya bilang selama istrinya tidak ridho di-poligami, tidak akan sekali-kali beliau berpoligami, dan ini bukan berarti beliau tidak paham tentang ayat Al Qur'an, sekali lagi seluruh firman Allah dalam Al Qur'an bukan hanya surat An Nisaa ayat 3 adalah jalan hidup kami pedoman hidup bagi kami, barangkali aplikasinya yang terus-menerus kami sempurnakan, agar Allah Berkenan menghijrahkan kami ke dalam golongan orang-orang yang lebih berilmu karena dalam do’a-do’a saya saya-pun memohon kepada Allah SWT. agar Allah SWT. berkenan menjadikan saya istri yang shalehah, yang patuh kepada suami sebagai imam saya, bukan memaksa Allah agar berkenan menjadikan suami saya hanya bermonogami, saya hanya ingin Allah Ridho kepada saya. Itu saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Saya mohon maaf apabila pendapat saya ini bertentangan dengan Kang Imron atau teman-teman semua dalam hal ini saya tidak ingin mengomentari yang lain atau mengomentari diskusi di atas, namun saya hanya ingin sharing pengalaman pribadi saya dan suami saja, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Di dalam hubungan perkawinan dan rumah tangga kami, saya dan suami menganut azas saling menghormati satu sama lain walaupun beliau sebagai imam, namun beliau sangat open mind, dan tidak pernah sekalipun beliau berlaku superior sehingga membuat saya merasa inferior sama sekali tidak pernah, beliau sangat menghormati saya sebagai istrinya dan saya membalasnya dengan berlipat-lipat menghormati beliau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Sebagai muslim yang baik saya amat paham tentang Qodo dan Qodar saya, apapun yang terjadi atas saya nantinya saya hanya akan berserah diri kepada Allah semata. Mohon maaf apabila tidak berkenan karena terbatasnya ilmu yang saya miliki. Karena yang baik dan benar hanya kepunyaan Allah semata, sedangkan yang salah dan tidak baik adalah berasal dari saya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Apa yang telah disampaikan mas Puguh Subiantoro dalam artikel sebelumnya (TENTANG POLIGAMI IV), telah banyak menjawab pertanyaan Saudaraku. Semoga kebaikan mas Puguh ini, dilihat oleh Allah SWT. sebagai amal kebajikan sehingga dapat menambah ketakwaan mas Puguh kepada-Nya. Amin...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dariku:&lt;br /&gt;Berikut ini aku tambahkan tentang rukun nikah*).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rukun nikah itu, ada empat:&lt;br /&gt;1. Ijab kabul.&lt;br /&gt;Ijab: yaitu ucapan wali untuk menikahkan calon istri kepada calon suaminya, seperti kalimat: aku kawinkan anda dengan putriku Fulanah, atau kalimat: aku halalkan bagimu putriku yang bernama Anisa’ (bisa juga diucapkan dalam bahasa Arab atau bahasa lainnya, tetapi harus mengerti artinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabul: yaitu ucapan penerimaan dari calon suami, seperti kalimat: aku terima mengawininya atau kalimat: aku rela mengawininya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Adanya calon suami dan calon istri.&lt;br /&gt;Calon istri syaratnya harus bebas dari ikatan nikah atau iddah (dan bukan mahram tentunya). Sedangkan calon suami syaratnya adalah harus mengetahui bahwa bakal istrinya itu halal baginya dan “jelas”. Yakni bila tidak jelas, maka tidak syah nikahnya, seperti: aku kawinkan anda pada salah satu putriku ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Wali dari pihak calon istri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Dua orang saksi, keduanya laki-laki, merdeka, adil, melihat, dan mendengar keduanya serta mengerti bahasa yang digunakan dalam ijab kabul, dan bukan calon wali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah ke-4 rukun nikah dalam agama Islam. Jika satu saja dari ke-4 rukun nikah itu tidak bisa dipenuhi, maka perkawinan tersebut tidak syah alias batal. Sebaliknya, jika ke-4 rukun nikah tersebut bisa dipenuhi, maka perkawinan tersebut syah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pihak calon istri yang memerlukan adanya wali dan adanya penyerahan wali kepada calon suami / ucapan wali untuk menikahkan calon istri kepada calon suaminya (ijab), yang sekaligus hal ini juga menunjukkan adanya persetujuan dari wali calon istri (untuk menikahkannya dengan calon suami). Dari ke-4 rukun nikah tersebut, tidak satupun yang menyebutkan harus adanya ijin / persetujuan dari istri pertama (istri sebelumnya). Artinya selama ke-4 rukun nikah tersebut bisa dipenuhi, maka perkawinan tersebut syah, meskipun tidak mendapatkan ijin dari istri pertama (istri sebelumnya). Jadi pendapat suaminya saudaraku tersebut insya Allah benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan apakah perkawinan yang demikian itu nantinya akan menyakiti istri pertama (istri sebelumnya) atau tidak, hal ini adalah kasus yang berbeda. Tidak ada kaitannya dengan syah-tidaknya perkawinan itu. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini aku sampaikan satu ilustrasi tentang pernikahan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada sepasang remaja putra dan putri yang sama-sama masih bujang (belum pernah menikah), memutuskan untuk melangsungkan pernikahan untuk pertama kalinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari pernikahan tersebut, ternyata ke-4 rukun nikah di atas telah dipenuhi, maka pernikahan tersebut syah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, ternyata sang suami hanya memberi nafkah kepada istrinya selama 2 bulan saja. Selanjutnya sang suami tidak pernah memberi nafkah lahir batin kepada istrinya. Bahkan telah mentelantarkannya begitu saja dalam jangka waktu yang lama. Artinya sang suami telah berbuat aniaya kepada istrinya (sang suami telah teramat sangat menyakiti sang istri).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam kasus seperti ini, bukan berarti pernikahan tersebut menjadi batal / tidak syah. Perbuatan aniaya yang telah dilakukan sang suami tersebut tidak ada kaitannya dengan syah-tidaknya perkawinan itu. Karena ke-4 rukun nikah tersebut telah dipenuhi, maka pernikahan tersebut tetap syah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jika suatu saat sang suami insyaf dan sang istri ridho / memaafkan kesalahan sang suami, maka sang suami dapat langsung kembali kedalam pelukan sang istri, tanpa harus melalui proses pernikahan lagi (karena tetap masih dalam ikatan tali pernikahan yang syah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun jika sang istri tidak terima dengan perlakuan sang suami, maka sang istri bisa mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama. (Wallahu a’lam).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya hal yang sama juga berlaku untuk pernikahan yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Artinya selama ke-4 rukun nikah tersebut bisa dipenuhi, maka perkawinan tersebut syah, meskipun tidak mendapatkan ijin dari istri pertama (istri sebelumnya), yang kemungkinan akan menyebabkan istri pertama (istri sebelumnya) menjadi tersakiti oleh ulah sang suami. Karena hal ini memang tidak ada kaitannya dengan syah-tidaknya perkawinan tersebut. (Wallahu a’lam).&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah…,&lt;br /&gt;Apakah suami yang berbuat aniaya terhadap istrinya tersebut berdosa? Insya Allah semua sudah mengetahui jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Terhadap apa yang telah disampaikan oleh saudaraku di atas, benar-benar telah menggambarkan betapa keikhlasan saudaraku dalam menerima semua hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, termasuk tentang masalah poligami ini. Mungkin tidak banyak saudara-saudara muslimah yang lain yang bisa dengan ikhlas menerima hukum Allah tentang poligami ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku berdo'a, semoga saudaraku diberi kekuatan oleh Allah SWT sehingga saudaraku dapat tetap istiqomah hingga akhir hayat nantinya. Amin...!