بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ﴿٤﴾

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat datang, saudaraku. Selamat membaca artikel-artikel tulisanku di blog ini.

Jika ada kekurangan/kekhilafan, mohon masukan/saran/kritik/koreksinya (bisa disampaikan melalui email: imronkuswandi@gmail.com atau "kotak komentar" yang tersedia di bagian bawah setiap artikel). Sedangkan jika dipandang bermanfaat, ada baiknya jika diinformasikan kepada saudara kita yang lain.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan, hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. (Imron Kuswandi M.).

Sabtu, 27 September 2008

TEMAN SEJATI

Assalamu’alaikum wr. wb.

Bung Fulan adalah seorang alumnus SMAN 1 di Blitar. Dahulu, semasa masih bersekolah di SD, Bung Fulan mempunyai seorang sahabat bernama Bung Andi. Kebetulan rumah orang tuanya berdampingan dengan rumah orang tua Bung Fulan sehingga persahabatan antara keduanya dapat berjalan dengan indahnya. Tiap hari, keduanya seringkali berangkat sekolah dan pulang sekolah bersama-sama, bermain bersama, belajar bersama, ke masjidpun juga sering bersama-sama. Rasanya, dimana ada Bung Fulan disitu pula ada Bung Andi. Namun menjelang lulus SD, Bung Andi harus pindah ke Aceh mengikuti orangtuanya. Sejak saat itu, terputuslah persahabatan antara keduanya.

Ketika menginjak SMP, Bung Fulan menemukan sahabat baru yaitu Bung Mutu. Sebagaimana persahabatannya dengan Bung Andi, persahabatannya dengan Bung Mutu juga berjalan dengan baik. Namun ternyata persahabatan dengan Bung Mutu tidak berlangsung lama, karena Bung Mutu telah wafat dalam sebuah kecelakaan yang menimpanya. Dan tentunya sejak saat itu terputus pulalah persahabatan antara keduanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SLTP, Bung Fulan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan SMAN 1 Blitar adalah pilihannya, karena SMAN 1 Blitar merupakan SMA terbaik dan terfavorit di kota Blitar. Tidak lama setelah diterima di SMAN 1 Blitar, Bung Fulan berkenalan dengan Bung Dhoni. Karena merasa memiliki banyak kesamaan, maka Bung Fulan dapat membina hubungan persahabatan dengan Bung Dhoni. Sebagaimana persahabatannya dengan Bung Andi serta Bung Mutu, persahabatan dengan Bung Dhoni juga dapat berjalan dengan baik. Singkat cerita, begitu indah masa-masa SMA mereka lalui berdua. Teramat banyak kenangan yang terukir di sana. Namun, ternyata masa itu begitu cepat berlalu.

Selepas SMA, Bung Fulan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Airlangga Surabaya. Sedangkan Bung Dhoni memutuskan untuk merantau ke Kalimantan dan tak lama kemudian menikah dengan teman seperantauan. Karena semakin larut dengan kesibukan kerja serta keluarganya, maka Bung Dhoni sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Bung Fulan. Sejak saat itu, lagi-lagi Bung Fulan telah kehilangan seorang teman/sahabat tercinta.

Namun, duka Bung Fulan ternyata tidak berlangsung lama. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Airlangga dan menjadi dosen di universitas yang sama, secara kebetulan Bung Fulan bertemu dengan teman SMA-nya, yaitu Mbak Dhina yang sedang mengantarkan adiknya untuk daftar ulang setelah sukses diterima sebagai mahasiswa baru di Universitas Airlangga. Dalam waktu singkat, karena merasa memiliki banyak kesamaan, maka Bung Fulan segera memutuskan untuk melamar dan menikahi Mbak Dhina. Begitu baik dan setianya Mbak Dhina, sehingga Bung Fulan merasa bahwa kali ini dia benar-benar menemukan teman sejati yang senantiasa setia bersamanya, baik dalam keadaan suka maupun duka. Hingga akhirnya, cobaan itu datang. Tiba-tiba Bung Fulan menderita sakit parah hingga maut menjemputnya.

Setelah Bung Fulan wafat dan kemudian dimasukkan ke liang lahat, barulah Bung Fulan menyadari bahwa Mbak Dhina yang selama ini dia sangka sebagai teman sejati, ternyata hanya mau mengantarkannya sampai di sini saja. Ternyata Mbak Dhina tidak mau menemaninya sampai di liang lahat. Begitu prosesi pemakaman selesai, Mbak Dhina segera meninggalkan Bung Fulan sendirian begitu saja, bahkan tak lama kemudian malah menikah lagi dengan orang lain.

