بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ﴿٤﴾

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat datang, saudaraku. Selamat membaca artikel-artikel tulisanku di blog ini.

Jika ada kekurangan/kekhilafan, mohon masukan/saran/kritik/koreksinya (bisa disampaikan melalui email: imronkuswandi@gmail.com atau "kotak komentar" yang tersedia di bagian bawah setiap artikel). Sedangkan jika dipandang bermanfaat, ada baiknya jika diinformasikan kepada saudara kita yang lain.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan, hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. (Imron Kuswandi M.).

Minggu, 05 Maret 2017

BENARKAH YAHUDI DAN NASRANI ITU TIDAK KAFIR SEHINGGA TIDAK AKAN MASUK NERAKA? (III)



Assalamu’alaikum wr. wb.

Berikut ini adalah kelanjutan dari artikel “Benarkah Yahudi Dan Nasrani Itu Tidak Kafir Sehingga Tidak Akan Masuk Neraka? (II)”:

3.  Memangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan apa kepada orang Nasrani dan Yahudi? Apa ada mereka disuruh meninggalkan agama mereka? Monggo, mana ayatnya?

Saudaraku,
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa tidaklah seseorang dari umat Yahudi maupun Nashrani mendengar tentang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang beliau diutus dengannya (yakni Agama Islam), kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.

حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ أَبَا يُونُسَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ. (رواه مسلم)
Telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abdul A'la telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Amru bahwa Abu Yunus telah menceritakan kepadanya, dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka”. (HR. Muslim).

Hal ini bermakna bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang Nasrani dan Yahudi untuk meninggalkan agama mereka dan beriman dengan agama yang beliau diutus dengannya (yakni Agama Islam), jika mereka tidak ingin menjadi penghuni neraka.

Sedangkan ayat yang menyuruh mereka untuk meninggalkan agama mereka sudah dibahas pada pembahasan dari pernyataan beliau yang nomer 2 di atas. (Wallahu ta'ala a'lam).

Ya Tuhan kami,
Tunjukilah kami sehingga kami senantiasa dapat menjaga cahaya kebenaran ini (setelah pengetahuan datang kepada kami) hingga akhir hayat kami. Amin, ya rabbal ‘alamin!

Semoga bermanfaat.

{Tulisan ke-3 dari 3 tulisan}

Jumat, 03 Maret 2017

BENARKAH YAHUDI DAN NASRANI ITU TIDAK KAFIR SEHINGGA TIDAK AKAN MASUK NERAKA? (II)



Assalamu’alaikum wr. wb.

Berikut ini adalah kelanjutan dari artikel “Benarkah Yahudi Dan Nasrani Itu Tidak Kafir Sehingga Tidak Akan Masuk Neraka? (I)”:

2.  Mana ayat yang bunyinya mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani harus masuk Islam dan meninggalkan agama mereka? Mana buktinya ada ayat yang menyuruh orang Yahudi dan Nasrani harus meninggalkan agama mereka? Dan masuk Islam agar mereka selamat?

Saudaraku,
Perhatikan penjelasan Al Qur’an dalam surat Al Bayyinah ayat 1 – 6 berikut ini:

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَــــٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿١﴾ رَسُولٌ مِّنَ اللهِ يَتْلُوا صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿٢﴾ فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿٣﴾ وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَـــٰبَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿٤﴾ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَوٰةَ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَـــٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَــٰـلِدِينَ فِيهَا أُوْلَـــٰــئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿٦﴾
(1). Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (2). (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an), (3). di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. (4). Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (5). Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (6). Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al Bayyinah. 1 – 6).

Saudaraku,
Perhatikan pula seruan kepada kaum Yahudi dan Nasrani untuk beriman kepada Allah SWT., semua Rasul-Nya dan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena hal inilah yang diperintahkan kepada mereka di dalam kitab-kitab mereka, sebagaimana firman Allah SWT. dalam Al Qur’an surat Al-A’raaf ayat 156 – 157 berikut ini:

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَــٰـذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَـا إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِــــئَـايَــــٰــتِنَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٥٦﴾ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَىٰةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَــٰــهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّـيــِّـــــبَـــٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَـــبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَـــٰـلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ ءَامَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـــٰـــئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٥٧﴾
(156). Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”. (157). (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raaf. 156 – 157).

Semoga bermanfaat.

{Bersambung; tulisan ke-2 dari 3 tulisan}

Rabu, 01 Maret 2017

BENARKAH YAHUDI DAN NASRANI ITU TIDAK KAFIR SEHINGGA TIDAK AKAN MASUK NERAKA? (I)



Assalamu’alaikum wr. wb.