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga penjelasan berikut ini bisa membesarkan hati saudaraku (juga saudara-saudara muslimah yang lain, termasuk kita semuanya):&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah** maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS. Al Ahqaaf. 13).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;**) Yang dimaksud dengan “istiqamah” adalah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal saleh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah menjadikan kita berada di atas suatu syariat / peraturan dari urusan / agama yang lurus. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kita mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS. Al Jaatsiyah. 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Yang dimaksud dengan rukun adalah bagian dari sesuatu, sedang sesuatu itu tidak akan ada tanpanya. Dengan kata lain, rukun itu harus ada dalam satu amalan dan ia merupakan bagian yang hakiki dari amalan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara syarat adalah sesuatu yang harus ada dalam satu amalan namun ia bukan bagian dari amalan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai misal adalah ruku’ termasuk rukun shalat. Ia harus ada dalam ibadah shalat dan merupakan bagian dari amalan/tata cara shalat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun wudhu merupakan syarat shalat, ia harus dilakukan bila seseorang hendak shalat namun ia bukan bagian dari amalan / tata cara shalat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian perbedaan rukun dan syarat dalam suatu amalan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;{Bersambung; tulisan ke-5 dari 6 tulisan} &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-537671260550133971?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/537671260550133971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/07/tentang-poligami-v.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/537671260550133971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/537671260550133971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/07/tentang-poligami-v.html' title='TENTANG POLIGAMI (V)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8252136958961014857</id><published>2010-07-01T01:17:00.005+07:00</published><updated>2011-01-07T11:25:51.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>TENTANG POLIGAMI (IV)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat (teman alumni SMAN 1 Blitar '89) telah memberi komentar terhadap artikel tentang poligami I s/d III sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menarik. Kalau boleh aku berbicara sebagai seorang wanita dan sebagai seorang ibu:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;1.&lt;/span&gt; Apakah poligami itu diperbolehkan? Boleh. Namun, apakah poligami itu diperintahkan? Tentu tidak. Jadi, sekali lagi, dalam agama poligami itu bukan sunnah, bukan wajib dan bukan makruh. Tapi mubah = boleh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;2.&lt;/span&gt; Orang tua manapun tidak akan ikhlas bila putrinya kelak akan dipoligami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;3.&lt;/span&gt; Sebenarnya, praktek poligami bukanlah persoalan teks, berkah, apalagi sunnah, melainkan persoalan hati. Yang kamu tidak dapat berlaku adil itu adalah hati kamu. Apakah kita bisa menguasai hati kita....???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;4.&lt;/span&gt; Kenyataannya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih banyak bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami itu hal yang lumrah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;5.&lt;/span&gt; Makan permen lolly itu kalau satu... hmmm, nikmatnya luar biasa. Tetapi kalau lebih dari satu... Awas... bisa bisa anda sakit gigi, he...he....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;6.&lt;/span&gt; Aku bersyukur mempunyai suami yang tidak menganggap penting akan hal berpoligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian...,&lt;br /&gt;Semoga bisa menambah wawasan dua arah. WASS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelumnya aku sampaikan terimakasih atas kesediaannya untuk ikut dalam diskusi ini. Semoga kita semua diberi pemahaman yang benar tentang semua ajaran Islam, termasuk dalam kasus ini. Amin...!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini aku ingin memberi komentar tentang beberapa pernyataan saudaraku. Namun, saudaraku tidak harus setuju dengan pendapatku ini. Karena hal ini sifatnya hanyalah saling tukar pendapat saja. Disamping itu, aku juga menyadari bahwa sesungguhnya ilmuku sangatlah terbatas. Dalam hal ini, posisi kita adalah sama-sama belajar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;No. 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pengetahuanku, memang tidak ada kewajiban untuk berpoligami. Jika kita perhatikan kembali penjelasan Al Qur’an surat An Nisaa’ ayat 3 tersebut, memang kita (laki-laki) diperbolehkan untuk mengawini wanita yang disenangi: dua, tiga atau empat. Namun, sangat disarankan untuk mengawini seorang saja. Hal ini terutama jika kita takut tidak akan dapat berlaku adil. Jadi aku setuju dengan pernyataan no. 1.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;No. 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang tua manapun tidak akan ikhlas bila putrinya kelak akan dipoligami…??? Mohon maaf, yang ini aku tidak setuju. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, bagaimana sahabat Abu Bakar dengan penuh keikhlasan menikahkan putri kesayangannya (yaitu Siti ‘Aisyah binti Abu Bakar) kepada Nabi Muhammad SAW, padahal pada saat itu Rasulullah sudah mempunyai banyak istri. (Dan masih banyak lagi contoh-contoh serupa yang telah ditunjukkan oleh para sahabat yang lain).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Abu Bakar dengan penuh keikhlasan menikahkan putri kesayangannya kepada Rasulullah yang pada saat itu sudah mempunyai banyak istri? Artinya sudah pasti akan dipoligami? Jawabnya adalah karena Abu Bakar tahu dengan pasti, bahwa Rasulullah menikahi putrinya bukan karena semata-mata memperturutkan nafsu syahwatnya saja, tetapi karena benar-benar sesuai dengan tuntunan Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;No. 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah dijelaskan dengan amat baik oleh mas Puguh Subiantoro*). Berikut ini penjelasan dari mas Puguh Subiantoro:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan wal akhwat fillah, berikut saya kutipkan kandungan ayat 3, Al Qur’an surat An Nisaa’ menurut Tafsir Ibnu Katsir, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Dijaganya hak perempuan yatim:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya.” (An-Nisa`: 3)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Urwah bin Az-Zubair pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى maka Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Wahai anak saudariku. Perempuan yatim tersebut berada dalam asuhan walinya yang turut berserikat dalam harta walinya, dan si wali ini ternyata tertarik dengan kecantikan si yatim berikut hartanya. Maka si wali ingin menikahinya tanpa berlaku adil dalam pemberian maharnya sebagaimana mahar yang diberikannya kepada wanita lain yang ingin dinikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wali pun dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim terkecuali bila mereka mau berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim serta memberinya mahar yang sesuai dengan yang biasa diberikan kepada wanita lain. Para wali kemudian