Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat datang, wahai saudaraku!
Selamat membaca artikel-artikel tulisanku di blog ini.


Jika ada kekurangan / kekhilafan, mohon masukan / saran / kritik / koreksinya. Kritik dan saran bisa disampaikan melalui email: imronkuswandi@gmail.com atau melalui "kotak komentar" yang tersedia di bagian bawah setiap artikel. Sedangkan jika dipandang bermanfaat, ada baiknya jika diinformasikan kepada saudara kita yang lain. Untuk lebih jelasnya, bisa klik di sini: http://imronkuswandi.blogspot.com/2011/01/menyebarkan-kebaikan.html

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. (Imron Kuswandi M.)

Kamis, 03 Januari 2008

SIKAP OPTIMIS

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saudaraku…,
Dimanapun, kapanpun, kemanapun kita melangkah dalam menjalani hidup ini, kita tetap harus optimis. Sekalipun tantangan hidup dari hari ke hari terasa kian kompleks. Sekalipun masalah demi masalah datang silih berganti. Sekalipun kesulitan demi kesulitan seolah datang tiada henti. Namun tidak sepantasnya jika kita berputus asa. Optimis bahwa semuanya pasti akan ada jalan keluarnya. Optimis bahwa semuanya pasti akan bisa teratasi. Optimis bahwa kita akan mendapatkan pertolongan-Nya!

Saudaraku…,
Sekalipun banyak ayat-ayat Al Qur’an yang mengupas tentang berbagai ancaman yang mengerikan, namun ketahuilah bahwa sesungguhnya rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Karena Rasulullah s. a. w. telah bersabda: ”Ketika Allah telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada di atas ’arsy yang berbunyi: rahmat-Ku mendahului murka-Ku” (H. R. Bukhari, Muslim, Ibn Majah).

Bahkan sesungguhnya Allah lebih sayang kepada kita, melebihi sayangnya seorang ibu terhadap anaknya. Karena ketika tiba-tiba ada seorang wanita yang teteknya telah menetes-netes air susunya, ia berlari-lari mencari bayinya. Tiba-tiba ia bertemu dengan bayinya, maka langsung diangkat ke dadanya dan ditetekinya. Lalu Rasulullah bersabda: ”Apakah kalian mengira bahwa wanita itu akan membuang anaknya itu ke dalam api?”. Jawab sahabat: ”Tidak, selama ia dapat mengelakkannya!”. Maka sabda Rasulullah: ”Allah lebih sayang pada hamba-Nya melebihi kesayangan ibu itu terhadap anaknya”. (H. R. Bukhari, Muslim).

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az Zumar. 53).

Saudaraku…,
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah selalu mengikuti persangkaan kita kepada-Nya. Jika sangka kita baik kepada-Nya, maka beruntunglah kita. Namun jika kita berprasangka buruk kepada-Nya, maka buruk pulalah dampaknya. Karena Ahmad, Ibn Majah dan Albaihaqi meriwayatkan, bahwa Allah berfirman: “Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia berprasangka baik, maka untung baginya. Dan jika berprasangka buruk, maka ia akan terkena bahayanya”. Oleh karena itu, kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun, tentunya kita harus tetap berprasangka baik kepada-Nya. Kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun, tentunya kita juga harus tetap optimis, yakin bahwa kita akan mendapatkan pertolongan-Nya!

Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Poskan Komentar

”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman. 33).

-----


Saudaraku…,
B
agaimanapun sampai saat ini aku benar-benar menyadari bahwa wawasan ilmuku masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, ada baiknya jika saudaraku juga bertanya kepada 'alim / 'ulama’ di sekitar saudaraku tinggal. Semoga bisa mendapatkan penjelasan / jawaban yang lebih memuaskan. Karena bagaimanapun juga, mereka (para 'ulama') lebih banyak memiliki ilmu dan keutamaan daripada aku. (Imron Kuswandi M.)