Saudaraku…,
Sebatang pohon muda yang baru ditanam itu secara umum kondisinya masih teramat lemah dan mudah mati, hanya dengan sedikit gangguan dari lingkungan yang melingkupinya.
Terhadap kebutuhannya akan air serta zat-zat hara tanah*, misalnya. Pada pohon muda yang baru ditanam, lupa tidak disiram beberapa hari saja, sudah bisa menyebabkannya layu. Dan jika terlambat, maka pohon muda yang baru ditanam tersebut dengan mudah bisa segera mati.
Demikian juga dengan adanya gangguan angin (serta gangguan lainnya). Terkena angin kecil saja, sudah bisa mengakibatkan pohon muda yang baru ditanam tersebut roboh. Dan jika tidak segera dibenahi, pohon muda yang baru ditanam tersebut (pada umumnya) dengan mudah bisa mati. Sekalipun supply air serta zat-zat hara tanah* lainnya tercukupi.
Oleh karena itu, supaya bisa tumbuh dengan baik, maka pohon muda yang baru ditanam tersebut harus dijauhkan dari gangguan angin (serta gangguan lainnya) yang mengancam. Di sisi lain, kebutuhannya terhadap air serta zat-zat hara tanah* juga harus terpenuhi dengan baik.
Saudaraku…,
Kondisi sebaliknya terjadi pada pohon yang sudah lama ditanam dan tumbuh menjadi pohon besar yang sudah menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan dalam di tanah. Pohon yang sudah lama ditanam dan tumbuh menjadi pohon besar, pada umumnya akan tumbuh menjadi sebatang pohon yang kokoh dan tidak mudah mati, akibat adanya gangguan dari lingkungan yang melingkupinya.
Jangankan hanya terkena hembusan angin kecil / angin sepoi-sepoi, terkena badai-pun, kemungkinan masih bisa bertahan hidup. Bahkan meskipun sudah roboh dan tidak segera dibenahi, pohon tersebut masih bisa bertahan hidup.
Demikian juga dengan kebutuhannya terhadap air serta zat-zat hara tanah* lainnya. Kalau hanya lupa tidak disiram beberapa hari saja, hal itu tidak akan berdampak sama sekali terhadap kelangsungan hidupnya. Bahkan tanpa disirami air sama sekali-pun, hal itu tak masalah (pada umumnya tidak akan menyebabkan layu dan mati). Karena dari akar-akarnya yang sudah banyak dan menancap dengan kuat dan dalam di tanah, kebutuhan akan air serta zat-zat hara tanah* lainnya sudah tercukupi tanpa adanya bantuan pihak lain.
Meskipun demikian, tidak semua pohon menunjukkan gejala seperti uraian di atas. Sebagian diantaranya, ada juga yang tetap bisa bertahan ditengah badai yang melandanya, meskipun masih baru tumbuh / baru ditanam.
Saudaraku…,
Terkait dengan hubungan antara keluarga muda yang baru terbina dengan orang tua atau mertua, maka keluarga muda yang baru terbina tersebut ibarat sebuah pohon muda yang baru ditanam. Sedangkan orang tua atau mertua, ibarat lingkungan yang melingkupinya, yang bisa memberikan siraman air maupun gangguan angin bahkan badai kepadanya.
Bagi keluarga muda yang baru terbina, pada umumnya kondisinya masih teramat lemah dan mudah goyah, hanya dengan sedikit gangguan dari lingkungan yang melingkupinya. Sehingga apabila keluarga muda yang baru terbina tersebut tinggal serumah dengan orang tua atau mertuanya, maka keluarga muda tersebut akan berada dekat sekali dengan lingkungan yang berpotensi untuk memberikan bantuan maupun gangguan kepadanya. Terlebih lagi jika orang tua atau mertuanya masih cukup muda dan segar bugar alias sehat wal afiat.
Sayangnya…, bantuan yang diberikan (meski dalam jumlah besar) biasanya dirasakan kurang “membekas” dibandingkan dengan gangguan yang mengancam. Seperti segelas air susu putih yang dengan mudah bisa menjadi keruh, hanya karena beberapa tetes tinta hitam. Terlebih lagi jika orang tua atau mertuanya masih cukup muda dan segar bugar alias sehat wal afiat. Maka potensi untuk memberikan gangguan akan lebih besar, sehingga gangguan yang mengancam akan dirasakan sangat “membekas”. Dan hal ini bisa berdampak serius terhadap kelangsungan rumah tangga yang baru terbina.