diperintah untuk menikahi wanita-wanita lain yang mereka senangi.” Urwah berkata, “Aisyah menyatakan, ‘Setelah turunnya ayat ini, orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita.” (An-Nisa`: 127)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat yang lain:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sementara kalian ingin menikahi mereka (perempuan yatim).” (An-Nisa`: 127)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari kalian (yang menjadi wali/pengasuh perempuan yatim) tidak suka menikahi perempuan yatim tersebut karena si perempuan tidak cantik dan hartanya sedikit. Maka mereka (para wali) dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim yang mereka sukai harta dan kecantikannya kecuali bila mereka mau berbuat adil (dalam masalah mahar, pent.). Karena keadaan jadi terbalik bila si yatim sedikit hartanya dan tidak cantik, walinya enggan/tidak ingin menikahinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 4574 dan Muslim no. 7444)Masih dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepada kalian tentang mereka dan apa yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Qur`an tentang para wanita yatim yang kalian tidak memberi mereka apa yang ditetapkan untuk mereka sementara kalian ingin menikahi mereka.” (An-Nisa`: 127)&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;أُنْزِلَتْ فِي الْيَتِيْمَةِ، تَكُوْنُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَشْرِكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَرْغَبُ عَنْهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا وَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا غَيْرَهُ، فَيَشْرَكُهُ فِي ماَلِهِ، فَيَعْضِلُهَا، فَلاَ يَتَزَوَّجُهَا وَيُزَوِّجُهَا غَيْرَهُ.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ayat ini turun tentang perempuan yatim yang berada dalam perwalian seorang lelaki, di mana si yatim turut berserikat dalam harta walinya. Si wali ini tidak suka menikahi si yatim dan juga tidak suka menikahkannya dengan lelaki yang lain, hingga suami si yatim kelak ikut berserikat dalam hartanya. Pada akhirnya, si wali menahan si yatim untuk menikah, ia tidak mau menikahinya dan enggan pula menikahkannya dengan lelaki selainnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5131 dan Muslim no. 7447)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Cukup menikahi seorang wanita saja bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari saya (Puguh Subiantoro):&lt;br /&gt;1. Ini menunjukkan bahwa Alloh(dalam firmanNya di Al-Qur'an) memberikan jalan keluar bagi yg ingin poligami, walaupun banyak syarat dan tuntutan (bukan anjuran apalagi perintah), namun di bagian akhir ayat Alloh justru MENYARANKAN supaya tetap SATU ISTRI saja, ini menunjukkan bahwa sebagian ada kecenderungan laki2 untuk poligami, tetapi kenyataannya kebanyakan laki2 juga cenderung tidak mampu (dan Alloh Maha Tahu bahwa kebanyakan laki2 tidak mampu). Saya katakan ini jalan keluar karena memang ada sebagian laki-laki yang pengen beristri lagi, sehingga solusinya tetap halal. Kenyataan hari ini, banyak laki-laki yang karena nggak bisa menahan diri, maka dia menyalurkannya ke sembarang tempat (yg nggak halal tentunya) dan ini sudah dianggap biasa (oleh sebagian masyarakat), ironisnya ketika ada mau nikah lagi, malah banyak yang ribut. Ini memang terpulang ke pemahaman.2. Bahwa bagi pasangan suami-istri, poligami sekedar sebuah pilihan dan tentunya semua pertimbangan (thoyib atau tidaknya) dikembalikan kepada pasangan tersebut. Wallohu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;No. 4:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama Khodijah binti Khuwailid (istri pertama Rasulullah) masih belum wafat, Rasulullah memang tidak pernah menikah dengan yang lain. Namun hal ini bukan berarti menunjukkan adanya larangan untuk berpoligami. Karena pada kenyataannya, sepeningal Siti Khodijah, Beliau jelas-jelas berpoligami. Terlebih lagi jika kita lihat kembali penjelasan Al Qur’an surat An Nisaa’ ayat 3 di atas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;No. 5:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, yang ini aku juga kurang setuju. Aku jawab dengan sedikit bercanda, ya…! (He… he…, mohon jangan sakit hati, ya…!)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, bagi yang mampu, aku kira hal itu tidak masalah. Ingat...!!! Jika seseorang menghadapi satu masalah dan berhasil, maka yang bersangkutan hanya akan mendapatkan satu kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika seseorang menghadapi dua masalah dan berhasil, maka yang bersangkutan akan mendapatkan dua kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika menghadapi tiga atau empat masalah dan berhasil, maka yang bersangkutan akan mndptkan tiga atau empat kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya tidak akan berlaku bagi yang tidak mampu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;No. 6:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku mengatakan: “Aku bersyukur mempunyai suami yang tidak menganggap penting akan hal berpoligami”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang ini kebetulan aku juga kurang setuju. Hal sekecil apapun tentang hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT., semuanya adalah penting. Sebagai contoh: masalah bersuci, misalnya. Jika kita tidak mengerti dan tidak mau mengerti / tidak mau belajar tentang masalah bersuci (karena menganggap hal ini sepele / tidak penting), maka keabsahan sholat kita akan dipertanyakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah…, bagaimana mungkin kita menyepelekan urusan bersuci yang ternyata berdampak pada keabsahan sholat kita? Padahal sholat adalah amal yang pertama kali akan ditanyakan kelak…???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pertama yang diwajibkan atas umatku sholat lima waktu, dan pertama yang terangkat dari amal mereka sholat lima waktu, dan pertama yang akan ditanya dari amal mereka sholat lima waktu…” (HR. Al Hakim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika kita kaitkan dengan penjelasan Al Qur’an berikut ini: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang”, (QS. Az Zumar: 23).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Qur’an surat Az Zumar ayat 23 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa semua ayat-ayat Al Qur’an itu serupa mutu ayat-ayatnya. Tidak ada satu ayat-pun yang lebih baik atau lebih penting dari ayat lainnya. Hal ini sekaligus menegaskan kembali, bahwa apapun tentang hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT., semuanya adalah penting. (Wallah a’lam). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NB.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*) Puguh Subiantoro adalah teman alumni SMAN 1 Blitar ’89. Semoga kebaikan mas Puguh ini, dilihat oleh Allah SWT. sebagai amal kebajikan sehingga dapat menambah ketakwaan mas Puguh kepada-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amin...!!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;{Bersambung; tulisan ke-4 dari 6 tulisan} &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8252136958961014857?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8252136958961014857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/07/tentang-poligami-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8252136958961014857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8252136958961014857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/07/tentang-poligami-iv.html' title='TENTANG POLIGAMI (IV)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8646846624310306396</id><published>2010-06-05T01:14:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T14:26:10.