Dalam sebuah diskusi di Grup WhatsApp Dosen Indonesia, seorang dosen politeknik negeri di Kalimantan/mahasiswa S3 di Taiwan, telah membuat pernyataan sebagai berikut:

1.  Pendapat bapak kan bilang mereka itu (Yahudi dan Nasrani) semua kafir karena tidak masuk Islam, kalau saya bilang tidak asal mereka kembali ke ajaran nenek moyangnya. Menurut ulama kebanyakan, Yahudi dan Nasrani itu pasti masuk neraka, tapi menurut Al Qur’an nggak ada tuh buktinya.

2.  Mana ayat yang bunyinya mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani harus masuk Islam dan meninggalkan agama mereka? Mana buktinya ada ayat yang menyuruh orang Yahudi dan Nasrani harus meninggalkan agama mereka? Dan masuk Islam agar mereka selamat?

3.  Memangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan apa kepada orang Nasrani dan Yahudi? Apa ada mereka disuruh meninggalkan agama mereka? Monggo, mana ayatnya?

Mari kita kaji pernyataan di atas

1a.  Pendapat bapak kan bilang mereka itu (Yahudi dan Nasrani) semua kafir karena tidak masuk Islam, kalau saya bilang tidak asal mereka kembali ke ajaran nenek moyangnya.

Saudaraku,
Ketahuilah bahwa selain Islam itu kafir, termasuk mereka kaum Yahudi dan Nasrani. Ini prinsip akidah yang harus dipahami oleh setiap muslim. Cukup banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa selain Islam itu kafir, termasuk mereka kaum Yahudi dan Nasrani. Dan karena mereka itu kafir (termasuk kaum Yahudi dan Nasrani) maka tempatnya adalah neraka Jahannam.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَــــٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَـــٰـلِدِينَ فِيهَا أُوْلَـــٰـــئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿٦﴾
(6). Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al Bayyinah. 6).

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ... ﴿١٧﴾
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. (QS. Al Maa-idah. 17).

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلَـــٰـــثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـــٰـهٍ إِلَّا إِلَـــٰـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٧٣﴾
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. Al Maa-idah. 73).

Beliau mengatakan: “Kalau saya bilang (mereka kaum Yahudi dan Nasrani itu) tidak (kafir) asal mereka kembali ke ajaran nenek moyangnya”.

Kembali ke ajaran nenek moyang yang mana? Ke ajaran (yang dibawa oleh) nabi-nabi terdahulu? Yang berarti merujuk kepada Kitab Taurat dan Kitab Injil?

Saudaraku,
Ketahuilah bahwa Al Qur’an banyak mengupas tentang adanya kesalahan-kesalahan dari keyakinan mereka (kaum Yahudi dan Nasrani itu). Nah, karena ajaran-ajaran yang mereka yakini (yang tentunya berdasarkan kitab sucinya) terdapat kesalahan, maka hanya satu penjelasan yang bisa diterima, yaitu sumber dari keyakinan tersebut juga terdapat kesalahan. Dan kesalahan-kesalahan ini tidak mungkin terjadi jika Kitab Taurat dan Kitab Injil tersebut masih terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia.

Berikut ini adalah salah satu ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang hal itu:

يَا أَهْلَ الْكِتَــــٰبِ لَا تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى اللهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَئَامِنُواْ بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُواْ ثَلَاثَةٌ اِنتَهُواْ خَيْرًا لَّكُمْ إِنَّمَا اللهُ إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَىٰ بِاللهِ وَكِيلًا ﴿١٧١﴾
”Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu*, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya** yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya***. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (QS. An Nisaa’ ayat 171).

*) Maksudnya: Janganlah kamu mengatakan Nabi ’Isa itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani. **) Maksudnya: Membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat ”kun” (jadilah) tanpa bapak, yaitu Nabi ’Isa AS. ***) Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.

Sedangkan dalam Surat Al Maa-idah ayat 41 serta surat Ali ‘Imraan ayat 78, diperoleh penjelasan sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُواْ آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُواْ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِن بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَـٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُواْ وَمَن يُرِدِ اللهُ فِتْنَتَهُ فَلَن تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللهِ شَيْئًا أُوْلَـٰــئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿٤١﴾
”Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah**** perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah" Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS. Al Maa-idah. 41).

****) Maksudnya: Mengubah arti kata-kata, tempat, atau menambah dan mengurangi.

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿٧٨﴾
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui”. (QS. Ali ‘Imraan 78)

Saudaraku,
Dari penjelasan beberapa ayat Al Qur’an di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Kitab Taurat dan Kitab Injil tersebut pada saat ini sudah tidak lagi terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia.

Sehingga pendapat beliau yang mengatakan bahwa mereka kaum Yahudi dan Nasrani itu tidak kafir asal mereka kembali ke ajaran nenek moyangnya (kembali ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, yang berarti merujuk kepada Kitab Taurat dan Kitab Injil) adalah sesuatu yang mustahil. Karena pada saat ini yang ada hanyalah Kitab Taurat dan Kitab Injil yang sudah tidak lagi terjamin kesucian dan kemurniannya dari campur tangan manusia. Sehingga dapat dipastikan akan banyak sekali terjadi kesalahan disana-sini.