Oleh karena itu, supaya keluarga muda yang baru terbina tersebut bisa tumbuh dengan baik (seperti halnya pohon muda yang baru ditanam), maka sebaiknya juga dijauhkan dari gangguan angin (serta gangguan lainnya) yang mengancam. Artinya sangat disarankan untuk tinggal terpisah dari orang tua atau mertuanya. Tidak harus punya rumah sendiri. Mengontrak / menyewa rumah semampunya, itu sudah cukup. Terkecuali jika kondisi orang tua atau mertua sudah sepuh / sudah tua, maka tidak mengapa (bahkan ada baiknya) tinggal serumah. Ibarat angin, maka orang tua atau mertua yang sudah sepuh / sudah tua tersebut, hanya akan memberikan angin sepoi-sepoi saja, yang tidak akan berdampak serius bagi kelangsungan rumah tangga yang baru terbina.
Baru setelah keluarga muda tersebut tumbuh dan berkembang sebagaimana halnya pohon besar yang sudah menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan dalam di tanah (sehingga menjadi sebatang pohon yang kokoh dan tidak mudah mati akibat adanya gangguan dari lingkungan yang melingkupinya), maka tidak masalah jika harus tinggal serumah dengan orang tua atau mertua. Meskipun mereka berpotensi untuk memberikan gangguan kepadanya, namun karena sudah tumbuh dan berkembang sebagaimana halnya pohon besar yang sudah menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan dalam di tanah, maka gangguan yang ada sudah tidak berdampak serius terhadap kelangsungan rumah tangga tersebut. (Wallahu ta’ala a’lam).
Demikian, semoga bermanfaat!
NB.
*) Zat hara tanah ialah zat yang berguna untuk tumbuhan.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ﴿٤﴾
Assalamu’alaikum wr. wb.
Selamat datang, saudaraku. Selamat membaca artikel-artikel tulisanku di blog ini.
Jika ada kekurangan/kekhilafan, mohon masukan/saran/kritik/koreksinya (bisa disampaikan melalui email: imronkuswandi@gmail.com atau "kotak komentar" yang tersedia di bagian bawah setiap artikel). Sedangkan jika dipandang bermanfaat, ada baiknya jika diinformasikan kepada saudara kita yang lain.
Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan, hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. (Imron Kuswandi M.).
Jumat, 03 Februari 2012
KELUARGA MUDA ITU IBARAT SEBATANG POHON MUDA YANG BARU DITANAM
Rabu, 01 Februari 2012
ALLAH TELAH MENCIPTAKAN SELURUH ALAM SEMESTA INI DALAM KEADAAN YANG TERATUR DAN SEIMBANG
Saudaraku…,
Tidakkah kita perhatikan betapa indah dan menakjubkannya langit dengan gugusan bintang-bintang di dalamnya? Betapa jika kita perhatikan secara berulang-ulang, gugusan bintang-bintang tersebut termasuk planet-planet beserta bulan/satelit yang mengikutinya, juga benda-benda langit lainnya, ternyata benar-benar teratur dan seimbang? Dimana masing-masing beredar menurut garis edarnya?
Yah..., Allah benar-benar telah menciptakan seluruh alam semesta ini dalam keadaan yang teratur dan seimbang. Sehingga ketika manusia telah melakukan eksplorasi alam secara berlebihan, seperti: menebangi hutan-hutan secara besar-besaran, menggali bumi dalam skala besar untuk mengambil bahan tambang di dalamnya, dll., termasuk ketika manusia melaksanakan pembangunan terus menerus, dimana akan terjadi pemindahan material dari satu tempat ke tempat lain, (contoh semen yang dipakai, tanah urug yang di pindahkan sehingga menjadi bangunan dengan berat berton-ton dikota-kota besar), maka alam-pun akan memberikan reaksinya* agar keteraturan serta keseimbangan itu tetap terjaga. *) Reaksi yang diberikan alam tersebut biasanya akan dirasakan oleh manusia sebagai bencana alam. Bisa berupa banjir dimana-mana, tanah longsor, dll. (Wallahu ta’ala a’lam).
Ya Rabb!
Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu-Mu benar-benar meliputi segala sesuatu. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Memelihara semuanya ini dengan sebaik-baiknya.