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikap Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>TENTANG POLIGAMI (III)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin, masalah poligami adalah masalah yang paling menyesakkan saudara-saudara kita para muslimah. Namun, ketahuilah bahwa ini adalah hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dan bukankah menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah semata?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. &lt;span style="COLOR: rgb(153,255,153)"&gt;Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. &lt;/span&gt;Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (QS. Al An’aam. 57).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tidak boleh mengambil sebagian saja hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu hukum-hukum yang kita senangi saja. Sementara hukum-hukum yang lain yang tidak kita senangi kita buang begitu saja. Bukankah Allah telah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208…?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah. 208).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu...,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maa-idah. 50). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku…, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut kehendak-Nya. Dan sesungguhnya tidak ada satu pihakpun yang dapat menolak ketetapan-Nya. Demikian penjelasan Allah dalam Al Qur'an surat Ar Ra’d ayat 41:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? &lt;span style="COLOR: rgb(153,255,153)"&gt;Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; &lt;/span&gt;dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya”. (QS. Ar Ra’d. 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali lagi, sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208 sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="COLOR: rgb(153,255,153)"&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, &lt;/span&gt;dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah. 208). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa kita diperintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhannya. Artinya kita tidak boleh mengambil sebagian saja hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu hukum-hukum yang kita senangi saja. Sementara hukum-hukum yang lain yang tidak kita senangi kita buang begitu saja&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini yang kita lakukan (mengambil sebagian hukum-hukum Allah dan membuang sebagian yang lainnya), maka tanpa kita sadari, kita telah memperturutkan langkah-langkah syaitan. Padahal, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kita. Na’udzubillahi mindzalika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;{Bersambung; tulisan ke-3 dari 6 tulisan} &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8646846624310306396?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8646846624310306396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/06/tentang-poligami-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8646846624310306396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8646846624310306396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/06/tentang-poligami-iii.html' title='TENTANG POLIGAMI (III)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2484362475452191584</id><published>2010-06-03T01:12:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T14:25:11.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>TENTANG POLIGAMI (II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita perhatikan kembali penjelasan Al Qur'an surat An Nisaa’ ayat 3: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (An-Nisa`: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitu dengan jelas tertulis: "maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya kita memang diperintahkan untuk mengawini wanita-wanita yang kita senangi: dua, tiga atau empat. Namun jika kita takut tidak akan dapat berlaku adil, maka sangat disarankan untuk mengawini seorang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang berat berlaku adil terhadap dua, tiga atau empat istri itu. Tetapi yang perlu diingat adalah, bahwa yang dimaksud dengan adil disini tidaklah sama dengan keadilan sebagaimana adilnya Allah kepada seluruh hamba-Nya. Sebab jika ini yang dimaksudkan, tentunya perintah pada QS. An Nisaa’ ayat 3 tersebut akan mubadzir (sia-sia), karena tidak mungkin bisa dilaksanakan. Maha Suci Allah dari melakukan sesuatu / membuat aturan / perintah dengan sia-sia. (Wallahu ta'ala a'lam).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepanjang pengetahuanku, pada umumnya kita diperintahkan yang maksimal dahulu. Baru jika tidak mampu, kita diperbolehkan mengambil di "bawah"nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam memerangi kemungkaran, misalnya. Jika kita mampu memeranginya dengan tangan kita (dengan kekuasaan), maka lakukan itu. Namun jika tidak mampu, lakukan dengan kata-kata. Dan jika dengan kata-katapun tetap tidak mampu, maka minimal dengan hati kita (hati kita tidak menyetujui kemungkaran itu). Dan yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman. Demikian penjelasan Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contoh perintah yang lain: dalam melaksanakan sholat 5 waktu, maka kita diperintahkan untuk melaksanakannya dengan berdiri. Namun bagi yang tidak mampu, boleh melaksanakannya dengan duduk. Dan jika dengan dudukpun tetap tidak mampu, maka boleh dengan berbaring. Dan jika dengan berbaringpun tetap tidak mampu, maka boleh melaksanakannya dengan isyarat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, jika dengan isyaratpun sudah tidak mampu lagi (artinya yang bersangkutan sudah wafat), maka yang bersangkutan akan disholatkan. (Wallahu a'lam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini senada dengan penjelasan Al Qur'an surat An Nisaa’ ayat 3 di atas. Karena memimpin dua, tiga atau empat istri itu luar biasa berat, maka bagi yang mampu, lakukan itu. Namun bagi yang tidak mampu, maka sangat disarankan untuk mengawini seorang saja. (Wallahu ta'ala a'lam).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Bimbinglah kami,&lt;br /&gt;Sehingga kami tetap mampu untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang semua ajaran Islam, sesuai dengan yang Engkau ajarkan kepada kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS. Al Faatihah. 6 – 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;{Bersambung; tulisan ke-2 dari 6 tulisan} &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-2484362475452191584?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/2484362475452191584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/06/tentang-poligami-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2484362475452191584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/2484362475452191584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/06/tentang-poligami-ii.html' title='TENTANG POLIGAMI (II)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-6665207332176383145</id><published>2010-06-01T01:09:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T14:24:17.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Berkeluarga'/><title type='text'>TENTANG POLIGAMI (I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an, Allah SWT. telah berfirman: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”, (QS. An Nisaa’. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan Al Qur’an surat An Nisaa’ ayat 3 tersebut, diperoleh penjelasan bahwa kita diperbolehkan untuk mengawini wanita yang disenangi: dua, tiga atau empat. Namun, sangat disarankan untuk mengawini seorang saja. Hal ini terutama jika kita takut tidak akan dapat berlaku adil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang berat lho…, berlaku adil terhadap dua, tiga atau empat istri itu…!!! Tapi yang perlu diingat adalah, bahwa yang dimaksud dengan adil disini tidaklah sama dengan keadilan sebagaimana adilnya Allah kepada seluruh hamba-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab jika ini yang dimaksudkan, tentunya perintah pada QS. An Nisaa’ ayat 3 tersebut akan mubadzir (sia-sia), karena tidak mungkin bisa dilaksanakan (maksudnya: buat apa membuat peraturan jika tidak mungkin bisa dilaksanakan?). Padahal, tidak mungkin Allah menciptakan apapun dengan sia-sia (termasuk ayat-ayat Al Qur'an).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali ‘Imran. 191). Jadi, menurutku yang dimaksud dengan adil di sini adalah keadilan yang telah secara maksimal kita upayakan, semampu kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, pada keluarga yang hanya mempunyai seorang anak, mungkin orang tuanya tidak terlalu kesulitan untuk berlaku adil terhadap anaknya (lha wong memang hanya seorang).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan keluarga yang mempunyai 2 atau lebih anak? Mampukah orang tuanya berlaku adil kepada anak-anaknya sebagaimana keadilan Allah kepada semua makhluk-Nya? Jika memang tidak mampu, apakah hal ini juga menunjukkan bahwa setiap keluarga tidak boleh mempunyai anak lebih dari seorang...??? Wallahu ta'ala a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;{Bersambung; tulisan ke-1 dari 6 tulisan} &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-6665207332176383145?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/6665207332176383145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/06/tentang-poligami-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6665207332176383145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/6665207332176383145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/06/tentang-poligami-i.html' title='TENTANG POLIGAMI (I)'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-8509968207480587962</id><published>2010-05-05T22:02:00.001+07:00</published><updated>2010-05-05T22:02:00.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebenaran Al Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>KEDUDUKAN AKAL DALAM MEMAHAMI KITAB SUCI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Pengetahuan Allah adalah meliputi segala sesuatu, sebagaimana penjelasan Al Qur’an berikut ini: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu&lt;/span&gt;”. (QS. Ath Thalaaq. 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kalimat-kalimat-Nya adalah tidak terbatas. Tidak mungkin bagi kita untuk menuliskan semuanya. Meski telah disediakan tinta sebanyak lautan yang ada di bumi ini untuk menuliskan kalimat-kalimat-Nya, maka pasti akan habis tinta itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat-Nya. Bahkan seandainya didatangkan tambahan tinta sebanyak itu lagi, tetap saja, pasti akan habis lagi tinta itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat-Nya. Hal ini sesuai dengan penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Kahfi berikut ini: “Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al Kahfi. 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam ayat yang lainnya, diperoleh penjelasan bahwa seandainya pohon-pohon di bumi ini dijadikan pena dan laut menjadi tintanya untuk menuliskan kalimat-kalimat Allah, kemudian ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tetap tidak akan pernah habis-habisnya dituliskan kalimat Allah tersebut. “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)-nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Luqman. 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Al Qur’an itu sendiri, benar-benar datang dari Allah SWT., Tuhan &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;yang ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu&lt;/span&gt;. Oleh karena itu, janganlah kita termasuk orang-orang yang ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya*, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam”. (QS. Yunus. 37). *) Maksudnya: Al Qur’an itu menjelaskan secara terperinci hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al Qur’an itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ilmu pengetahuan yang kita miliki ternyata sangatlah terbatas. Semakin tinggi pendidikan kita, justru semakin menyadarkan kita, bahwa semakin banyak ilmu pengetahuan yang tidak kita ketahui. Teramat banyak ilmu pengetahuan yang tidak kita kuasai, karena pada kenyataannya kita memang tidak mungkin menguasai semua ilmu, meski setinggi apa-pun pendidikan kita. “... dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al Israa’. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat lain yang menggambarkan betapa ilmu kita (termasuk semua makhluk Allah yang lain) adalah sangat terbatas, adalah QS. Al Israa’ ayat 88. Karena terbatasnya ilmu yang dimiliki, maka seandainya semua makhluk berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an (kitab suci yang benar-benar datang dari Allah, Tuhan yang ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu), niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Al Qur'an, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. Al Israa’. 88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Selain penjelasan Al Qur'an sebagaimana uraian di atas, bukti-bukti yang ada juga menunjukkan betapa ilmu kita adalah sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Geosentris yang menganggap bumi adalah pusat alam semesta, misalnya. Dengan keterbatasan ilmu pengetahuan manusia pada saat itu, teori geosentris sempat dianggap sebagai “suatu kebenaran”. Bahkan berlangsung hingga ratusan tahun. Hingga akhirnya ditumbangkan oleh teori Heliosentris yang menganggap bahwa matahari adalah pusat alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada saat ini-pun terbukti bahwa alam semesta tidaklah berpusat pada matahari. Karena matahari sendiri ternyata hanya salah satu bintang dari miliaran bintang yang ada dalam suatu gugusan bintang yang juga disebut galaxy (galaxy Bima Sakti / Milky Way). Bersama bintang-bintang yang lain, ternyata matahari juga berputar mengelilingi pusat galaxy Bima Sakti. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, nampaklah bahwa teori ilmiah tidak akan pernah final. Apa yang dianggap benar pada saat ini, pada suatu saat bisa saja dianggap salah dan sebaliknya. Dan (sekali lagi) ini benar-benar suatu tanda betapa ilmu kita adalah sangat terbatas. Artinya &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;tidak ada kebenaran mutlak pada teori ilmiah ciptaan manusia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi untuk urusan alam ghaib. Tentang roh kita, misalnya. Teramat sedikitlah yang kita ketahui. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al Israa’. 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena Al Qur'an itu benar-benar datang dari Allah, Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu (yang karenanya, &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;kebenaran Al Qur’an adalah mutlak&lt;/span&gt;), sedangkan ilmu / akal / logika kita adalah sangat terbatas, maka penggunaan logika hanyalah sebagai &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;penjelasan tambahan saja&lt;/span&gt;, bukan rujukan utama. Artinya jika pada saat ini kita menemukan adanya pertentangan antara logika kita dengan penjelasan Al Qur’an, maka yang sesungguhnya terjadi adalah karena &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;logika kita belum mencukupi&lt;/span&gt; untuk memahami penjelasan Al Qur’an tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Perhatikan penjelasan Al Qur'an dalam surat An Naml ayat 88 berikut ini: “&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Dan kamu&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt; lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan&lt;/span&gt;. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. An Naml. 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Ayat tersebut telah diturunkan ke muka bumi ini sekitar 15 abad yang lalu. Bisa dibayangkan, betapa pada saat itu akal manusia sungguh-sungguh sangat sulit untuk memahami bagaimana halnya gunung-gunung yang kelihatannya tetap di tempatnya itu, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada paruh kedua abad ke-20, akal manusia bisa memahami bagaimana gunung-gunung yang kelihatannya tetap di tempatnya tersebut ternyata berjalan-jalan, yaitu setelah ditemukannya Teori Tektonik Lempeng* (&lt;a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt;: Plate Tectonics) yaitu teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh &lt;a title="Litosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer"&gt;litosfer&lt;/a&gt; &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt;. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan &lt;a title="Teori Pergeseran Benua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_Pergeseran_Benua"&gt;Teori Pergeseran Benua&lt;/a&gt; yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep &lt;a title="Seafloor spreading (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seafloor_spreading&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;seafloor spreading&lt;/a&gt; yang dikembangkan pada tahun 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan lempeng tersebut sebenarnya hanya mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan &lt;a title="Kuku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuku"&gt;kuku&lt;/a&gt; jari) seperti di &lt;a title="Mid-Atlantic Ridge (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mid-Atlantic_Ridge&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Mid-Atlantic Ridge&lt;/a&gt;*, ataupun mencapai 160 mm/a (secepat pertumbuhan &lt;a title="Rambut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rambut"&gt;rambut&lt;/a&gt;) seperti di &lt;a title="Lempeng Nazca (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Nazca&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Lempeng Nazca&lt;/a&gt;*, namun dalam skala waktu geologis yang sangat lama (jutaan tahun), maka pergerakan / pergeseran lempeng tersebut (beserta lautan / benua di atasnya, termasuk gunung-gunung didalamnya) akan mencapai ribuan kilometer. Dari sini, barulah akal manusia bisa memahami bagaimana gunung-gunung yang kelihatannya tetap di tempatnya tersebut, ternyata benar-benar berjalan-jalan sebagaimana penjelasan Al Qur'an dalam surat An Naml ayat 88 di atas. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan yang bisa aku sampaikan. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;*) Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonik_lempeng"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonik_lempeng&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-8509968207480587962?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/8509968207480587962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8509968207480587962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/8509968207480587962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/kedudukan-akal-dalam-memahami-kitab.html' title='KEDUDUKAN AKAL DALAM MEMAHAMI KITAB SUCI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5026489970218329751</id><published>2010-05-03T05:11:00.001+07:00</published><updated>2011-10-03T21:28:00.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>PERJALANAN YANG MENCEKAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjalanan dari Malang menuju Blitar beberapa waktu yang lalu, benar-benar merupakan pengalaman yang sulit untuk aku lupakan. Hujan yang sangat deras disertai dengan kencangnya angin yang bertiup, telah membuat aku merasa ketakutan. Ditambah dengan kilat dan petir yang mengiringi perjalanan itu, telah membuat semua isi bus mengucapkan takbir dan istighfar silih berganti. Benar-benar satu perjalanan yang sangat mencekam”. Demikian cerita Mas Nafil kepada Mas Fulan, sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita dari Mas Nafil tersebut, Mas Fulan berupaya untuk menanggapinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sederas-derasnya hujan yang turun,&lt;br /&gt;sekencang-kencangnya angin yang bertiup,&lt;br /&gt;dan sekeras-kerasnya suara gemuruh petir yang mengiringi perjalanan itu,&lt;br /&gt;yang pasti dalam perjalanan itu,&lt;br /&gt;masih banyak orang yang menemani kita,&lt;br /&gt;sehingga rasa takut itu-pun jadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun...,&lt;br /&gt;dibalik itu semua,&lt;br /&gt;pernahkan kita berfikir,&lt;br /&gt;bahwa pada saatnya nanti,&lt;br /&gt;dalam suatu perjalanan nan amat panjang,&lt;br /&gt;ternyata harus kita lalui sendirian...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Sudahkah kita menyadarinya...?&lt;br /&gt;Dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. (QS. Maryam. 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait, silahkan klik di sini:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/sendirian.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/11/sendirian.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/07/sendiri.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/07/sendiri.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mas Fulan dan Mas Nafil pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5026489970218329751?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5026489970218329751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/perjalanan-yang-mencekam.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5026489970218329751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5026489970218329751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/perjalanan-yang-mencekam.html' title='PERJALANAN YANG MENCEKAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-3405605976719836542</id><published>2010-05-01T14:02:00.001+07:00</published><updated>2010-06-18T11:10:58.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><title type='text'>YA RABBI, BIMBINGLAH KAMI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Bimbinglah kami…,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa berada dalam jalan-Mu yang lurus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Jagalah kami…,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa berada dalam naungan ridlo-Mu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi…!&lt;br /&gt;Tunjukilah kami…,&lt;br /&gt;Sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi...!&lt;br /&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS. Al Faatihah. 6 – 7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At Tahrim. 8). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minuun. 109).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". (QS. Al Kahfi. 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin...,&lt;br /&gt;Ya rabbal ‘alamin...!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-3405605976719836542?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/3405605976719836542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/ya-rabbi-bimbinglah-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3405605976719836542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3405605976719836542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/05/ya-rabbi-bimbinglah-kami.html' title='YA RABBI, BIMBINGLAH KAMI'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-5294401930242336496</id><published>2010-04-05T17:26:00.000+07:00</published><updated>2010-05-03T07:35:07.