Oleh karenanya, tidak ada pilihan bagi mereka kaum Yahudi dan Nasrani kalau ingin selamat dari neraka, kecuali dengan masuk Islam (baca pembahasan dari pernyataan beliau yang ke-2 dan ke-3 pada bagian tengah s/d bagian akhir tulisan ini).

1b.  Menurut ulama kebanyakan, Yahudi dan Nasrani itu pasti masuk neraka, tapi menurut Al Qur’an nggak ada tuh buktinya.

Saudaraku,
Ketahuilah bahwa lagi-lagi beliau telah membuat pernyataan sesuka hatinya sendiri. Karena hal ini sangat bertentangan dengan penjelasan Al Qur’an surat Al Bayyinah ayat 6 berikut ini:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَــــٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَـــٰـلِدِينَ فِيهَا أُوْلَـــٰـــئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿٦﴾
(6). Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al Bayyinah. 6).

Semoga bermanfaat.

{Bersambung; tulisan ke-1 dari 3 tulisan}

Info Buku

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillah buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur'an dan Hadits" Jilid 1 dan 2, telah dibaca & diperiksa oleh Prof. Dr. H. M. Ali Aziz, MAg.

Beliau adalah Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Unsur Ketua MUI Jatim, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an, Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia 2009-2013, Dekan Fakultas Dakwah 2000-2004/Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya 2004 - sekarang.

Penulisan buku tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk menjalankan kewajiban dakwah, sebagaimana penjelasan Al Qur’an dalam surat Luqman ayat 17 berikut ini:

”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman. 17).

Sehingga sangat mudah dipahami jika setiap pembelian buku tersebut, berarti telah membantu/bekerjasama dalam melaksanakan tugas dakwah.

Jilid 1:

Jilid 1:
Jilid 1: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 330 halaman, ISBN: 978-602-396-004-0

Jilid 2:

Jilid 2:
Jilid 2: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 324 halaman, ISBN: 602-396-005-7

Buku tersebut (Jilid 1 dan Jilid 2) merupakan kumpulan artikel yang pernah kusampaikan dalam ceramah/kajian rutin ba’da shalat subuh (kuliah subuh), ceramah menjelang berbuka puasa, ceramah ba’da shalat tarawih, ceramah/kajian rutin untuk rekan sejawat/dosen, ceramah untuk mahasiswa di kampus/kegiatan lainnya, siraman rohani di sejumlah grup di facebook (grup SMAN 1 Blitar, grup Teknik Industri ITS, grup dosen maupun grup lainnya), kumpulan artikel yang pernah dimuat dalam majalah dakwah serta kumpulan tanya-jawab/konsultasi/diskusi via email/facebook/sms/media lainnya.

Artikel-artikel tersebut telah dihimpun menjadi 13 bab yang disusun secara berurutan mulai dari bab awal yang membahas tentang kebenaran Al Qur'an serta kebenaran Agama Islam dengan harapan dapat memperkuat pondasi keimanan kita, hingga membahas berbagai problematika kehidupan sehari-hari dan diakhiri dengan bab yang membahas tentang kehidupan sesudah mati. Ditambah dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, diharapkan hal ini dapat menambah wawasan bagi yang ingin belajar banyak tentang nilai-nilai keislaman yang lebih dalam.

Informasi selengkapnya, silahkan kirim email ke sini: imronkuswandi@gmail.com atau via inbox (facebook) di sini: https://www.facebook.com/imronkuswandi

____________________

Alhamdulillah, saat ini telah terbit buku:Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” Jilid 3. Buku jilid 3 ini merupakan kelanjutan dari buku jilid 1 dan jilid 2.

Jilid 3:

Jilid 3:
Jilid 3: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 396 halaman, ISBN: 978-602-006-4

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Prof. Dr. H. M. Ali Aziz, M.Ag. yang telah memberi motivasi untuk menulis buku serta telah berkenan membaca dan memeriksa buku jilid 1 dan jilid 2 untuk kemudian memberikan banyak masukan dan kembali memotivasi untuk terus menulis buku-buku berikutnya. Dan alhamdulillah atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan buku jilid 3 ini.

Semoga karya yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi saudara sesama muslim. Dan semoga amal karya yang sederhana ini dapat diterima Allah SWT. sebagai amal kebajikan, sehingga dapat menambah ketakwaan kepada-Nya. Amin, ya rabbal ‘alamin.

Informasi selengkapnya, silahkan kirim email ke: imronkuswandi@gmail.com atau kirim pesan via inbox/facebook, klik di sini: https://www.facebook.com/imronkuswandi

۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