”Demi langit yang mempunyai jalan-jalan**”, (QS. Adz Dzaariyaat. 7). **) Yang dimaksud dengan jalan-jalan ialah garis edar bintang-bintang dan planet-planet. “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. (QS. Ath Thalaaq. 12).
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang”, (QS. Al Buruuj. 1). “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang”, (QS. Ash Shaaffaat. 6).“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al Mulk. 3).
Semoga bermanfaat.
Kamis, 05 Januari 2012
BISAKAH DOSA ITU DIHAPUSKAN?
Bahkan sesungguhnya Allah lebih sayang kepada kita, melebihi sayangnya seorang ibu terhadap anaknya. Karena: Ketika dihadapkan kepada Nabi SAW. beberapa orang tawanan, tiba-tiba ada seorang wanita yang teteknya telah menetes-netes air susunya, ia berlari-lari mencari bayinya. Tiba-tiba ia bertemu dengan bayinya, maka langsung diangkat ke dadanya dan ditetekinya. Lalu Rasulullah bersabda:
-----
Saudaraku…,
Dari penjelasan dua Hadits serta dua ayat Al Qur’an tersebut di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa sebesar apapun kesalahan / dosa yang kita lakukan, jika kita sempat bertaubat selama masa hidup kita di dunia ini, maka ”sesungguhnya ampunan Allah adalah jauh lebih besar daripada yang kita pikirkan”.
Sebaliknya, sebesar apapun kebaikan yang kita lakukan, jika semua amal-amal kebajikan tersebut tidak kita ikhlaskan kepada-Nya, jika kita tidak benar-benar memurnikan ketaatan kita kepada-Nya, maka semuanya hanya akan sia-sia saja. (Wallahu ta'ala a'lam).
Demikian...,
Selasa, 03 Januari 2012
MENYIKAPI SITUS-SITUS YANG MENGHUJAT ISLAM
Seorang sahabat (dosen senior di ITS) telah bertanya tentang bagaimana kita menyikapi situs-situs di internet yang isinya hanya menghujat Islam / Rasulullah Muhammad SAW, pemimpin kita yang teramat kita cintai.
-----
Saudaraku...,
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Islam telah melarang kita kaum muslimin untuk berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka. Demikian penjelasan Al Qur'an dalam surat Al ‘Ankabuut ayat 46 yang artinya adalah sebagai berikut:
”Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim* di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (QS. Al ‘Ankabuut. 46**).
*) Yang dimaksud dengan ”orang-orang zalim” ialah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.
**) Hanya saja yang membedakan antara kita kaum muslimin dengan Ahli Kitab (kaum Yahudi dan kaum Nasrani) adalah sebagaimana penjelasan Al Qur'an dalam surat At Taubah ayat 30 berikut ini: ”Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At Taubah. 30).
Bahkan Al Qur’an secara tegas juga melarang kita yang beragama Islam untuk memaki sembahan-sembahan pemeluk agama lain, termasuk sembahan-sembahan mereka. “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan...” (QS. Al An’aam: 108).
Saudaraku...,
Terhadap situs-situs di internet yang isinya hanya menghujat Islam / Rasulullah Muhammad SAW (pemimpin kita yang teramat kita cintai), aku sendiri melihat bahwa itu hanyalah sikap orang-orang yang frustasi dan sudah kehabisan akal untuk memadamkan cahaya kebenaran Islam. Mereka takut akan kebangkitan Islam. Dan karena kemampuan mereka sangat terbatas, maka hanya itulah yang dapat mereka lakukan.
Sebaiknya kita tidak perlu menanggapi hujatan mereka. Tidak ada gunanya menanggapi orang-orang yang frustasi seperti mereka. Hanya menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran saja tanpa ada manfaat sama sekali.
”Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)”. (QS. Al An’aam. 68)
Saudaraku...,
Sesungguhnya hujatan yang mereka lakukan itu hanyalah dilandaskan pada nafsu belaka, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Demikian penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 109, yang artinya adalah sebagai berikut: “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Baqarah. 109).
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS. At Taubah. 32).
Sekali lagi…,
Kita tidak perlu menanggapi hujatan mereka. Semoga Allah senantiasa membimbing kita hingga akhir hayat kita dan mewafatkan kita dalam keadaan berserah diri kepada-Nya. Amin...!