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berharap Kepada Allah II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan Dunia dan Akhirat II'/><title type='text'>BERHARAPLAH HANYA KEPADA ALLAH SEMATA ATAU KAMU HARUS MENJADI ORANG YANG SANGAT KEJAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Orang yang berharap kepada manusia (atau kepada siapapun selain berharap kepada Allah), adalah cerminan orang / pribadi yang tidak percaya diri (tidak mempunyai rasa kepercayaan kepada diri sendiri) dan kurang berserah diri kepada-Nya. Orang seperti ini, pada suatu saat bisa menjadi orang yang sangat kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;Koq bisa begitu...???&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Orang yang tidak percaya diri (dan kurang berserah diri kepada-Nya), biasanya cenderung untuk lebih percaya kepada (kemampuan) orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, jika dia adalah seorang pelajar / siswa / mahasiswa, maka setiap kali ada ujian, dia akan cenderung untuk melakukan kecurangan dengan jalan mencontek pekerjaan temannya atau bekerjasama dengan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia adalah seorang pencari kerja, maka dia akan merasa tidak percaya dengan kemampuannya sendiri, tidak yakin bisa bersaing dengan pelamar lain secara fair. Dalam kondisi seperti ini, jika kurang berserah diri kepada-Nya, maka dia akan berupaya meminta bantuan kepada orang lain dengan melakukan kecurangan via KKN (korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme) atau cara lainnya, demi memuluskan keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Pada tahapan ini, (tanpa dia sadari) dia benar-benar telah menjadi orang yang sangat kejam. Betapa tidak, hanya demi memuluskan keinginannya dalam mendapatkan pekerjaan tersebut, dia tidak segan untuk merampas pekerjaan itu dari tangan pelamar lain yang lebih berhaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika yang bersangkutan adalah seorang karyawan, maka dia akan merasa tidak percaya dengan kemampuannya sendiri pada saat ada promosi jabatan. Dia benar-benar merasa tidak yakin bisa bersaing dengan karyawan lain secara fair. Dalam kondisi seperti ini, jika kurang berserah diri kepada-Nya, maka dia juga akan berupaya meminta bantuan kepada orang lain dengan melakukan kecurangan via KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) atau cara lainnya, demi memenuhi ambisinya untuk mendapatkan jabatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan ini, dia benar-benar telah menjadi orang yang sangat kejam. Betapa tidak, hanya demi memenuhi ambisinya dalam mendapatkan jabatan itu, dia tidak segan-segan untuk merampas jabatan itu dari tangan karyawan lain yang seharusnya lebih berhaq untuk mendapatkan jabatan itu. Demikian seterusnya…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Hal sangat berbeda terjadi pada orang-orang yang hanya berharap kepada Allah semata. Dia menyandarkan seluruh hidupnya hanya kepada-Nya.&lt;/span&gt; Karena dia menyadari, bahwa: “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. 112. 2). Karena “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Anfaal. 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal itu, maka dia senantiasa berupaya untuk selalu bertakwa kepada-Nya, selalu berupaya untuk menjalankan semua perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya. Dia juga senantiasa berdzikir / ingat kepada-Nya serta setiap saat memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya serta senantiasa berbaik sangka kepada-Nya. Karena Dia adalah Pelindungnya dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “Dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Tahriim. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, jika dia adalah pencari kerja, maka dia tidak akan berlaku curang. Dia akan berupaya secara maksimal sambil menyerahkan semuanya hanya kepada-Nya. Jika pada akhirnya dia diterima, maka dia akan bersyukur. Sedangkan jika ternyata gagal, dia akan bersabar dan tetap berprasangka baik kepada-Nya. Mungkin kegagalan itu hanyalah karena Allah akan memilihkan pekerjaan lain yang lebih baik / lebih cocok untuknya dibelakang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika yang bersangkutan adalah seorang karyawan, ketika ada promosi jabatan, maka dia juga tidak akan berupaya melakukan kecurangan demi memenuhi ambisinya untuk mendapatkan jabatan itu. Semuanya dia serahkan kepada-Nya. Yang lebih penting baginya adalah bekerja dengan baik, lillahi ta’ala. Jika kemudian dinilai pantas untuk menduduki jabatan itu, maka dia akan berupaya untuk menjalankannya dengan penuh amanah. Dan jika ternyata harus orang lain yang diberi kesempatan, maka dia akan tetap berprasangka baik kepada-Nya. Mungkin saja hal ini karena Allah berkehendak untuk meyelamatkannya dari fitnah yang menjerumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian seterusnya…! Sehingga hal ini semua senantiasa membuat hidupnya menjadi tenang. Tidak dipenuhi oleh ambisi yang membabi buta...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Rabbi,&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepada kami, sehingga kami benar-benar dapat ridha dengan apa yang telah Engkau berikan kepada kami. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Cukuplah Engkau bagi kami.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Sesungguhnya kami hanya berharap kepada Engkau. Semoga Engkau berikan karunia-Mu kepada kami. Amin...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah", (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka)”. (QS. At Taubah. 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya*, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”. (QS. As Sajdah. 16). *) Maksudnya adalah mereka tidak tidur di waktu orang biasanya tidur, untuk mengerjakan sholat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-5294401930242336496?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/5294401930242336496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/04/berharaplah-hanya-kepada-allah-semata.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5294401930242336496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/5294401930242336496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/04/berharaplah-hanya-kepada-allah-semata.html' title='BERHARAPLAH HANYA KEPADA ALLAH SEMATA ATAU KAMU HARUS MENJADI ORANG YANG SANGAT KEJAM'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-3993119029554446589</id><published>2010-04-03T00:17:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T14:22:27.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>BELAJAR KEPADA MAKHLUK ALLAH YANG LAIN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Pada artikel terdahulu yang berjudul: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/si-puss-yang-lucu.html"&gt;SI “PUSS” YANG LUCU&lt;/a&gt; (Jika berkenan membacanya kembali, mohon klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/si-puss-yang-lucu.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/10/si-puss-yang-lucu.html&lt;/a&gt; ), dapat kita ambil kesimpulan, bahwa meskipun kucing liar memiliki banyak kekurangan/keterbatasan (dia tidak mempunyai kemampuan untuk menyimpan makanan, sedangkan makanannya adalah hewan lain yang mesti diburu, sementara dia juga tidak mempunyai kemampuan untuk membudidayakan sumber makanannya, dll.), namun dia tetap bisa tertidur pulas. Seolah dia tidak pernah khawatir bahwa hari ini tidak akan mendapatkan makanan. Seolah dia tidak pernah khawatir akan mati kelaparan. Karena dia yakin, bahwa Allah-lah yang akan mengurus rezkinya. “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. 