بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ﴿٤﴾

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat datang, saudaraku. Selamat membaca artikel-artikel tulisanku di blog ini.

Jika ada kekurangan/kekhilafan, mohon masukan/saran/kritik/koreksinya (bisa disampaikan melalui email: imronkuswandi@gmail.com atau melalui 'kotak komentar' yang tersedia di bagian bawah setiap artikel). Sedangkan jika dipandang bermanfaat, ada baiknya jika diinformasikan kepada saudara kita yang lain.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan, hal ini semata-mata karena keterbatasan ilmuku. (Imron Kuswandi M.)

Minggu, 02 Maret 2008

HIKMAH SILATURRAHIM

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saudaraku...,
Sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur'an surat An Nisaa' ayat 1 dan surat Ar Ra'd ayat 21, yang artinya adalah sebagai berikut:

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nisaa’. 1).

"dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan**, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk". (QS. Ar Ra’d. 21). **) Maksudnya ialah mengadakan hubungan silaturrahim dan tali persaudaraan.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW. telah bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan rahimnya (hendaklah ia senantiasa menjaga hubungan silaturrahim).” (Muttafaqun ‘alaih).

Sedangkan dalam Hadits yang lain, Rasulullah SAW. bersabda:
أَفْشِ السَّلَامَ، وَأَطْعِم ِالطَّعَامَ، وَصِلِ الْأَرْحَامَ، وَقُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، وَادْخُلِ الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.
“Tebarkanlah salam, berilah (orang) makanan, sambunglah karib kerabat (silaturrahim), berdirilah (shalat) di malam hari ketika manusia tidur, dan masuklah kamu ke dalam surga dengan selamat.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim dari Abu Hurairah(.

Saudaraku…,
Semua diantara kita, tentunya tidak ada satupun yang mampu menghindar dari masalah selama kita masih menjalani kehidupan di dunia ini. Bahkan, seringkali yang terjadi justru sebaliknya, dimana tantangan hidup dari hari ke hari terasa kian kompleks.

Kita tidak perlu heran dengan kondisi tersebut, karena pada hakekatnya kehidupan di dunia ini memang sebagai sarana untuk menguji kita, apakah kita dapat menjalaninya dengan baik atau malah sebaliknya. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? ...” (QS. 2. 214).

Saudaraku…,
Jika kita perhatikan, sebagian diantara kita ada yang mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Namun, begitu banyak diantara kita yang larut dengan masalah yang dihadapinya. Seolah-olah orang yang paling sulit hidupnya hanyalah dirinya sendiri. Demikian beratnya beban hidup yang dia rasakan, sehingga dia menatap masa depan dengan penuh kegelapan. Seolah tiada harapan lagi untuknya hingga rasa putus asa menjadi teman setianya. Na’udzubillahi mindzalika!

Salah satu kunci untuk mengatasi berbagai masalah tersebut adalah dengan membina hubungan ”silaturrahim". Tentunya, kita tidak hanya sekadar mendatangi saudara, kerabat atau kenalan kita (baik datang secara fisik, lewat surat, telepon, sms, e-mail, maupun lewat sarana lainnya) dengan pertemuan yang penuh basa-basi. Namun, pertemuan itu hendaknya untuk mengukuhkan persaudaraan dan untuk saling berbagi pengalaman, berbagi bercerita, serta saling memberi nasehat.

Saudaraku…,
Dengan berbagi, kita menjadi tahu betapapun beratnya masalah yang kita hadapi, sesungguhnya kita tidaklah sendiri. Ternyata orang lain juga menghadapi masalah yang sama, bahkan mungkin lebih berat dengan bentuk yang berbeda. Jika sudah demikian, kita akan bisa lebih tegar menghadapi masalah, dan saling menguatkan, sehingga semangat hidup pun dapat tumbuh kembali.

Saudaraku…,
Jika kita tidak rajin silaturahim, maka dengan sedikit masalah saja, hal ini akan bisa membuat kita lekas putus asa, hidup tanpa harapan atau malah mengakhiri hidup secara tragis (na’udzubillahi mindzalika!). Namun dengan memperbanyak silaturahim, masalah apa pun yang menimpa, bisa kita hadapi dengan ketegaran. Kita bisa saling memberi nasehat/saling mengingatkan untuk tidak berputus asa dalam menjalani hidup ini!

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat''. (QS. Al Baqarah. 214).

Saudaraku…,
Ingatlah, bahwa: “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal”. (QS. Ali ’Imran. 160). Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞

Saudaraku…,
Bagaimanapun sampai saat ini aku benar-benar menyadari bahwa wawasan ilmuku masih sangat terbatas. Oleh karena itu, ada baiknya jika saudaraku juga bertanya kepada 'alim/'ulama’ di sekitar saudaraku tinggal. Semoga saudaraku bisa mendapatkan penjelasan/jawaban yang lebih memuaskan. Karena bagaimanapun juga, mereka (para 'ulama') lebih banyak memiliki ilmu dan keutamaan daripada aku. (Imron Kuswandi
M.)