Kecuali jika mereka datang dengan baik-baik dan mengajak kita diskusi tentang Islam juga dengan baik-baik dan dilandasi rasa saling menghormati, tentunya ini adalah kesempatan dakwah yang tidak boleh kita sia-siakan. Jika memang demikian keadaannya, maka sudah seharusnya bagi kita untuk menanggapinya dengan baik-baik pula. Semoga Allah menjadikan kita sebagai jalan hidayah bagi orang lain. Amin...!!!
-----
Ya Rasullullah...,
Betapa rindunya kami umatmu yang seumur hidup kami hanya bisa mendengar dan membayangkan kisah - kisah keagunganmu. Semoga Rahmat Allah SWT selalu tercurah atasmu. Amin...!!!
Demikian yang bisa kusampaikan. Mohon koreksinya jika ada kekurangan / kesalahan. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku.
Semoga bermanfaat.
Wassalam,
Dari saudara seiman: Imron kuswandi M.
Minggu, 01 Januari 2012
KITA HARUS TETAP WASPADA
Meskipun Islam adalah agama yang sangat toleran*, namun kita tetap harus senantiasa waspada, khususnya kepada para Ahli Kitab. Karena Al Qur’an juga telah memperingatkan kita, bahwa sebahagian besar diantara mereka (Ahli Kitab) benar-benar menginginkan kehancuran iman kita kaum muslimin, dimana sebahagian besar diantara mereka benar-benar menginginkan agar kita kaum muslimin dapat kembali kepada kekafiran setelah kita beriman.
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”. (QS. Ali ‘Imran: 186)
Saudaraku...,
Sedangkan dalam Al Qur’an surat Ash Shaff ayat 8, Allah telah berfirman: “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”. (QS. Ash Shaff. 8).
-----
Ya Allah!
Berilah kekuatan kepada kami agar kami senantiasa dapat bersabar, tabah serta tawakal kepada-Mu.
Ya Allah!
Jagalah kami, sehingga kami senantiasa berada di bawah naungan ridlo-Mu.
Ya Allah!
Tunjukilah kami, sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami.
Amin…,
Ya rabbal ‘alamin!
-----
Jadi berhati-hatilah, wahai Saudaraku…!!!
Sebagai sesama muslim, kita harus senantiasa tolong-menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, juga dalam menegakkan agama Allah. Semoga syi’ar Islam terus memancar di semua belahan bumi ini. Amin!
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. Al Maa-idah. 2).
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7).
Saudaraku...,
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu**, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. (QS. Al Anfaal. 73). **) Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu; adalah keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin.
Saudaraku...,
Pada saat yang sama, kita juga harus senantiasa berharap kepada-Nya. ”dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah. 8).
Dan kita juga harus optimis bahwa semuanya pasti akan ada jalan keluarnya. Optimis bahwa semuanya pasti akan bisa teratasi. Optimis bahwa kita akan mendapatkan pertolongan-Nya! Karena meskipun mereka nampak bersatu padu, saling bekerja sama dalam upayanya untuk menghancurkan kita kaum muslimin (dalam upayanya untuk mengembalikan kita kepada kekafiran setelah kita beriman), namun sesungguhnya hati mereka benar-benar berpecah belah.
”Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti”. (QS. Al Hasyr. 14).
Semoga bermanfaat!
NB.*) Artikel terkait, silahkan klik tautan berikut ini (silahkan klik di sini):
1. http://imronkuswandi.blogspot.com/2010/12/betapa-indahnya-islam.html
Senin, 05 Desember 2011
MEMANFAATKAN SISA UMUR YANG TINGGAL SEDIKIT
Saudaraku, aku mau bertanya: “Apa yang sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang sudah memasuki usia pensiun seperti aku ini? Apa harus berdzikir saja?”. Demikian pertanyaan Pak Nafil kepada Pak Fulan, sahabatnya.
Mendengar pertanyaan dari Pak Nafil tersebut, Pak Fulan berupaya untuk menanggapinya: “Teruslah berupaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, wahai saudaraku! Dengan mengisi sisa umur kita yang tinggal sedikit ini dengan segala kebaikan. Bisa dengan berdzikir, terus belajar tentang Islam + segala kebaikan lainnya. Jangan sampai engkau luangkan sedikitpun waktu yang tersisa ini untuk bersantai, apalagi sampai bermaksiat kepada-Nya. Dan jangan sampai datang ajalmu sedang engkau belum berserah diri kepada-Nya, padahal tak seorang pun tahu kapan ajalnya 'kan tiba”.