Dari sini, barulah Bung Fulan menyadari bahwa ternyata tidak ada seorangpun teman sejati selama hidup di alam dunia ini, karena pada akhirnya semuanya akan pergi meninggalkannya, kecuali amal baik/amal saleh yang telah dia lakukan. Dari sini, barulah Bung Fulan menyadari bahwa ternyata teman sejati itu hanyalah amal saleh. Dialah yang senantiasa setia menemaninya hingga ke liang lahat, bahkan untuk selamanya. Demikian penjelasan Rasulullah SAW. Dalam sebuah Hadits:

Dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah SAW. bersabda:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ؛ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ؛ فَرَجَعَ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، رَجَعَ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ   
“Tiga perkara yang akan mengantarkan mayit: keluarga, harta, dan amalannya. Dua perkara akan kembali dan satu perkara akan tetap tinggal bersamanya. Yang akan kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap tinggal bersamanya adalah amalannya.” (Muttafaqun ‘alaih).

Sedangkan dalam Al Qur’an, diperoleh penjelasan dalam beberapa ayat berikut ini: 
 
"Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu". (QS. Al Haaqqah. 24).
”Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”, (QS. Al Israa’. 9).

”Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya”. (QS. Al Anbiyaa’. 94).

”Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung”. (QS. Al Qashash. 67).

Semoga bermanfaat.

NB.
Bung Fulan, Bung Andi, Bung Mutu, Bung Dhoni serta Mbak Dhina pada kisah di atas hanyalah nama fiktif belaka. Mohon maaf jika secara kebetulan ada kemiripan / kesamaan nama!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Buku:

● Alhamdulillah, telah terbit buku: Islam Solusi Setiap Permasalahan jilid 1.

Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, MAg: “Banyak hal yang dibahas dalam buku ini. Tapi, yang paling menarik bagi saya adalah dorongan untuk mempelajari Alquran dan hadis lebih luas dan mendalam, sehingga tidak mudah memandang sesat orang. Juga ajakan untuk menilai orang lebih berdasar kepada kitab suci dan sabda Nabi daripada berdasar nafsu dan subyektifitasnya”.

Buku jilid 1:

Buku jilid 1:
Buku: “Islam Solusi Setiap Permasalahan” jilid 1: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 378 halaman, ISBN 978-602-5416-25-5

● Buku “Islam Solusi Setiap Permasalahan” jilid 1 ini merupakan kelanjutan dari buku “Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an dan Hadits” (jilid 1 s/d jilid 5). Berisi kumpulan artikel-artikel yang pernah saya sampaikan dalam kajian rutin ba’da shalat subuh (kuliah subuh), ceramah menjelang berbuka puasa, ceramah menjelang shalat tarawih/ba’da shalat tarawih, Khutbah Jum’at, kajian rutin untuk rekan sejawat/dosen, ceramah untuk mahasiswa di kampus maupun kegiatan lainnya, siraman rohani di sejumlah grup di facebook/whatsapp (grup SMAN 1 Blitar, grup Teknik Industri ITS, grup dosen maupun grup lainnya), kumpulan artikel yang pernah dimuat dalam majalah dakwah serta kumpulan tanya-jawab, konsultasi, diskusi via email, facebook, sms, whatsapp, maupun media lainnya.

● Sebagai bentuk kehati-hatian saya dalam menyampaikan Islam, buku-buku religi yang saya tulis, biasanya saya sampaikan kepada guru-guru ngajiku untuk dibaca + diperiksa. Prof. Dr. KH. M. Ali Aziz adalah salah satu diantaranya. Beliau adalah Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Unsur Ketua MUI Jatim, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an, Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia 2009-2013, Dekan Fakultas Dakwah 2000-2004/Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya 2004 - sekarang.

_____

Assalamu'alaikum wr. wb.

● Alhamdulillah, telah terbit buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 5.

● Buku jilid 5 ini merupakan penutup dari buku “Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an dan Hadits” jilid 1, jilid 2, jilid 3 dan jilid 4.

Buku Jilid 5

Buku Jilid 5
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 5: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², x + 384 halaman, ISBN 978-602-5416-29-3

Buku Jilid 4

Buku Jilid 4
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 4: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², x + 384 halaman, ISBN 978-602-5416-28-6

Buku Jilid 3

Buku Jilid 3
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 3: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 396 halaman, ISBN 978-602-5416-27-9

Buku Jilid 2

Buku Jilid 2
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 2: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 324 halaman, ISBN 978-602-5416-26-2

Buku Jilid 1

Buku Jilid 1
Buku: "Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Menurut Al Qur’an Dan Hadits” jilid 1: HVS 70 gr, 16 x 24 cm², viii + 330 halaman, ISBN 978-602-5416-25-5

Keterangan:

Penulisan buku-buku di atas adalah sebagai salah satu upaya untuk menjalankan kewajiban dakwah, sebagaimana penjelasan Al Qur’an dalam surat Luqman ayat 17 berikut ini: ”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman. 17).

Sehingga sangat mudah dipahami jika setiap pembelian buku tersebut, berarti telah membantu/bekerjasama dalam melaksanakan tugas dakwah.

Informasi selengkapnya, silahkan kirim email ke: imronkuswandi@gmail.com atau kirim pesan via inbox/facebook, klik di sini: https://www.facebook.com/imronkuswandi

۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