29. 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Dari artikel tersebut, barulah kita menyadari bahwa ternyata banyak hal yang dapat kita pelajari darinya. Namun, apakah hal ini juga membolehkan kita untuk bermalas-malasan seperti kucing? Padahal manusia dituntut tidak sekedar memenuhi kebutuhannya sendiri tapi juga bermanfaat bagi yang lain? Bagaimana ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini aku sampaikan bahwa jika kita belajar dari makhluk lain, apakah itu hewan atau tumbuhan (di Al Qur'an juga dikupas tentang lebah, bahkan dijadikan sebagai nama salah satu surat dalam Al Qur'an, yaitu surat An Nahl), tentunya kita hanya mengambil sisi positifnya saja. Tidak bisa kita ambil secara keseluruhan dari semua sifat yang dimiliki oleh seekor binatang / sebuah tumbuhan.&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan kembali binatang lebah. Dalam Al Qur'an surat An Nahl, Allah telah berfirman yang artinya: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia” (ayat 68). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (ayat 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...,&lt;br /&gt;Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat QS. An Nahl. 69). Sedangkan Al Qur’an mengandung intisari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman terdahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat QS Yunus. 57 dan QS. Al Isra’. 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.( QS Yunus. 57). “Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS. Al Israa’. 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut, nampak bahwa Al Qur’anul Karim telah menunjukkan tentang kelebihan-kelebihan lebah. Dan kelebihan-kelebihannya itulah yang harus kita jadikan pelajaran.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kelemahannya juga banyak. Misal, jika kita kebetulan melintas di dekat komunitas mereka, atau hendak memetik buah di pohon yang kebetulan berdekatan dengan sarang lebah. Jika mereka merasa bahwa kehadiran kita akan mengganggu komunitas mereka, maka dengan serta merta mereka (khususnya lebah prajurit) langsung saja menyerang/menyengat kita secara membabi buta, bahkan sampai mengorbankan jiwanya tanpa menyelidiki terlebih dahulu siapa sebenarnya kita dan apa maksud/tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa pada kasus ini yang kita contoh/yang kita ambil pelajaran bukan dari sisi kecerobohan mereka dalam mempertahankan diri, karena kita yang kebetulan lewat dengan baik-baikpun/tanpa bermaksud untuk membasmi mereka, kadang juga mereka serang secara membabi buta seperti uraian di atas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, yang kita contoh adalah kesetiakawanannya, pengorbanannya yang luar biasa, dll., dst. (termasuk yang telah diuraikan di atas).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentang masalah rezki, jelas hal ini tidak boleh kita sikapi hanya dengan bermalas-malasan (seperti kucing) atau diam saja meskipun dalam Al Qur'an surat (29) Al ‘Ankabuut ayat 60 dinyatakan bahwa Allah-lah yang akan mengurus rezki semua makhluk-Nya. Tetapi hal ini bukan berarti kita boleh berpangku tangan saja menunggu datangnya rezki. Untuk lebih jelasnya, saudaraku bisa membaca artikel yang lain terkait dengan hal ini, yaitu yang berjudul: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-kita-sangat-bergantung-kepada.html"&gt;TERNYATA KITA SANGAT BERGANTUNG KEPADA-NYA&lt;/a&gt; atau jika berkenan membacanya kembali, mohon klik di sini: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-kita-sangat-bergantung-kepada.html"&gt;http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-kita-sangat-bergantung-kepada.html&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel tersebut (yang berjudul: &lt;a href="http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-kita-sangat-bergantung-kepada.html"&gt;TERNYATA KITA SANGAT BERGANTUNG KEPADA-NYA&lt;/a&gt; ) digambarkan bahwa kita jelas-jelas harus berusaha keras terlebih dahulu sebelum berserah diri kepada Allah SWT. Tidak ada yang namanya tawakal sebelum adanya usaha yang maksimal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192411416099230055-3993119029554446589?l=imronkuswandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/feeds/3993119029554446589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/04/belajar-kepada-makhluk-allah-yang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3993119029554446589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192411416099230055/posts/default/3993119029554446589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/04/belajar-kepada-makhluk-allah-yang-lain.html' title='BELAJAR KEPADA MAKHLUK ALLAH YANG LAIN'/><author><name>Imron Kuswandi M.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08416910339931817299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RUC-X31NlQg/SXqTFJ1Ec-I/AAAAAAAAADY/kez2vM9ius8/S220/Aku-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192411416099230055.post-2893745799309613447</id><published>2010-04-01T14:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T14:59:23.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu'/><title type='text'>PENGGUNAAN KATA GANTI UNTUK ALLAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;“Pak, kenapa kata ganti untuk Allah kok &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;'Kami'&lt;/span&gt;, sementara kita menyebut &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;'Engkau'&lt;/span&gt; kepada Allah?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rekan sejawat,&lt;br /&gt;Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…,&lt;br /&gt;Terkadang Allah menggunakan kata ganti "&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;AKU&lt;/span&gt;", sedangkan pada saat yang lain, Allah menggunakan kata ganti "&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;KAMI&lt;/span&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Allah menggunakan kata ganti "&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;AKU&lt;/span&gt;", maka hal itu menunjukkan bahwa pada saat itu hanya Allah sendiri yang terlibat. Tidak ada yang lain. Contohnya seperti pada dua ayat berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Allah berfirman: "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku Mendengar dan Melihat". (QS. Thaahaa. 46).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Aku&lt;/span&gt; ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Aku&lt;/span&gt;, maka sembahlah &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Aku&lt;/span&gt; dan dirikanlah shalat untuk mengingat &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Aku&lt;/span&gt;”. (QS. Thaahaa. 14). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada saat Allah menggunakan kata ganti "&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;KAMI&lt;/span&gt;", maka hal itu menunjukkan bahwa pada saat itu ada pihak lain yang terlibat selain Allah sendiri. Contohnya seperti pada ayat berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Kami&lt;/span&gt; akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim. 7). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kalimat: "&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;pasti &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Kami&lt;/span&gt; akan menambah (ni`mat) kepadamu&lt;/span&gt;" pada Surat Ibrahim ayat 7 di atas! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..., &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Allah menambah / memberi ni`mat kepada kita, maka pada saat itu, juga terlibat pihak-pihak yang lain. Bisa malaikat yang ditugaskan untuk itu, bisa juga manu