Tak lupa, Pak Fulan juga mengingatkan: ”Saudaraku..., Berapapun usia kita saat ini, sesungguhnya sisa umur kita tetaplah sangat sedikit. Karena kita tidak tinggal di dunia ini, melainkan hanya sebentar saja”.
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui". (QS. Al Mu’minuun. 114).
-----
Saudaraku…,
Perhatikan nasehat Pak Fulan yang terakhir: ”Berapapun usia kita saat ini, sesungguhnya sisa umur kita tetaplah sangat sedikit. Karena kita tidak tinggal di dunia ini, melainkan hanya sebentar saja”.
Yah...,
Berapapun usia kita saat ini, sebenarnya sisa umur kita, ternyata tetaplah sangat sedikit. Karena kita tidak tinggal di dunia ini, melainkan hanya sebentar saja. Ini artinya bahwa nasehat Pak Fulan tersebut sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada Pak Nafil yang sudah memasuki usia pensiun. Tetapi juga ditujukan kepada kita semua, berapapun usia kita saat ini.
Menyadari akan hal ini, maka sekali-kali jangan sia-siakan sisa umur kita yang tinggal sedikit ini dengan berbagai kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti: tidak tidur semalaman hanya karena larut dalam bermain “game” di komputer kesayangan, ‘ngobrol tak tentu arah hingga berjam-jam, dll. Apalagi sampai bermaksiat kepada-Nya.
Ingat...!!!
Bahwa berapapun usia kita saat ini, sebenarnya sisa umur kita tetaplah sangat sedikit. Sementara tidak lama lagi, kita semua akan menempuh suatu perjalanan nan amat panjang, yang harus kita lalui sendirian.
“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. (QS. Maryam. 95).
Saudaraku…,
Kita semua, sudah seharusnya menyadari hal ini...!!!
Demikian...,
Semoga bermanfaat…!
NB.
Pak Fulan dan Pak Nafil pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon ma’af jika secara kebetulan ada kemiripan nama dengan kisah di atas!
Sabtu, 03 Desember 2011
KEMATIAN, SESUATU YANG PASTI TERJADI NAMUN BEGITU BANYAK DIANTARA KITA YANG BERUPAYA UNTUK MELUPAKANNYA
Artikel terkait, silahkan klik di sini: http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/08/mengingat-kematian-iii.html
Kamis, 01 Desember 2011
TERNYATA KITA TERCIPTA DALAM KEADAAN YANG SANGAT LEMAH
Saudaraku…,
Mungkin sebagian diantara kita menyangka bahwa seseorang yang memiliki kekayaan yang melimpah adalah orang yang kuat. Hal ini bisa dipahami, karena dengan kekayaannya, dia bisa berbuat apa saja. Namun ketika tiba-tiba penyakit kanker stadium akhir telah setia menemaninya, ternyata dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya menunggu ajal tiba. Pada kondisi seperti ini, ternyata harta kekayaannya yang melimpah tidak mampu membentenginya dari maut yang kian dekat menjemputnya. Jika sudah demikian, nampaklah bahwa ternyata dia hanyalah seorang manusia yang sangat lemah.
Hal yang sama juga terjadi pada seseorang yang sedang berada dipuncak kariernya. Dengan jabatan serta kekuasaan yang ada dalam genggamannya, seolah-olah dia bisa berbuat apa saja, sehingga orang-orang pada hormat kepadanya. Namun pada akhirnya jabatan serta kekuasaannya tersebut terpaksa harus dia tanggalkan bersamaan dengan masa pensiun yang telah menghampirinya. Dengan usia yang semakin senja serta tiadanya jabatan dan kekuasaan, menjadikan dia sebagai orang yang sangat lemah.
Demikian juga dengan seseorang yang sedang memegang kekuasaan sebagai pimpinan/presiden sebuah negara adidaya. Seolah-olah dia benar-benar berkuasa, sehingga dia dengan mudahnya dapat memenjarakan siapa saja yang berusaha menentangnya. Bahkan dia tak segan-segan untuk menghancurkan negara-negara lain yang lebih kecil yang dipandang menjadi ancaman. Namun pada kenyataannya, dia sesungguhnya adalah orang yang sangat lemah. Betapa tidak, kemana-mana dia harus mendapat pengawalan yang ekstra ketat karena begitu khawatir akan keselamatan jiwanya. Demikian seterusnya.
Terlebih lagi saat tiba-tiba bencana alam datang melanda. Apakah itu gunung meletus, tsunami, gempa bumi, dll. Nampak sekali, bahwa ternyata kita benar-benar tak berdaya ’tuk menghadapinya.
Oleh karena itu, janganlah kita menyombongkan diri ketika harta kekayaan, jabatan serta kekuasaan sedang dalam genggaman kita.
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”. (QS. 17. 37).
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik”. (QS. 25. 63).
-----
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. Al A’raaf. 23).
Amin...,
Ya rabbal ‘alamin...!!!
Semoga bermanfaat!
Info Buku:
● Alhamdulillah, telah terbit buku: “Islam Solusi Setiap Permasalahan” jilid 1.
● Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, MAg: “Banyak hal yang dibahas dalam buku ini. Tapi, yang paling menarik bagi saya adalah dorongan untuk mempelajari Alquran dan hadis lebih luas dan mendalam, sehingga tidak mudah memandang sesat orang. Juga ajakan untuk menilai orang lebih berdasar kepada kitab suci dan sabda Nabi daripada berdasar nafsu dan subyektifitasnya”.
Buku jilid 1:
Buku: “Islam Solusi Setiap Permasalahan” jilid 1: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 378 halaman, ISBN 978-602-5416-25-5
● Buku “Islam Solusi Setiap Permasalahan” jilid 1 ini merupakan kelanjutan dari buku “Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an dan Hadits” (jilid 1 s/d jilid 5). Berisi kumpulan artikel-artikel yang pernah saya sampaikan dalam kajian rutin ba’da shalat subuh (kuliah subuh), ceramah menjelang berbuka puasa, ceramah menjelang shalat tarawih/ba’da shalat tarawih, Khutbah Jum’at, kajian rutin untuk rekan sejawat/dosen, ceramah untuk mahasiswa di kampus maupun kegiatan lainnya, siraman rohani di sejumlah grup di facebook/whatsapp (grup SMAN 1 Blitar, grup Teknik Industri ITS, grup dosen maupun grup lainnya), kumpulan artikel yang pernah dimuat dalam majalah dakwah serta kumpulan tanya-jawab, konsultasi, diskusi via email, facebook, sms, whatsapp, maupun media lainnya.
● Sebagai bentuk kehati-hatian saya dalam menyampaikan Islam, buku-buku religi yang saya tulis, biasanya saya sampaikan kepada guru-guru ngajiku untuk dibaca + diperiksa. Prof. Dr. KH. M. Ali Aziz adalah salah satu diantaranya. Beliau adalah Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Unsur Ketua MUI Jatim, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an, Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia 2009-2013, Dekan Fakultas Dakwah 2000-2004/Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya 2004 - sekarang.
_____
Assalamu'alaikum wr. wb.
● Alhamdulillah, telah terbit buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 5.
● Buku jilid 5 ini merupakan penutup dari buku “Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an dan Hadits” jilid 1, jilid 2, jilid 3 dan jilid 4.
Buku Jilid 5
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 5: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², x + 384 halaman, ISBN 978-602-5416-29-3
Buku Jilid 4
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 4: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², x + 384 halaman, ISBN 978-602-5416-28-6
Buku Jilid 3
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 3: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 396 halaman, ISBN 978-602-5416-27-9
Buku Jilid 2
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 2: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 324 halaman, ISBN 978-602-5416-26-2
Buku Jilid 1
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 1: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 330 halaman, ISBN 978-602-5416-25-5
Keterangan:
♦ Penulisan buku-buku di atas adalah sebagai salah satu upaya untuk menjalankan kewajiban dakwah, sebagaimana penjelasan Al Qur’an dalam surat Luqman ayat 17 berikut ini: ”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman. 17).
♦ Sehingga sangat mudah dipahami jika setiap pembelian buku tersebut, berarti telah membantu/bekerjasama dalam melaksanakan tugas dakwah.
♦ Informasi selengkapnya, silahkan kirim email ke: imronkuswandi@gmail.com atau kirim pesan via inbox/facebook, klik di sini: https://www.facebook.com/imronkuswandi
۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